Buron Korupsi BRI Agro Palsukan Identitas

Hukum & Kriminal
Agusman/sumut pos
DIAMANKAN: Mulyono (kedua dari kanan) tersangka korupsi kredit BRI Agro Rantauparapat diamankan di Kejatisu, Sabtu (8/12).

SUMUTPOS.CO – Tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), menjemput paksa tersangka korupsi pemberian kredit BRI Agroniaga Cabang Rantauparapat. Untuk mengelabui petugas dan masyarakat sekitar, Mulyono memalsukan identitasnya.

“YA, kita mengamankan tersangka korupsi pemberian kredit BRI Agroniaga Cabang Rantauparapat kepada 41 debitur pada tahun 2013 hingga 2015 sebesar Rp22.515.000.000,” tutur Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu, Sumanggar Siagian kepada wartawan, Sabtu (8/12). Sumanggar mengatakan, tersangka ditangkap dilokasi persembunyiannya di kawasan Perumahan Harapan Indah, Kelurahan Pejuang Kecamatan Medan Satria, Bekasi, Jawa Barat.


“Penangkapan dilakukan karena penyidik telah mengirimkan surat panggilan sebanyak tiga kali. Namun hal itu tidak digubris tersangka yang berstatus PNS di Kementerian Pertanian,” jelas Sumanggar.

“Padahal penyidik Kejatisu sudah menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka pada pertengahan September 2018 lalu,” sambungnya. Penangkapan tersangka dipimpin langsung Ketua Tim Penyidik Pidsus Kejatisu, Isnayanda. Dalam pelariannya, tersangka coba menghilangkan jejak dari kejaran penyidik dengan membuat identitas palsu.

Itu terbukti, ditemukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atas nama Suwandi asal daerah Tangerang yang digunakan tersangka. “Kita telah mengintai tersangka ini selama tiga bulan. Dan sesuai dengan KUHPidana, kita juga telah melayangkan panggilan sebanyak tiga kali hingga dilakukan penjemputan paksa,” sebut Sumanggar.

Selain Mulyono, ada tiga tersangka yang sudah berhasil ditangkap dan ditahan. Ketiganya masing-masing, dua mantan Kepala Cabang BRI Agro Rantau Prapat, Kukuh Apra Edi dan Wan Muharammis serta Beni Siregar selaku rekanan. “Selanjutnya kita akan titipkan tersangka ke Tanjunggusta selama penahanan 20 hari kedepan,” pungkasnya.

Modus yang dilakukan para tersangka, mengajukan sejumlah dokumen pengajuan pinjaman ke BRI Agro. Saat itu, Mulyono dan Beni Siregar membawa sejumlah dokumen yang bukan atas kepemilikannya kepada pihak BRI Agro Rantauprapat Oleh pihak BRI, pinjaman itu disetujui secara bertahap pada tahun 2013-2015. Jumlahnya kala itu mencapai Rp22,5 miliar.

Saat persetujuan pinjaman, pimpinan cabang BRI Agro Rantauprapat waktu itu dipimpin Kukuh Apra Edi dan Wan Muharammis. Namun pada saat pembayaran, para tersangka justru melarikan diri.(man/ala)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *