BBM Langka, DPRD Sumut Panggil GM Pertamina

Ekonomi Sumatera Utara

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sulit sekali menemukan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah wilayah Sumatera Utara, seperti di sebagian Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Medan, Binjai, Tebingtinggi, Kabupaten Deliserdang, dan Langkat.

HABIS: Salah satu SPBU di Medan memasang poster sebagai tanda kalau stok BBM di SPBU tersebut sudah habis.

Setidaknya dalam 2 pekan terakhir, terjadi kekosongan BBM pertalite, biosolar, bahkan premium di sejumlah SPBU di daerah-daerah tersebut.


Masyarakat pun mengeluhkan kondisi itu karena mengganggu aktivitas sehari-hari.

Di Medan misalnya, pada Kamis (14/10) siang, berdasarkan pantauan dan informasi yang dihimpun wartawan di lapangan, kekosongan BBM terlihat di beberapa SPBU di Kota Medan, seperti di SPBU di Jalan Pancing, Pasar Merah, Jalan Krakatau simpang Jalan Cemara, Jalan Kapten Muslim, Jalan Sei Serayu, di Jalan Lau Dendang dan lainnya.

Kekosongan BBM tersebut bervariasi, mulai kekosongan pertalite, solar, pertamax, bahkan ada SPBU yang sama sekali habis untuk semua jenis BBM. Akibat kelangkaan BBM yang terjadi belakangan ini, DPRD Sumut segera memanggil General Manager (GM) PT Pertamina Marketing Operasional Regional (MOR) I Sumut. Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting mengakui, telah berkoordinasi dengan Komisi B sebagai mitra kerja perusahaan plat merah tersebut, guna meminta penjelasan riil soal kelangkaan BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). “Suratnya sudah kita kirimkan, nanti Komisi B yang akan menggelar RDP (rapat dengar pendapat) terkait kelangkaan BBM ini dengan pihak Pertamina,” kata Baskami menjawab wartawan, Kamis (14/10).

Ketua Komisi B DPRD Sumut, Dodi Thahir mengamini hal tersebut. Bahkan diakuinya, telah mengetahui kondisi kelangkaan BBM yang telah berlangsung dalam dua pekan terakhir. Menurutnya, keterbatasan stok BBM yang terjadi belakangan ini, lantaran harga minyak dunia mengalami kenaikan signifikan, yakni mencapai 83-84 dollar per barel.

“Memang terjadi 2 minggu ini, di SPBU terutama minyak subisidi, seperti premium dan solar. Juga pertalite dan pertamax terganggu. Akibat harga minyak dunia naik, saat ini harganya 83-84 dollar per barel,” ungkapnya.

Terlebih, menurutnya, pemerintah diketahui sampai saat ini masih mengimpor minyak mentah guna memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri. Naiknya harga minyak dunia, maka kemampuan pemerintah akan impor minyak semakin berkurang. Dampaknya distribusi BBM ke daerah pun ikut terganggu.

“Akibat kenaikan itu stok kita terbatas. Karena kebutuhan minyak kita masih impor untuk penuhi kebutuhan dalam negeri. Mungkin Pertamina kurangi stok BBM. Karena kan kalau harga minyak naik, subsidi yang dikeluarkan pemerintah bakal besar, kalau terjadi terus menerus dampaknya Pertamina bisa mengalami kerugian yang semakin tinggi,” ujar politisi Partai Golkar itu.

Dodi berharap pemerintah memiliki solusi bijak, imbas dari kenaikan harga minyak mentah dunia dengan pemenuhan kebutuhan BBM di Indonesia, terkhusus Sumut. Dengan langkanya BBM di SPBU, maka akan turut mengganggu perekonomian masyarakat yang bergantung dengan jasa pengangkutan, seperti angkutan umum, truk ekspedisi dan lainnya. “Harapannya pemerintah punya solusi. Karena berdampak dengan perekonomian masyarakat. Terutama yang bergerak di bidang pengangkutan, pastinya membutuhkan BBM,” pungkasnya.

Sementara PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), justru memastikan stok BBM di wilayah Sumut dalam kondisi aman. Katanya kapal tanker pembawa BBM sudah merapat ke Sumut. “Stok BBM aman di Sumut, kapal tanker sudah merapat, dan kita sudah menyalurkan BBM ke setiap SPBU,” ujar Area Manager Communication Relation & CSR Sumbagut, Taufikurachman, Kamis (14/10).

Ia menjelaskan, kapal tanker tersebut bermuatan 15.900 Kilo Liter (KL), dengan jumlah tersebut diperkirakan stok BBM aman untuk beberapa hari kedepan di Sumut. Selain itu, Pertamina Patra Niaga siap memberikan tambahan pasokan BBM untuk daerah-daerah yang mengalami peningkatan konsumsi misalnya di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.

“Dengan menurunnya level PPKM aktivitas masyarakat mulai meningkat dan seiring dengan itu telah terjadi kenaikan konsumsi BBM,” kata Taufiqurachman seraya mengimbau agar masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan. (prn/mbc)

loading...