Belawan Didatangi ‘Bung Tomo’

Nasional Sumatera Utara
KRI BUNG TOMO
KRI BUNG TOMO

BELAWAN, SUMUTPOS.CO- Pelabuhan mendapat kehormatan menjadi pelabuhan pertama di Indonesia yang disinggahi KRI Bung Tomo 357, kapal perang baru milik TNI Angkatan Laut Indonesia. Kapal perang yang dikomandani oleh Kolonel (laut) Yayan Sofiyan ini merapat di Belawan pukul 13.00 WIB setelah berlayar 42 hari dari Inggris sejauh sejauh 9.740 Nautical Mile.

Kapal perang tipe fregat ringan atau Multi Role Light Fregate (MRLF) berbobot 2.300 tonase ini dilengkapi sistem canggih dan mampu bertempur menghadapi serangan di permukaan air, bawah air maupun serangan udara.


KRI Bung Tomo 357 adalah satu dari tiga kapal perang Indonesia yang akan melengkapi armada tempur di jajaran TNI AL. Dua lainnya yang segera menyusul sampai ditanah air adalah KRI Usman Harun 359 dan KRI Jhon Lie 358.

Kehadiran KRI Bung Tomo disambut upacara militer dipimpin Komandan Lantamal I, Laksamana Pertama TNI Pulung Prambudi dan pejabat pemerintahan yang tergabung dalam Forum Komudikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Sumatera Utara.

Malam harinya dilaksanakan Cocktail Party di geladak KRI Bung Tomo-357 yang dihadiri Kapolda Sumut Irjen Pol Eko Hadi Sutejo, Pangdam I/BB yang diwakili Irdam I/BB, Danguskamla Armabar Laksamana Pertama TNI Harjo Susmoro, Danlanud Soewondo Kolonel Pnb Chandra Siahaan, Walikota Medan Dzulmi Eldin, Dirpolair Polda Sumut, Kapolres Belawan dan unsur Ikatan Keluarga

Nama tokoh pahlawan nasional, Bung Tomo yang tertera di geladak kapal perang tersebut sebelumnya dikukuhkan Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Lies Purnomo Yusgiantoro di dermaga Anchorline, Borrow In Furniess, Inggris.

“Proses pemberian nama memiliki arti simbolis, sebelum akhirnya diresmikan menjadi KRI Bung Tomo 357 oleh Menhan RI, Lies Purnomo Yusgiantoro di Inggris. Nama Bung Tomo adalah tokoh pahlawan, tujuannya agar kapal dan awaknya memiliki semangat kepahlawanan dan pengabdian,” kata, Prambudi saat menyambut kedatangan KRI Bung Tomo.

Dalam perjalanan pelayarannya dari Inggris menuju tanah air, kapal perang terbaru type fregat ringan atau Multi Role Light Fregate (MRLF) berbobot 2.300 tonase, dengan memiliki panjang 95 meter dan lebar 12,7 meter, ini mengarungi samudera sejauh 9.740 Nautical Mile. KRI Bung Tomo sempat menyinggahi Pelabuhan Jeddah, Arab Saudi. Di kawasan negara Timur Tengah ini, awak kapal melakukan kunjungan kehormatan serta menyempatkan diri beribadah di tanah suci Makkah.

“Selama transit di Jeddah, kegiatan awak kapal selain melakukan kunjungan kehormatan, juga melaksanakan ibadah umrah dilanjutkan berziarah ke Kota Madinah Al Munawwarah. Selain di Jeddah, KRI Bung Tomo juga singgah ke Pelabuhan Salalah, Oman dan pelabuhan laut Cochin, India baru selanjutnya menuju tanah air,” ungkapnya.

Kapal buatan Kerajaan Inggris ini dilengkapi sistem navigasi, komunikasi dan kendali persenjataan mutakhir yang terintegrasi dengan baik.

“Sistem persenjataannya cukup baik seperti senjata jenis Meriam Utama Oto Melara kalibe 76 milimeter (mm), Meriam penangkis serang udara DS 30 B Remsig caliber 30 mm dan terpedo anti kapal selam Thales Sensor Cutlass 242,” terang, Prambudi.

Selain itu, dilengkapi sistem persenjataan jenis permukaan udara atau Rudal SAM Vertical Bunch Sea Walf dan Rudal Exocet MM 40 Blok II. Artinya, sehingga kapal perang ini mampu bertempur menghadapi serangan atas air, bawah air maupun serangan udara.

“Saya bangga, Belawan menjadi pelabuhan pertama di Indonesia yang disinggahi KRI Bung Tomo. Ada dua kapal perang lainnya KRI Usman Harun 359 dan KRI Jhon Lie 358 yang akan menyusul nantinya akan masuk di jajaran TNI Angkatan Laut, untuk memperkuat sistem pertahanan laut dalam rangka menjaga keutuhan NKRI,” pungkasnya.

Komandan KRI Bung Tomo 357, Kolonel (laut) Yayan Sofiyan bangga mendapat mandat membawa pulang KRI Bung Tomo 357 sekaligus mengemban misi diplomasi TNI AL di sejumlah negara yang disinggahi.

“Ini suatu kebanggaan bagi saya mendapat mandat untuk membawa KRI Bung Tomo ke tanah air dengan sukses dan aman. Apalagi, sebelum tiba di Indonesia, kita sempat menyinggahi beberapa negara serta mendapat sambutan dengan baik dari negara-negara sahabat di Jeddah Arab Saudi, Oman dan India,” ujar, Yayan.

Setelah merapat di Belawan sebut, kapal melanjutkan pelayarannya pada Selasa, 9 September 2014 menuju Jakarta. Pelayaran KRI Bung Tomo akan berakhir di Surabaya. ”Rencananya KRI Bung Tomo ikut memeriahkan HUT TNI ke 69 yang akan berlangsung di Komando Armada RI kawasan Timur (Koarmatim),” ungkapnya. (rul)

 

 

Spesifiasi KRI Bung Tomo 357

Type:

Fregat ringan (Multi Role Light Fregate/MRLF)

Dimensi:

– Bobot 2.300 tonase

– Panjang 95 meter

– Lebar 12,7 meter

Kelengkapan:

– Sistem navigasi, komunikasi dan kendali persenjataan mutakhir yang terintegrasi.

– Empat motor pendorong pokok Combined Diesel and Diesel (CODAD) dengan kecepatan maksimum 31 knots

Personel:

87 pasukan dan 5 teknisi sipil WNA

Sistem Persenjataan:

– Meriam Utama Oto Melara kaliber 76 milimeter (mm)

– Meriam penangkis serang udara DS 30 B Remsig caliber 30 mm

– Torpedo anti kapal selam Thales Sensor Cutlass 242

– Rudal SAM Vertical Bunch Sea Wolf

– Rudal Exocet MM 40 Blok II

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *