Covid-19 Sumut: 19 Daerah Sumbang Kasus Baru

Sumatera Utara

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) masih terus bertambah. Tercatat, sebanyak 86 kasus baru kembali didapatkan, berasal dari 19 kabupaten/kota di Sumut, Selasa (1/12).

PAPARKAN: Jubir GTPP Covid-19 Sumut dr Aris Yudhariansyah saat memaparkan data kasus Covid-19 di Sumut, Selasa (30/6) sore.
PAPARKAN: Jubir GTPP Covid-19 Sumut dr Aris Yudhariansyah saat memaparkan data kasus Covid-19 di Sumut, Selasa (30/6) sore.

“Saat ini angka akumulasi kasus konfirmasi positif Covid-19 di Sumut naik menjadi 15.671 orang,” ungkap Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut, dr Aris Yudhariansyah, Selasa sore.


Aris menjelaskan, dari 19 Kabupaten/Kota yang melaporkan penambahan kasus baru tersebut, jumlah terbanyak berasal dari Kota Medan dengan 27 orang. Kemudian diikuti oleh Siantar 13 orang, Deliserdang 11 orang dan Asahan 8 orang. Selanjutnya, masing-masing 4 orang dari Tebingtinggi dan Langkat.

Berikutnya, 3 orang dari Pakpak Bharat, serta 2 orang dari Binjai, Sibolga, Labuhanbatu dan Toba. “Sisanya, masing-masing 1 orang diperoleh dari Tanjung Balai, Karo, Tapanuli Selatan, Dairi, Mandailing Natal, Samosir, Serdang Bedagai dan Labuhanbatu Utara,” papar Aris.

Terhadap angka kesembuhan, Aris menerangkan, terjadi penambahan sebanyak 86 orang, sehingga akumulasinya menjadi 13.009 orang. Penambahan penderita Covid-19 yang sembuh ini terbanyak didapatkan dari Kota Medan 49 orang. Kemudian 11 dari Tapanuli Selatan, 7 dari Dairi, 5 dari Binjai dan Humbang Hasundutan. Lalu, 3 dari Deliserdang. Serta masing-masing 1 orang dari Karo, Simalungun dan Serdang Bedagai.

Untuk angka kematian, terjadi penambahan 2 kasus menjadi 617 orang. Keduanya, berasal dari Kabupaten Dairi. “Dari data ini, diketahui angka kasus aktif menjadi 2.045, naik dari sebelumnya 2.040 orang,” beber dia.

Aris melanjutkan, terhadap kasus suspek terjadi penurunan tujuh kasus menjadi 573 orang. Angka ini didapatkan dari penurunan sebanyak 5 kasus dari Medan, 3 kasus dari Simalungun, dan penambahan 1 kasus di Serdang Bedagai.

Aris menegaskan, semangat mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 harus terus tetap dijaga. Sebab penderita baru Covid-19 masih didapatkan di masyarakat, termasuk yang meninggal dunia. “Pandemi Covid-19 belum usai, dan saat ini kita hidup berdampingan. Marilah terus melaksanakan protokol kesehatan dengan selalu memakai masker, cuci tangan menggunakan sabun serta hindari kerumunan. Selain itu, tingkatkan imunitas tubuh dengan berolahraga yang telah atur, istirahat yang cukup, makan makanan yang bergizi serta mengonsumsi vitamin,” pungkasnya.

Zona Kuning

Berdasarkan laporan yang dikeluarkan Satgas Covid-19 melalui situs covid19.go.id, terjadi perubahan terhadap zonasi risiko di Sumut per 29 November 2020. Sebelumnya zona kuning (risiko rendah) didapatkan pada Kabupaten Nias, Nias Barat, dan Asahan. Kini, berganti menjadi Nias Barat, Nias Selatan dan Tapanuli Utara.

Terhadap Kabupaten Nias dan Asahan yang sebelumnya berada pada zona kuning, naik menjadi menjadi zona orange (risiko sedang). Sedangkan untuk Kota Gunung Sitoli, sebelumnya zona merah (risiko tinggi), statusnya turun menjadi zona orange.

Ajak Masyarakat Swab Test

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengaku prihatin dengan kondisi sejumlah tokoh maupun masyarakat yang kini terpapar Covid-19. Teranyar salah satunya menimpa Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Edy pun mengajak masyarakat untuk mendoakan seluruh warga yang saat ini terpapar virus Corona, agar dapat segera sembuh. Sebab menurutnya penularan Covid-19 tidak pernah memandang pangkat dan jabatan seseorang.

“Ya semoga cepat sembuh semua rakyat Indonesia. Jangankan Anies, saya pun bisa kena. Karena banyak kontak erat dengan banyak orang, sering kunjungi rumah sakit,” kata Gubsu Edy menjawab wartawan di Rumah Dinas Gubernur, Medan, Selasa (1/12).

Mantan Pangkostrad itu mengaku telah 17 kali melakukan swab test atau tes usap guna mengetahui kondisi kesehatannya dari virus Corona. Ia menyebut, tes usap yang dilakukannya tanpa diketahui oleh banyak orang.

“Saya sudah 17 kali swab. Tapi orang tak boleh tau. Yang jelas setelah negatif, baru saya umumkan. Kalau positif tak mau saya umumkan, nanti kalian ribut, dimuat di mana-mana,” seloroh dia.

Bahkan dampak pandemi Covid-19, Edy pun mengaku tak lagi bisa melihat orangtuanya yang telah lanjut usia. Khawatir dirinya bisa menularkan virus tersebut.

“Sampai saat ini, ibu saya tak terlihat saya lagi. Karena saya takut, ibu saya sudah lanjut usia, dan saya sering kontak erat dengan banyak orang,” ungkapnya.

Maka Edy pun mengajak 16 juta masyarakat Sumut agar mau rutin melakukan uji swab demi memutus mata rantai penularan Covid-19. Apalagi kata dia saat ini Sumut sudah memiliki 21 laboratorium yang dapat menerima 2.800 spesimen uji swab setiap harinya.

“Saat ini kita masih di bawah itu. Kesulitan kita, rakyat kita masih enggan mau melakukan swab. Saat ini pemeriksaan swab masih prioritas orang yang masuk di rumah sakit. Di kampung, di kecamatan yang ada di daerah, mereka belum mau. Jadi ini butuh edukasi dan sosialisasi,” pungkasnya.

Seperti diketahui, tren kasus Covid-19 di Sumut dalam seminggu terakhir cenderung mengalami penurunan. Data dari Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, kasus terkonfirmasi positif menurun sedangkan kesembuhan meningkat.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah, mengungkapkan kasus positif dalam seminggu terakhir (23-29 November) mencapai 603 kasus. Angka ini sedikit mengalami penurunan dibanding dengan seminggu sebelumnya (16-22 November) yang berjumlah 612 kasus. “Rata-rata jumlah kasus positif per hari dalam 14 hari terakhir sebesar 86,8 kasus,” ungkapnya, Senin (30/11).

Disebutkan dia, terkait kasus aktif pada seminggu terakhir (20-26 November) jumlahnya 17 kasus. Jumlah ini juga menurun dari seminggu sebelumnya (13-19 November) yang berjumlah 47 kasus. Begitu pula dengan jumlah spesimen diperiksa. Berbeda dengan tambahan kasus meninggal akibat Covid-19, sambung Aris, dalam seminggu terakhir (23-29 November) mencapai 17 kasus. Jumlah tersebut masih tetap dibanding dengan seminggu sebelumnya (16-22 November).

Dia menuturkan, sesuai data pada Minggu (29/11) jumlah kasus aktif sebesar 13,2% (2.040 orang), sembuh 82,9% (12.856 orang) meninggal 3,9% (612 orang). Apabila dibandingkan dengan angka nasional, kasus aktif Covid-19 di Sumut masih jauh di bawah angka nasional yaitu 13,4% dan sembuh 83,4%. Sedangkan meninggal dunia masih melebihi nasional yaitu 3,1%.

“Kasus aktif 13,2%, menurun 0,4 poin dibanding keadaan seminggu yang lalu (22 November 2020) 13,6%, dan angka kematian 3,9% menurun 0,1 poin dengan keadaan seminggu sebelumnya yaitu 4,0%. Untuk angka kesembuhan 82,9% meningkat 0,5 poin dibanding keadaan seminggu yang lalu (22 November) yaitu 82,4%,” sebut dia.

Koordinasi Vaksin Covid

Terkait vaksinasi Covid-19 secara nasional, Pemerintah Pusat saat ini tengah melakukan tahap finalisasi untuk menentukan daerah prioritas yang akan memperoleh vaksin. Penentuan prioritas mempertimbangkan berbagai aspek, seperti jumlah kasus, penduduk, luas wilayah dan lainnya.

Hal ini Aris Yudhariansyah saat live streaming update Covid-19 Sumut di Media Center Satgas Covid-19 Sumut, Lantai 6 Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Senin (30/11).

“Satgas Penanganan Covid 19 Provinsi Sumatera Utara terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat, terkait persiapan vaksinasi Covid-19 yang akan dilakukan di Sumut. Persiapan ini terdiri dari penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM), hingga pendistribusian logistik,” ujar Aris.

Aris juga menjelaskan, bahwa SDM yang dibutuhkan tentunya akan menyesuaikan dengan jumlah orang yang akan divaksinasi, dimana Pemerintah Provinsi Sumut telah selesai melaksanakan pelatihan bagi tenaga vaksinator vaksin Covid-19.

“Harapannya ketika nanti dilaksanakannya vaksinasi vaksin Covid-19 secara nasional, Sumut telah siap melaksanakan,” terangnya. (ris/prn)

loading...