Batal ke Serbia, Pilih Latihan ke Jepang

Metropolis

JAKARTA- Training camp (TC.pemusatan latihan ) tim pelatnas Karate Indonesia di Beograd, Serbia, yang rencananaya mulai dilakukan pertengahan April ini sudah pasti batal. Alasannya, mereka terkendala dengan padatnya program Prima.

“Akhirnya, TC kami batalkan, karena harus mengikuti program yang dicanangkan Prima (Program Indonesia Emas) untuk character building ke Batujajar, Jawa Barat,  (28 Maret -13 April),” kata Manajer Tim Karate Indonesia Zulkarnain Purba.


Untuk itu, mereka berencana memindah lokasi TC ke Jepang pada Juni mendatang agar persiapan menuju SEA Games semakin matang. Namun, bukan berarti pilihan itu sudah harga mati. Seandainya, kondisi Jepang masih belum memungkinkan, pihaknya bakal mengalihkan TC kembali ke Beograd.

“Kalau tidak jadi ke Jepang, plan B-nya  kami akan melakukan pemusatan seperti rencanan awal. Kami berharap kondisi di Jepang tidak ada masalah,” terang Zulkarnain.

Sebelumnya, PB Forki berencana melakukan TC dua kali yakni di Serbia dan Jepang. Karena batal akhirnya, sesuai kebutuhan, program yang TC yang akan dilakoni oleh para karatedo Indonesia di Jepang akan berlangsung selama dua bulan.

Tujuannya, agar peningkatan kemampuan didapat untuk Donny Darmawan dkk. Selain itu, anggota pelatnas yang berjumlah 30 orang itu juga akan mendapatkan jatah bertanding pada kejuaraan karate di luar negeri yang padat.
Pada Mei mendatang, Tim Karate Indonesia akan berangkat ke Eropa untuk mengikuti kejuaraan Luksemburg Terbuka pada 14-15 Mei. Setelah itu, mereka akan kembali ke Indonesia untuk persiapan Indonesia Terbuka pada 1-2 Juni.

Nah, mulai besok (15/4), para karateka bakal melakoni latihan kembali seperti biasa. Mereka akan dikembalikan dahulu kondisinya seperti saat masih belum berangkat ke Batujajar.

“Sebelum ke Luksemburg, mereka akan dipersiapkan dulu, kondisinya saat ini pasti turun setelah dua mingguan ke batu jajar,” ucapnya.

Di sisi lain, untuk meningkatkan penampilan atlet, pelatnas bakal menggunakan dua pelatih asing asal Jepang. Mereka tel;ah menerima kontrak untuk melatih secara bergantian. Mulai Jumat (15/4) hingga Mei, karateka Indonesia ditangani oleh Dezo Kanazawa. Selanjutnya, mulai Juni sampai November mereka akan dilatih oleh Murakami.
“Jadi kita ada dua kontrak. Pertama dengan Dezo dan kemudan dengan Murakami. Tidak bisa langsung Murakami karena dia melatih di Australia dan Eropa, jadi asistennya dulu yang dilatih,” terang Zulkarnain. (aam/diq/jpnn)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *