Crispy Pora-pora Raih Nomine SNI Award

Ekonomi

MEDAN-  CW Crispy Pora-pora Danau Toba meraih piala Nomine SNI Award 2012 dari Badan Standarisasi Nasional (BSN), yang diserahkan Menristek Prof Dr Gusti Hatta pada malam penganugerahan SNI Award 2012, di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (13/11).

Perusahaan yang mengelola makanan ringan asal Deliserdang ini satu-satunya wakil dari Sumut yang meraih piala Nomine SNI Award 2012 dari ratusan peserta yang mendaftar dari propinsi ini.


PENGHARGAAN:Direktur Utama CV Crispy Pora-pora Danau Toba, Ir Parlin Manihuruk memegang penghargaan  diterimanya.
PENGHARGAAN:Direktur Utama CV Crispy Pora-pora Danau Toba, Ir Parlin Manihuruk memegang penghargaan yang diterimanya.

Menurut Direktur Utama CV Crispy Pora-pora Danau Toba, Ir Parlin Manihuruk, penghargaan ini merupakan kebanggaan bagi Propinsi Sumut,  karena berhasil meraih piala Nomine SNI Award 2012 bersama puluhan perusahaan se-Indonesia dari ribuan yang mendaftar.

“Tahun depan saya menargetkan Crispy Pora-pora meraih penghargaan yang lebih tinggi, yakni piala SNI Award, yang tahun ini dimenangkan 6 perusahaan se-Indonesia,” kata Parlin dalam konferensi persnya, di Medan, Senin (19/11).

Menurut Parlin, ada sejumlah tahapan untuk dapat meraih piala SNI Award mapun sebagai nominasi. Pertama seleksi administrasi, kelayakan usaha, organisasi dan pemasaran. Tahap terakhir adalah survei oleh tim dewan juri dari Jakarta ke pabrik Crispy Pora-pora di Parapat. Semua proses ini berlangsung selama sekitar 5 bulan.
Dari ratusan yang mendaftar dari Sumut, pada tahap seleksi administrasi tinggal puluhan. Pada tahap wawancara soal kelayakan usaha, organisasi dan pemasaran, tinggal 7 perusahaan. Ketujuh perusahaan ini, termasuk PTPN III.

“Pada tahap akhir, hanya Crispy Pora-pora dari Sumut yang meraih Nomine SNI Award, sedangkan untuk piala  SNI Award 2012 tidak ada dari Sumut,” terang Parlin.
Dengan diraihnya piala Nomine SNI Award ini, papar Parlin, maka secara otomatis Crispy Pora-pora mendapatkan sertifikasi SNI dari BSN. Hal ini tentunya sangat membanggakan, karena salah satu produk makanan khas asal Sumut ini diakui secara nasional.

Parlin juga menceritakan bahwa usaha yang dikelolanya ini baru berjalan sekitar 2 tahun. Ada 5 hal yang memotivasnya membuka usaha makanan ringan ini. Pertama, membuka lapangan kerja dan mengurangi pengangguran. Kedua, membantu pemerintah dalam mengantisipasi terjadinya krisis pangan.

Ketiga, terangnya, manambah aneka jenis makanan khas dari Sumut. Keempat, ikut serta dalam gerakan cinta lingkungan. “Dengan membudidayakan ikan pora-pora, maka ikut menjaga kebersihan Danau Toba. Karena, ikan ini tidak bisa hidup di air yang kotor atau tercemar,” ujarnya. Terakhir, lanjut Parlin, menumbuhkan gerakan ekonomi kerakyatan. “Dengan usaha ini, dapat membuka usaha lainnya, seperti ternak ayam atau bebek, yang pakannya dari ampas ikan pora-pora. Minyak sisa gorengan Crispy Pora-pora ini bisa dibuat menjadi sabun,” katanya.  (rel/mea)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *