Calhaj Medan Dapat Uang Saku dari APBD

Metropolis

MEDAN- Sekitar 2.800 jamaah calon haji (Calhaj) asal Medan bersorak gembira di Asrama Haji Medan, Jumat (23/9). Pasalnya, Wali Kota Medan, Rahudman Harahap menjanjikan bantuan 100 riyal per jamaah yang akan diberikan sebelum berangkat ke tanah suci.

“Banyak jamaah membisikkan pada saya, setiap tahun hanya dibantu tas dan sarung. Makanya untuk tahun ini seluruh jamaah kita bantu 100 riyal per orang, sekadar membeli air zam-zam. Bantuan ini akan dialokasikan dari APBD dan setelah kita hitung-hitung, Pemko Medan mampu melakukan itu,” kata Rahudman.


Rahudman mengingatkan, keberangkatan haji merupakan berkah. Dengan bersyukur diharapkan mampu mengerjakan ibadah haji dengan sehat dan mempersiapkan fisik dan mental sebelum berangkat. “Yang terpenting sebelum berangkat harus mensucikan hati dulu,” ucapnya.

Ke depan, Rahudman akan memperjuangkan penambahan kuota haji asal Medan ke Kementerian Agama RI “Mudah-mudahan harapan ini terpenuhi sehingga tahun depan kuotanya bisa ditambah dan akan kita prioritaskan bagi calhaj yang lanjut usia,” tegas Rahudman.

Turut hadir, Wakil Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Sekda Kota Syaiful Bahri, Ketua DPRD Amiruddin, Ketua MUI Medan M Hatta, Kepala Kantor Kemenag Sumut Syariful Mahya Bandar juga Kepala Kantor Kemenang Medan Abdul Rahim serta beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Medan dan ustad KH Ridwan Hamid yang sekaligus memberikan tausiyah dalam kegiatan itu.

Tepung tawar 2.800 calhaj asal Medan ini diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, bekerja sama dengan Pemko Medan. Ketua Panitia Kegiatan, Burhanuddin Damanik menyebutkan, kegiatan ini merupakan rangkaian dua kegiatan yang dikemas menjadi satu dan digelar setiap tahun. Selain mempererat jalinan silaturahim antar umat Islam di Medan, acara ini untuk memberikan doa restu kepada calhaj kota Medan yang akan berangkat.

Kepala Kantor Kemenag Medan, Abdul Rahim menyebutkan dari manasik haji yang dilakukan pihaknya telah diikuti sebanyak 2.589 calhaj asal 21 kecamatan di Medan. Data ini katanya belum termasuk calhaj dalam daftar tambahan. Secara rinci disebutkannya dari 2.589 calhaj terdiri dari 1.104 calhaj laki-laki dan 1.485 calhaj wanita. “Keseluruhan calhaj di Medan mendapatkan 14 kloter keberangkatan yang akan dimulai dari tanggal 2 Oktober mendatang,” cetus Abdul Rahim.

Dalam kesempatan itu dikatakannya juga, saat ini daftar tunggu calon jamaah haji di Medan sudah mencapai sebanyak 28 ribu orang. Dan tentu saja jika diperkirakan dengan kuota yang diberikan dari Kementerian Agama, maka daftar tunggu ini bisa sampai tujuh tahun yakni tahun 2018. “Daftar tunggu memang sudah sangat padat. Jika mendaftar tahun ini maka baru akan berangkat tujuh tahun lagi, makanya kita sangat mengharapkan agar kuota jamaah haji di Medan bisa ditambah,” sebut Abdul Rahim.

Ketua MUI Kota Medan, M Hatta menyebutkan keberangkatan haji merupakan momen bagi semua calon jamaah haji untuk persaksikan berbagai manfaat dalam ibadah haji. “Ambillah manfaat dari pertemuan akbar ini agar dapat meningkatkan keimanan diri kita, ambillah manfaat dari keberangkatan haji ini untuk bisa membangun kota kita,” terang Hatta.

Diimbau Divaksin Influenza
Pemerintah Arab Saudi menyarankan kepada Pemerintah Republik Indonesia agar para calhaj diwajibkan diberi vaksin influenza. Hal itu terungkap saat pertemuan antar anggota DPD RI, Kemenag Sumut, Imigrasi, maskapai penerbangan Garuda dan Dinkes Sumut, di Asrama Haji, Medan, Jumat (23/9) siang.

Kasi Wabah Dinas Kesehatan Sumut, Suhadi, mengatakan pemerintah Arab Saudi menyarankan calhaj diberi suntik influenza. Dalam pertemuan itu, Anggota DPD RI, asal Sumut, Prof Darmayanti mengaku adanya keluhan masyarakat kalau vaksin itu mengeluarkan biaya lagi sebesar Rp125 ribu. “Keluhan masyarakat kalau pakai tidak pakai vaksin influenza itu tetap juga terkena. Dinas Kesehatan menyarankan agar vaksin ini disatukan dengan vaksin meningitis dengan harga yang standard,” kata Darmayanti.

Menurutnya, dengan keluhan masyarakat dan saran dinas kesehatan ini, pihaknya harus bersikap adil. “Kita baru menerima aspirasi. Akan kita bahas Senin depan mengenai hal dengan Menteri Agama,” ujarnya.

Suhadi mengatakan, pemerintah belum mewajibkan vaksin influenza ini secara nasional, selain vaksin meningitis. “Tapi kalau masing-masing daerah punya dana dan yang diberikan melalui APBD daerah itu sendiri tidak menjadi masalah. Kalau tidak ada dananya, tidak ada paksaan buat terserah kab/kota,” terangnya.
Mengenai vaksin influenza, Suhadi mengatakan, pihaknya belum memberikan surat resmi kepada kab/kota, hanya saja berupa imbauan. “Belum ada surat dari pusat mengenai hal ini, tetapi kita sudah memberikan imbaun,” ujarnya.

Vaksin Influenza berguna meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit ini saat berada di lingkungan dengan cuaca ekstrim. Bila jamaah yang sudah divaksin terserang flu, akan lebih ringan dan tidak sampai parah dan mengganggu ibadah. Disinggung mengenai vaksin meningitis, ditambahkan Suhadi, 98 persen calhaj sudah divaksin, hanya Madina yang belum. “Sejauh ini Kabupaten Madina saja yang belum, tetapi Senin depan, para calon haji Kabupaten Madinan sudah melaksanakannya,” ucap Suhadi.

Suhadi juga menyarankan agar para calhaj menerapkan pola hidup bersih dan sehat. “Paling disarankan banyak minum walau tidak haus karena kelembaban udara disana paling tinggi 60 persen. Sedangkan di Indonesia, kelembabannya 80 sampai 85 persen,” imbau Suhadi.

Suhadi menjelaskan, kemungkinan dehidraasi bisa saja dialami calhaj jika calhaj jarang minum, walaupun calhaj itu tidak diare. “Jamaah harus lebih disiplin dan lebih banyak minum ini saat ditanah suci nanti,” pungkasnya. (adl/jon)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *