CCTV Ruangan Dewan Hanya Pajangan

Metropolis
Foto: TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
Gedung DPRD Medan di jalan kapten Maulana Lubis Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kejahatan bisa terjadi bukan saja karena ada niat si pelaku, tapi kejahatan juga bisa terjadi karena ada kesempatan. Waspadalah…

Begitu juga di kantor DPRD Medan, saat ini rawan maling.


Pengawasan keamanan di kantor wakil rakyat itu diduga sangat lemah. Banyak CCTV yang terpasang, namun banyak pula tidak berfungsi. Anehnya lagi, ruang monitor untuk memantau kamera pengintai itu pun tidak ada, sehingga terkesan CCTV cuma jadi pajangan.

Seperti di ruang kerja pribadi Anggota Komisi A DPRD Medan, Rajuddin Sagala di lantai 4 Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dijebol maling. Kata Rajuddin, Rabu (18/1), meski tidak ada barang berharga hilang, tetapi di ruang kerja pribadinya itu banyak tersimpan berkas-berkas penting dan berharga.

Melihat aksi nekat maling di DPRD Medan yang sudah keterlaluan tersebut, Rajuddin Sagala meminta sekretariat dewan memperketat pengawasan dan sistem keamanan di DPRD Medan. “Ini tidak bisa dibiarkan. Ini tanggungjawab Sekwan. Anggaran keamanan di sekretariat dewan sangat besar tetapi tidak difungsikan secara maksimal. Mengapa CCTV pun bisa hilang. Persoalan kehilangan pun sudah sering dilaporkan tetapi tidak ada tanggapan,” kata Anggota Komisi A ini.

Ia merasa kecewa, karena ruang kerja pribadinya bisa dijebol. Padahal, letaknya di lantai 4. “Memang tidak ada barang berharga yang hilang, tetapi bagaimana kalau berkas penting yang hilang,” kesalnya.

Dirinya menyesalkan sistem kerja di sekretariat dewan tidak memiliki ukuran keamanan yang jelas. Dia menuding Sekwan kurang memerhatikan kinerja anak buahnya. Dicontohkannya, banyak CCTV yang tidak berfungsi, ruang monitor CCTV juga tidak ada.

“Kan aneh juga, CCTV dipasang di setiap sudut dan lantai. Tetapi ruang monitornya tidak ada. Nampak kali CCTV ini tidak berfungsi dan hanya menjadi pajangan. Pembelian CCTV ini terkesan hanya untuk menghabiskan anggaran,” kata Rajuddin.

Politisi PKS ini juga minta rekrutmen tenaga honor cleaning service harus ditinjau ulang. “Kita bukan tidak percaya dengan tenaga honor cleaning service, tetapi jumlah mereka lah yang lebih banyak yang ditempatkan di setiap lantai. Pada saat pulang jam kantor, sebaiknya mereka diperiksa satu per satu. Di sisi lain harus ada pengawas petugas cleaning service ini,” imbaunya.

Sebelumnya, maling pernah menggasak laptop baru milik Umi Kalsum, anggota dewan dari Fraksi PDIP. “Laptop milik saya itu tersimpan di lemari yang berada di ruang kerja Ketua Fraksi PDIP Hasyim. Kunci lemari Pak Hasyim tidak rusak, tetapi laptop saya hilang,” kata Umi Kalsum. Tidak hanya kehilangan laptop, Umi Kalsum juga kehilangan satu buah handphone di ruang musala.

Umi Kalsum meminta agar pengawasan keamanan di DPRD Medan bisa diperketat. “Saya yakin maling akan semakin leluasa beraksi di DPRD Medan ini jika kasus-kasus kehilangan yang menimpa anggota dewan ini tidak segera ditindaklanjuti dan tidak diproses,” sebutnya.

Aksi maling ini juga pernah menimpa seorang camat saat mendatangi gedung DPRD Medan. Saat camat tersebut salat di ruang musala lantai 2, sepatunya raib. Tak hanya itu saja korbannya, juga dialami Ketua Fraksi PPP, Abdul Rani. Ia kehilangan dua unit handphone. Tidak puas menggasak barang-barang milik tamu dan milik anggota dewan, maling juga beraksi menggasak CCTV.(prn/ila)

 

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *