Bupati Ajak Investor Kembangkan Jagung dan Kopi

Sumatera Utara

Tingkatkan Perekonomian Petani Dairi

ARAHAN: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu (tengah) didampingi Sekda, Leonardus Sihotang memberikan arahan dalam rapat bersama Camat, PPL dan Kades di Kantor Camat Sumbul, Sabtu (22/2). RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
ARAHAN: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu (tengah) didampingi Sekda, Leonardus Sihotang memberikan arahan dalam rapat bersama Camat, PPL dan Kades di Kantor Camat Sumbul, Sabtu (22/2). RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Percepatan pembangunan suatu daerah, harus didukung pihak swasta atau investor. Untuk itu, kita harus membuka ruang bagi mereka agar mau berinvestasi di daerah ini. Karena semakin banyak investasi yang masuk, semakin cepat pula perputaran uang.

Demikian disampaikan Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu di sela-sela memimpin rapat terbatas dengan Camat Tanah Pinem, Gunung Sitember, Sumbul, Kepala Desa dan petugas penyuluh pertanian (PPL) ketiga Kecamatan, di aula Kantor Camat Sumbul, Sabtu (22/2).


Bupati didampingi Sekretaris Daerah (Sekda), Leonardus Sihotang dan Asisten Pemerintahan, Jonny Hutasoit, Kepala Dinas Kominfo, Rahmatsyah Munthe, Plt Kadis Pertanian, Bintoha Angkat dan Plt Kepala Bappeda.

Rapat tersebut juga dilaksanakan untuk menindaklanjuti kunjungan kerja Bupati Dairi ke beberapa kecamatan baru-baru ini.

“Kita punya potensi hasil pertanian yang bisa kita tawarkan kepada investor, seperti komoditi kopi dan jagung. Untuk itu, lakukan pendataan yang akurat tentang luasan jagung dan kopi serta calon petani calon lokasi (CPCL) untuk pengembangan kedua komoditas. Kita harus punya data faktual lengkap dengan titik koordinat serta data petani, “ujar Eddy Keleng Ate.

Dengan data yang akurat, sambung Eddy Keleng Ate, pemerintah dapat menyusun potensi investasi dengan baik.

Pada kesempatan itu, Eddy Keleng Ate menegakan, akan berusaha menarik investor untuk pengembangan komoditas jagung. Selanjutnya, Camat, Kepala Desa dan PPL dibawah kordinasi Dinas Pertanian untuk melakukan percepatan pendataan, agar bisa dibawa kepada calon investor.

“Untuk mendukung investasi perlu kesiapan infrasruktur utamanya akses jalan ke lahan produksi. Dengan demikian, perlu sinkronisasi pembiayaan dari APBD Kabupaten dengan pengalokasian Dana Desa (DD) dalam membangun akses jalan kelahan produksi,”pungkasnya. (rud/han)

loading...