Cerita Berbeda

World Soccer

Shakhtar  vs Dortmund

DONBASS Arena bukan stadion yang angker bagi Borussia Dortmund. Di ajang serupa tujuh Agustus 2001 silam, Dortmund bisa menang 0-2 di sana. Musim ini, setelah 12 tahun berlalu, Dortmund kembali melawat ke Donbass Arena di leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Tapi kali ini ceritanya bisa berbeda.


Kepercayaan diri anak asuh Juergen Klopp meningkat di ajang ini. Di fase grup mereka tergabung dengan Real Madrid, Manchester City dan Ajaz Amsterdam. Luar biasa, Lewandowski dkk tak terkalahkan dan bisa lolos sebagai juara grup.

Kehebatan Dortmund bukan pekerjaan satu dua bulan. Sejak ditangani Klopp, Dortmund berbenah secara menawan dalam kurun tiga-empat tahun. Dua musim terakhir mereka memutus dominasi Bayern Munchen dengan dua gelar. Tapi musim ini kans untuk hat-trick juara sudah sulit terealisasi sebab selisih poin dengan Munchen cukup menganga. Apalagi akhir pekan lalu mereka kandas telak 1-4 di kandang sendiri dari Hamburg SV.  Makanya Dortmund kini mengalihkan trofi ke Liga Champions. Sebuah target berat yang sudah diputuskan.

“Itu adalah kekalahan yang menyakitkan karena kami tak seharusnya membiarkan empat gol masuk di depan pendukung sendiri,” ucap gelandang Dortmund, Nuri Sahin seperti dilansir Reuters.

Juergen Klopp juga sudah melupakan kekalahan menyedihkan itu. Ia yakin timnya bakal mendapatkan hasil bagus di Ukraina. “Hari Sabtu lalu hanyalah salah satu hari yang buruk. Rabu akan menjadi cerita yang berbeda. Segalanya akan menjadi lebih baik,” beber Klopp.

Tentu tak semudah membalikkan telapak tangan untuk mengalahkan Shakhtar. Mereka mencapai fase knock out setelah lolos sebagai runner up grup E. Di dalam grup itu ada Juventus, Chelsea dan Nordsjælland. Bersama Juventus, mereka pun melaju. Sang juara bertahan Chelsea bahkan disingkirkan ke Europa League.

Di liga utama Ukraina, Shakhtar pun mantab di puncak klasemen. Mereka memimpin klasemen dengan 51 anga, unggul 13 poin atas Dnipro Dnipropetrovsk yang ada di posisi dua. Catatan itu diperoleh setelah Shakhtar menang 17 kali dalam 18 pertandingan. Catatan memasukkan-kemasukan mereka pun luar biasa: mencetak 52 gol dan hanya kebobolan 9 gol.

Melihat statistik yang dirangkum Soccerway, Shakhtar punya kekuatan tajam di barisan belakang striker. Ada nama gelandang asal Armenia, Henrikh Mkhitaryan yang sudah bikin 18 gol 17 laga. Gelandang lainnya, Alex Teixeira juga patut diwaspadai. Pemain Brasil itu mencetak delapan gol dari 17 laga. Uniknya barisan striker Shakhtar belum ada mencetak gol lebih dari delapan. Nama-nama Luiz Adriano, Eduardo Da Silva, M Devic belum begitu dominan di kotak penalti lawan. Baru Adriano dan Eduardo yang bisa buat empat gol. Eduardo bahkan baru buat satu gol dari 10 laga.

Tak heran jika akhirnya manajemen merekrut striker pada bursa transfers Januari lalu. Bahkan Shakhtar mencetak rekor transfer dengan mendatangkan Taison, striker asal Brasil yang sebelumnya main di Metalist Kharkiv. Harga Taison mencapai  15,2 juta Euro dan itu menjadi rekor transfer antar dua klub Ukraina.

Jika kondisinya fit, bisa jadi Taison bakal melakoni debut. Dan itu bakal menjadi senjata rahasia pula bagi tuan rumah. Selain nama-nama seperti Mkhitaryan, Teixeira, Taison juga harus dikawal ketat. Tentu saja laga ini juga menjanjikan pertarungan seru bukan. (ful)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *