CSR Asian Agri Berdayakan Potensi Ternak Bebek Petelur di Asahan

Sumatera Utara

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Asian Agri, sebagai perusahaan perkebunan yang merupakan bagian dari grup Royal Golden Eagle (RGE), mengelola group perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan sumber daya alam dan beroperasi secara global, mengupayakan keberadaannya dapat memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan dimana perusahaan beroperasi, berupaya untuk mengembangkan konsep ekonomi kreatif di tengah masyarakat.

BANTUAN: Manager Kebun Batu Anam, M Qaddafi Panjaitan menyerahkan bantuan ternak bebek petelur di Desa Sidomulyo oleh kepada kepala Desa Sidomulyo, Sunardi.

Oleh karena itu, Asian Agri melalui unit bisnis PT Gunung Melayu dan PT Saudara Sejati Luhur (PT GM & PT SSL) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan potensi ekonomi masyarakat desa di sekitar perusahaan.


Kali ini, PT GM & PT SSL membantu 225 ekor bebek petelur untuk masyarakat kaum duafa di 3 desa, yaitu 100 ekor di Desa Batu Anam, 40 ekor di Desa Sidomulyo dan 85 ekor di Desa Gonting Malaha. Penyerahan dilakukan pada hari Senin (1/6) dan Rabu(3/6).

Ikut serta dalam pemberian bantuan, Manager Kebun Pulau Maria Frank SE Nadeak, Manager Kebun Batu Anam M Qaddafi Panjaitan dan coordinator CSR Asian Agri Sumut, Aris Yuneidi. Manager PT GM & PT SSL Kebun Pulau Maria, Frank SE Nadeak, menyatakan bantuan ini merupakan upaya perusahaan dalam memberdayakan masyarakat, terutama untuk kaum duafa.

“Biasanya kita memberikan bantuan sembako untuk kaum duafa dalam menyambut idul fitri, sekarang kita mengganti konsepnya dengan ekonomi kreatif. Sehingga bantuan yang diberikan dapat berkesinambungan. Sebelumnya kita sudah berkoordinasi dengan pihak desa dan tokoh masyarakat dan mereka mendukung konsep ini.” Ujarnya, Jumat (4/6).

Manager Kebun Batu Anam M Qaddafi Panjaitan menambahkan, sistem yang dibuat dalam usaha bebek petelur ini. Selain mendapatkan bantuan bebek, masyarakat juga dibantu dengan pakan sampai bebek menghasilkan.

“Kita memakai sistem bagi hasil antara pemelihara dan masyarakat duafa. Di luar biaya operasional nantinya keuntungan akan dibagi 50:50 antara pemelihara dan kaum duafa. Sehinga kaum duafa dapat memperoleh penghasilan berkelanjutan dari bantuan ini. Bantuan bebek yang diserahkan merupakan bebek yang sudah berumur sekitar 5 bulan dan lebih kurang 20 hari lagi akan bertelur, selama masa sebelum bertelur ini perusahaan memberikan bantuan pakan. Diharapkan setelah bertelur masyarakat bisa mandiri dalam operasionalnya,”tambah Qaddafi.

Menanggapi bantuan dari perusahaan ini, Sunardi, Kepala Desa Sidomulyo menjelaskan tantangan awal dari masyarakat terkait perubahan konsep

“Pada awalnya memang terjadi pergolakan di masyarakat mengenai pengalihan konsep ini. Mayarakat yang biasanya hanya menerima dalam bentuk sembako yang dalam beberapa hari akan habis. Kami dari pihak Desa menjelaskan bagaimana konsep yang diberikan perusahaan agar memperoleh penghasilan berkelanjutan sehingga akhirnya masyarakat mendukug program ini. Kami ucapkan terima kasih kepada PT GM & PT SSL yang telah memberikan bantuan dalam pengembangan ekonomi ini.

PT Gunung Melayu dan PT Saudara Sejati Luhur merupakan salah satu unit perusahaan yang tergabung ke Asian Agri Group. Setiap tahunnya Asian Agri memberikan CSR ke Desa sekitar operasional perusahaan , berbagai program terus dilaksanakan, mulai dari paket sembako untuk duafa di hari raya idul fitri dan natal, perbaikan jalan, peningkatan ekonomi masyarakat, bantuan untuk sekolah, lingkungan, pemeriksaan kesehatan, sunatan massal dan lain-lain.

“Perusahaan bersama desa mengajarkan masyarakat untuk mandiri, sehingga potensi yang ada di masyarakat kita dapat kita kembangkan bekerjasama dengan desa melalui program CSR,”tambah Aris Yuneidi. (rel)

loading...