Cinta Segitiga SPG Popok Bayi Berujung Maut, Tak Terima Diputuskan, Terdakwa Habisi Nyawa Korban

Hukum & Kriminal
DIKAWAL: Sofyan Wahid, pembunuh Indri Lestari, dikawal jaksa setelah selesai menjalani persidangan.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Indri Lestari (40) yang tewas mengenaskan dengan luka tusukan sebanyak 22 liang memiliki paras yang cantik. Namun sayang, hidupnya tidak seindah parahnya. Ia ditemukan tewas mengenaskan dalam keadaan bugil.

Indri menjadi korban pembunuhan dan pencurian. Pelakunya Sofyan Wahid. Ia sukses melarikan sepedamotor korban.


Majelis Hakim Pengadilan Negeri Binjai kembali menggelar sidang pembunuhan dengan Terdakwa Sofyan Wahid (39) di Ruang Cakra, kemarin (2/4). Sidang kali ini beragenda mendengar keterangan saksi dari adik sepupu korban, Markos Prastia warga Simpang Kramat, Binjai Selatan.

Ketua Majelis Hakim, Fauzul Hamdi Lubis memimpin jalannya sidang. “Korban kakak sepupu saya yang ditemukan tewas di Perumahan Wahidin. Itu rumah saya,” ujar Markos, saksi tambahan yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nova Sebayang dalam sidang usai diambil sumpahnya.

Secara pribadi, saksi tidak mengenal terdakwa. Markos sekarang menetap di Simpang Keramat, Binjai Selatan.

“Dari awal tahun 2016 sampai Agustus 2018 saya di rumah itu (TKP penemuan jasad korban). Lalu pindah,” ujar dia.

Selama rumah kosong, ujar Markos, korban yang selalu membersihkannya. Artinya, korban yang merawat rumah tersebut. “Semua barang dibawa. Kasur saja yang ditinggal di kamar belakang,” ujar saksi.

Dedy, hakim anggota I dipersilahkan Ketua Majelis Hakim bertanya kepada Markos. Sepengetahuan Markos, korban hanya berteman-teman saja dengan terdakwa.

“Saya nggak kenal sama dia (terdakwa). Setahu saya bekawan-bekawan saja. Kedekatannya dari kapan, saya juga enggak tahu,” kata Markos.

Mendengar itu, Hakim Dedy berusaha menggali lebih dalam keterangan saksi. “Ceritakan sesungguhnya, saudara sudah disumpah. Biar terang benderang kasus ini,” ujar Hakim Dedy.

Akhirnya Markos mengaku, korban dan terdakwa sudah berpacaran.

“Awalnya dia (terdakwa) mengaku lajang (kepada korban). Belakangan diketahui sudah ada bini (istri). Terus karena tahu, kakak sepupu (korban) saya meninggalkan dia,” ujar Markos.

“Sesudah itu, tidak ada cerita lagi kakak sepupu. Dia juga berusaha nelpon terus, tapi nggak dijawab kakak saya,” sambung Markos.

Korban tahu bahwa pelaku sudah memiliki istri saat akan bertunangan. “Untuk berfikir nikah, enggak pernah tahu saya. Karena ketahuan sudah ada istri, enggak jadi (bertunangan). Kakak saya yang memutuskan,” ujar saksi.

Karena ketahuan sudah berstatus sebagai kepala keluarga hingga ditinggalkan, kata Markos, terdakwa mengancam korban.

Terlebih lagi, korban juga merajut hubungan asmara dengan Roy yang tinggal di Tanahseribu, Binjai Selatan. Hubungan dengan Roy dirajut korban usai memilih putus dari terdakwa. Uniknya, Roy dan terdakwa bekerja di tempat yang sama sebagai Sekuriti PT Musimas. “Kalau kau sama orang lain, saya bunuh kau,” ujar Markos menirukan ucapan korban yang sedikit mencurahkan isi hatinya kepadanya.

Menurut saksi, Roy bermukim di Jalan Sei Batanghari, Lingkungan V, Kelurahan Tanahseribu, Binjai Selatan. Saksi menambahkan, awal mula korban kenal dengan Roy ketika terdakwa meminjam telepon genggam milik Roy.

Saat itu, terdakwa tidak memiliki pulsa untuk menghubungi korban. Uniknya lagi, Roy pernah merajut hubungan asmara sebelum korban berpacaran dengan terdakwa.

“Saya jarang jumpa sama Roy. Setelah kejadian, ada jumpa. Tapi enggak pernah (Roy) cerita tentang korban,” ujar Markos.

Bahkan, sambung Markos, Roy menyempatkan diri datang ke rumah duka saat malam tahlilan. Saat itu, menurut saksi, Roy terus menangis. “Tidak ada cerita tentang dia (korban) waktu tahlilan,” aku Markos.

Markos menyebut, korban berkepribadian baik. Menurut Markos, kakak sepupunya juga tidak cantik dan tidak jelek pula. Dia menduga, yang jatuh hati kepada kakaknya adalah Roy. Selain Roy, tidak ada.

Mendengar keterangan saksi, Hakim Dedy meminta agar JPU Pengganti Benny Surbakti dapat menghadirkan Roy sebagai saksi tambahan.

“Roy ada kemungkinan pemicu. Roy dapat dijadikan saksi tambahan. Tolong dihadirkan ya Pak Jaksa,” jelas Hakim Dedy dalam persidangan.

“Bisa jadi, episode macam film-film itu. Cinta segitiga. Roy kawan terdakwa bertugas di Musimas,” tambah Hakim Dedy.

Usai saksi mendengar keterangan, majelis hakim mempersilahkan terdakwa menanggapi. “Tidak benar pak. Saya sama dia kenal. Bahkan minta tolong sama saya waktu dia (saksi) enggak pulang-pulang,” ujar terdakwa berkilah.

Terdakwa Sofyan menjalani sidang pertama dari tahan lainnya. “Sidang ditutup yang dilanjutkan pada 9 April 2019 dengan agenda mendengarkan keterangan saksi Roy,” ujar Ketua Majelis Hakim sembari mengetuk palu tiga kali.

Dengan mendapat pengawalan ketat petugas kepolisian, Terdakwa Sofyan langsung dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Binjai usai sidang.

Diketahui, korban yang berstatus janda anak satu ditemukan tewas bersimbah darah dalam keadaan bugil di Perumahan Royal Wahidin Blok E, Jalan Danau Batur, Kelurahan Sumbermulyo Rejo, Binjai Timur, Minggu (21/10) lalu. (ted/ala)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *