Black Widow Bunuh 7 Pasangannya

Internasional
Chisako Kakehi, sang black widow.
Chisako Kakehi, sang black widow.

TOKYO, SUMUTPOS.CO – Chisako Kakehi (67) benar-benar perempuan sadis. Dia tega menghabisi nyawa tujuh pasangannya demi mendapatkan harta mereka. Total kekayaan dari warisan para lelaki yang berturut-turut menjadi suaminya tersebut mencapai JPY800 juta atau setara Rp82,7 miliar.

Kini, di usianya yang sudah senja, Kakehi harus mendekam di penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatan biadabnya. Nenek itu ditangkap pada Rabu (19/11) di Kyoto dengan tuduhan membunuh suami terakhirnya.


“Kami duga, dia melakukan (pembunuhan) demi uang,” ujar salah seorang petugas polisi. Kini publik menjuluki Kakehi dengan sebutan Black Widow. Julukan tersebut bisa berarti dua hal. Yaitu, janda dengan kehidupan yang kelam. Atau, bisa juga Kakehi disamakan dengan laba-laba black widow. Laba-laba yang hidup di Afrika Utara itu terkenal paling beracun dan mematikan. Si laba-laba biasanya memakan pasangannya setelah bercinta. Sama seperti Kakehi yang membunuh pasangannya dengan racun mematikan.

Kekejaman Kakehi dimulai pada 1994. Saat itu suami pertamanya meninggal tiba-tiba di usia 54 tahun. Pada 2006, suami keduanya meninggal karena stroke di usia 69 tahun. Dia bertemu suami keduanya melalui biro jodoh. Suami ketiga Kakehi yang berusia 75 tahun kembali meninggal pada 2008.

Setelah kematian suami ketiganya tersebut, Kakehi menjalin kasih dengan seorang pria yang menderita kanker. Kekasihnya meninggal setahun kemudian. Pada 2012, tunangannya menemui takdir setelah terjatuh saat mengendarai sepeda motor. Jejak adanya racun sianida ditemukan di tubuh tunangannya itu setelah dilakukan penyelidikan baru-baru ini.

Kakehi kembali mencari mangsa. Lagi-lagi dia berpacaran dengan pria tua. Pacarnya yang berusia 75 tahun tersebut meninggal September tahun lalu. Si pria sial itu tiba-tiba merasa sakit saat mereka makan malam berdua di sebuah restoran. Selang sekitar sebulan, Kakehi menikah dengan suami keempatnya bernama Isao Kakehi. Isao menjadi korban terakhir petualangan sadis si Black Widow.

Pada Desember tahun lalu, Isao tiba-tiba merasa sakit ketika berada di rumah mereka di Muko, Kyoto. Dia meninggal setelah dibawa ke rumah sakit. Hasil otopsi menunjukkan bahwa di dalam darah Isao ditemukan kandungan sianida dalam jumlah tinggi. Isao meninggal setelah mereka melangsungkan pernikahan kurang dari dua bulan. Dari seluruh korban, Kakehi mendapat uang asuransi dan aset puluhan sampai ratusan juta rupiah.

Saat ini polisi menyelidiki keterkaitan antara kematian tujuh korban dengan Akehi. Mereka belum bisa memastikan apakah benar Kakehi yang memberikan sianida pada setiap korban. Racun itu terkenal tidak berbau dan berasa, namun sangat mematikan.

“Kami belum bisa menyatakan berapa banyak (korban Kakehi) saat ini. Tapi, melihat usia para korban yang tua, kami harus memproses dengan hati-hati untuk bisa memutuskan apakah kematian mereka benar-benar karena permainan kotor ataukah tidak,” ujar salah seorang penyelidik.

Chisako Kakehi menampik tudingan telah membunuh pasangannya. Rumor pembunuhan tersebut mencuat beberapa bulan setelah kematian suaminya, tetapi memang baru sekarang dia ditangkap. Perempuan yang rambutnya telah memutih itu bersikukuh bahwa dirinya tidak bersalah dan tidak memiliki akses untuk memperoleh sianida. Kakehi mengaku dikutuk takdir. Karena itulah, pasangannya selalu meninggal.

“Saya tidak membunuh siapa pun. Saya tidak tahu bagaimana cara membunuh. Terkait dengan sianida, saya tidak tahu dari mana datangnya itu. Saya harap seseorang akan memberitahukan pada saya,” ujarnya.

Kasus Black Widow seperti Kakehi tersebut bukan kali pertama terjadi di Jepang. Pada 2012, Kanae Kajima dihukum gantung karena membunuh tiga pria. Masing-masing berusia 41, 53, dan 80 tahun. Ketiganya berkenalan dengan Kajima melalui situs kencan di internet. Dia membunuh pasangannya dengan cara meracuni karbonmonoksida. Caranya, dia membakar arang briket di tempat tertutup setelah membuat mereka tidak sadar dengan obat tidur. (afp/the independent/jpnn/c1/fik)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *