BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem, Dairi Siaga Bencana Alam

Sumatera Utara
CEK KESIAPAN: Kapolres Dairi AKBP Leonardo Simatupang (kiri) bersama Bupati Eddy KA Berutu (tengah), Ketua DPRD Sabam Sibarani, Kejari Syahrul Juaksha Subuki, Dandim 0206 Letkol Arh Hadi Purwanto, Sekda, Leonardus Sihotang saat mengecek kesiapan perlengkapan peralatan, bilamana terjadi bencana alam pada apel siaga bencana di Mapolres Dairi, Senin (6/1).
Rudy Sitanggang/Sumut Pos
CEK KESIAPAN: Kapolres Dairi AKBP Leonardo Simatupang (kiri) bersama Bupati Eddy KA Berutu (tengah), Ketua DPRD Sabam Sibarani, Kejari Syahrul Juaksha Subuki, Dandim 0206 Letkol Arh Hadi Purwanto, Sekda, Leonardus Sihotang saat mengecek kesiapan perlengkapan peralatan, bilamana terjadi bencana alam pada apel siaga bencana di Mapolres Dairi, Senin (6/1). Rudy Sitanggang/Sumut Pos

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Adanya peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang kondisi cuaca ekstrem, yakni tingginya curah hujan di seluruh wilayah Indonesia, disikapi stakeholder Kabupaten Dairi.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Dairi, AKBP Leonardo Simatupang, memimpin apel siaga bencana alam dengan instansi terkait, di halaman Mapolres Jalan Sisingamangaraja Sidikalang, Senin (6/1).


“KEGIATAN ini diadakan untuk meningkatkan kewaspadaan kita terkait peringatan dini cuaca ekstrim dimaksud. Wilayah Dairi adalah salahsatu daerah yang curah hujannya cukup tinggi. Dengan demikian, apel siaga ini sangat penting, supaya siaga bilamana terjadi bencana.

Dengan apel ini, kita harapkan peningkatan kesiagaan pasukan Polri, TNI, BPBD, Tagana, dan instansi terkait lainnya untuk evakuasi korban selamat atau meninggal bilamana terjadi bencana,” kata Simatupang.

Apel Siaga, menurutnya, juga untuk mengukur kemampuan sarana prasarana yang dimiliki.

“Bila melihat kondisi apel ini, saya melihat dan yakin, bilamana terjadi bencana, Dairi sudah siap dan sigap menanganinya. Yang perlu tinggal koordinasi dan komunikasi,” tandasnya.

Untuk Siaga Bencana, Polres Dairi menyiagakan 100 personil dan TNI 60 orang. “Kita harapkan kesiapan instansi terkait bilamana terjadi bencana,” katanya.

Menurut Kapolres, jenis bencana yang kerap terjadi di Dairi yakni tanah longsor dan banjir bandang. Polres Dairi telah memetakan lokasi potensi terjadi bencana tanah longsor dan banjir bandang. Yakni bencana tanah longsor kerap terjadi di lintasan jalan nasional Sidikalang-Medan, tepatnya di huta Lae Pondom Kecamatan Sumbul, jalan menuju daerah wisata Danau Toba Silalahi Kecamatan Silahisabungan, serta di Kecamatan Tigalingga dan Tanah Pinem.

Sedangkan untuk banjir bandang di wilayah Parongil Kecamatan Silima Pungga-Pungga seperti terjadi akhir tahun 2018 saat daerah itu diguyur hujan lebat berkepanjangan.

Dalam Apel Siaga Bencana itu, hadir Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu, Sekda, Leonardus Sihotang, Ketua DPRD, Sabam Sibarani, Kejari, Syahrul Juaksha Subuki, Dandim 0206 Letkol Arh Hadi Purwanto, Kepala BPBD, Sahala Tua Manik serta mewakili Ketua PN Sidikalang. Tampak barisan Kepolisian, TNI, BPBD, Tagana, Dishub serta Satpol PP.

Untuk itu, Kapolres mengapresiasi Bupati dan Forkopinda yang telah mendukung apel siaga bencana dimaksud.

Kepada wartawan, Kapolres mengatakan, akan menindak tegas pelaku illegal logging merusak hutan yang mengakibatkan terjadinya bencana alam banjir bandang.

Bupati Eddy KA Berutu, mengapresiasi langkah dilaksanakan Kapolres AKBP Leonardo Simatupang. Eddy menyebut, perlu kesiapsiagaan sebelum terjadi bencana. “Pemda tidak mampu sendiri menangani bilamana ada bencana alam,” katanya.

Eddy mengakui, Dairi memang rawan bencana, baik bencana kebakaran dan bencana tanah longsor serta banjir bandang. Untuk itu butuh kesiapan personil serta sarana prasarana. “Karena itu, kegiatan yang diprakarsai Kapolres ini patut kita apresiasi, supaya kita semua bisa cepat tanggap mengatasi bila terjadibencana alam,” ujarnya.

Menurutnya, seluruh stakeholder fokus kita pada pencegahan bencana. Yakni dengan terus menyosialisasikan kewaspadaan kepada masyarakat, dan mengurangi resiko bencana alam seperti mengajak masyarakat untuk tidak merusak hutan dan kembali menanam pohon, supaya hutan kita tidak gundul.

“Pemerintah juga memberikan apresiasi kepada para relawan yang saat ini sudah terbentuk. Mari terus tingkatkan kepedulian kita terhadap sesama bilamana terjadi bencana. Kehadiran relawan sangat kita harapkan. Pemerintah sangat membutuhkan peran serta masyarakat dalam setiap peristiwa maupun mengawal pembangunan yang kita laksanakan,” tandasnya. (rud)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *