Buntut Ucapan Junimart Girsang, MPW PP Sumut Gelar Unjuk Rasa

Metropolis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan massa dari MPW PP Sumatera Utara menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut di jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Senin (29/11) siang. Unjuk rasa ini, buntut dari ucapan anggota DPR RI, Junimart Girsang meminta Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) PP dibubarkan.

KETERANGAN: Perwakilan MPW PP Sumut saat memberikan keterangan pers di DPRD Sumut di sela-sela unjukrasa di depan Gedung DPRD Sumut di Jalan Imam Bonjol, Senin (29/11) siang.BAGUS/Sumut Pos.

Tiba beberapa di gedung DPRD Sumut, puluhan anggota MPW PP Sumut langsung disambut dan diterima oleh Wakil Ketua DPRD Sumut, Irham Buawan Nasution dan Arun Mustafa. Puluhan anggota PP itu, langsung diterima di ruangan Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Sumut. Dalam pertemuan perwakilan pendemo menyampaikan tuntutan mereka agar kasus Wakil Ketua Komisi II DPR RI Junimart Girsang ditindaklanjuti dan disampaikan kepada DPR RI.


“Kami datang kesini meminta agar kasus Junimart ditindak lanjuti oleh DPRD Sumut,” kata Sekertaris MPW PP Sumut, Alim Madhy SH kepada wartawan di gedung DPRD Sumut, kemarin siang.

Massa menilai apa diucapkan oleh Politisi Partai PDIP itu, melukai hati seluruh kader PP beberapa waktu lalu dengan mengatakan agar organisasi berbaju orange tersebut di bubarkan.

Alim mengungakapkan aksi mereka lakukan lebih Arif dan kondusif. Sehingga pendemo menyampaikan tuntutan secara tertulis untuk ditindaklanjuti oleh DPR RI. “Bahkan kami telah menyerahkan surat resmi agar surat ini kami harapkan bisa sampai ke DPR RI,” sebut Alim.

Dengan alasan pandemi COVID-19, Alim menjelaskan hanya mengerahkan massa dengan jumlah puluhan. Dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.”Jadi kami hanya melakukan aksi damai seperti ini. Kami dari Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) PP Sumut meminta agar Junimart segera meminta maaf baik di media cetak, elektronik dan online secara terbuka. Kalau tidak ada permintaan maaf akan kita kaji ulang,” kata Alim.

Hingga saat ini, Alim menjelaskan bahwa Junimart sampai saat ini, belum ada memiliki etika baik untuk meminta maaf secara terbuka di publik.”Tidak ada, belum ada permohonan maaf itu. Maka kita meminta maaf secara khusus meminta maafnya kepada organisasi PP. Jadi bukan hanya meminta begitu saja,” tandas Alim.

Diberitakan sebelumnya, perseteruan Pemuda Pancasila dengan Junimart berawal dari insiden bentrokan pada Jumat, 19 November 2021. Ketika itu, Pemuda Pancasila terlibat bentrokan dengan Forum Betawi Rempug (FBR), yang berakibat terhadap kerusakan sejumlah posko. Puncaknya, Pemuda Pancasila menggelar demo di depan Gedung MPR/DPR pada Kamis 25 November 2021.(gus/ila)

loading...