Bidan Harus Kuasai Teknologi

Ekonomi

Tingkat kematian ibu dan anak di banyak propinsi di Indonesia masih cukup tinggi. Salah satu penyebabnya adalah masih kurangnya tenaga bidan terampil.
Demi membantu mengatasi persoalan ini, tiga institusi yaitu UNICEF Indonesia – XL – Nokia, bekerjasama menyelenggarakan program pembelajaran pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bagi para tenaga kesehatan (Bidan/Midwives). Sebagai pilot project, program ini akan diawali di Pemalang, Jateng, Selasa (26/6), lalu berlanjut ke Lombok Barat (4/7).

VP Central Region XL, Kencono Wibowo mengatakan,  manfaat positif TIK sangat banyak dan bisa dipergunakan oleh hampir setiap bidang kehidupan, termasuk untuk mendukung perbaikan kualitas hidup masyarakat. Sebagai pelaku industri TIK, XL berkomitmen untuk terus mensosialisasikan pemanfaatan TIK ini di berbagai bidang, tidak terkecuali bidang layanan masyarakat.


Program ini akan diikuti oleh total 202 orang bidan, sebanyak 141 orang di antaranya akan mengikuti program di Pemalang. Mereka akan mendapatkan materi pelatihan bagaimana memanfaatkan layanan SMS dan Nokia Life untuk mendapatkan informasi berupa materi-materi hasil riset UNICEF bersama pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kemampuan kebidanan dan isu-isu terbaru terkait kesehatan ibu dan anak.

Head of Marketing Nokia Indonesia, Lukman Susetio mengatakan, “Sesuai dengan strategi untuk menghubungkan “The Next Billion- satu miliar pelanggan berikutnya kepada informasi, Nokia berkomitmen untuk mendorong pemanfaatan teknologi komunikasi ke seluruh lapisan masyarakat melalui pendekatan holistik, menghadirkan kombinasi tepat perangkat dan layanan yang relevan dengan kebutuhan lokal. Melalui kolaborasi Nokia Indonesia dengan UNICEF, dan XL, kami berharap dapat memberikan kemudahan akses informasi relevan  untuk meningkatkan kemampuan bidan di Indonesia melalui layanan Nokia Life. (ila)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *