Bolos Sekolah, 29 Pelajar Terjaring

Sumatera Utara
HULMAN/smg/posmtero RAZIA: Sejumlah petugas melakukan razia pelajar bolos di Lubukpakam, Rabu (26/8).
HULMAN/smg/posmtero
RAZIA: Sejumlah petugas melakukan razia pelajar bolos di Lubukpakam, Rabu (26/8).

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO- Tim gabungan Polsek Lubukpakam, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI, dan pihak Kecamatan Lubukpakam menggelar razia kasih sayang di sejumlah jalan kawasan Lubukpakam, Rabu (26/8) sekitar pukul 10.00 WIB. Hasilnya, sebanyak 29 pelajar dari berbagai sekolah terjaring operasi yang digelar saat jam belajar berlangsung itu.

Informasi diperoleh, pelajar yang terjaring seperti di lokasi Taman Buah yang berada di belakang kompleks perkantoran Pemkab Deliserdang. Para pelajar yang masih memakai seragam sekolah itu berusaha menghindari begitu melihat kedatangan petugas. Namun dapat diantisipasi. Tim gabungan sigap lalu mengamankan sejumlah pelajar yang diduga bolos saat jam belajar berlangsung.


Selain dari Taman Buah, razia kasih sayang juga dilakukan di sekitar Statdion Baharoedin Siregar, disekitar pusat perbelanjaan Delimas Plaza Lubukpakam, dan warung internet (warnet) diseputaran Kota Lubukpakam. Hasilnya, 29 pelajar dari tingkat SMP dan SMA/SMK diamankan. Mereka yang terjaring kemudian dilakukan pembinaan untuk tidak lagi membolos sekolah saat jam belajar berlangsung.

Usai dilakukan pembinaan para pelajar itupun dibariskan dan disuruh menyanyikan lagu-lagu nasional. Kemudian setelah membuat surat pernyataan tidak akan bolos, para pelajar diperkenankan pulang bersama orangtuanya.

Dari data yang dihimpun pelajar yang terjaring itu di antaranya delapan siswa dari SMK Tri Sakti, enam siswa dari Perguruan Taman Siswa Lubukpakam, lima siswa dari SMKN I Lubukpakam, masing masing dua siswa dari SMA Nusantara, SMK Karya Serdang, dan SMPN 1 Lubukpakam serta seorang siswa dari SMK Harapan Bangsa Tanjungmorawa, SMP Advent, Muhammadiyah Lubukpakam, dan SMK PAB 7.

Seorang pelajar yang terjaring SM (17) berdalih kalau dirinya membolos karena telat datang ke sekolah. Ia mengaku ke warnet sebagai tujuannya karena takut untuk kembali ke rumah.

“Baru sekali ini saja saya bolos. Di warnet cuma main games aja, bukan yang lain-lain. Kasihan memang sama orangtua saya yang sehari-harinya bekerja sebagai pencari barang bekas. Memang aku yang salah, seharusnya jam setengah delapan masuk sekolah, tapi saya datang jam delapan,” aku SM.

Camat Lubukpakam Batara Harahap menegaskan bahwa pihaknya akan memberi peringatan kepada pengusaha warnet yang menerima pengunjung berseragam sekolah saat jam belajar berlangsung. Bagi pengusaha warnet yang membandel maka pihaknya tidak segan-segan menyabut izin usahanya.

Terpisah Kapolsek Lubukpakam, AKP Darwin Ketaren menjelaskan bagi pelajar yang tejaring diperbolehkan pulang setelah berjanji tidak membolos lagi. (ted/azw)
dijemput guru atau orangtuanya masing masing.

“Mereka juga kita suruh membuat surat pernyataan agar tidak lagi membolos sekolah saat jam belajar berlangsung,” tegas Kapolsek. (ted/azw)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *