Longsor di Samosir 2 Rumah dan 2 Mobil Tenggelam ke Danau Toba

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Bencana tanah longsor menerjang Dusun III, Desa Siboro, Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir, Rabu (3/5) dini hari sekira pukul 01.00 WIB.

Longsor yang terjadi di Tulas Desa Siboro Kecamatan Sianjurmulamula Kabupaten Samosir yang mengakibatkan dua unit rumah penduduk sekitar rusak parah dan dua mobil tenggelam ke Danau Toba.

Akibat peristiwa alam tersebut, sejumlah infrastruktur termasuk dua rumah dan dua mobil milik warga rusak dan tenggelam ke perairan Danau Toba,” ujar Kapolres samosir AKBP Yogie Hardiman, yang datang meninjau langsung lokasi bencana alam.

Kapolres juga mengatakan, bahwa kejadian bencana alam tanah tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun ditemukan luas lahan longsor mencapai ± 50 Meter dan 2 buah jembatan penghubung pemukiman warga rusak serta tenggelamnya ke Danau Toba

“Ada total empat keluarga terdampak bencana alam ini. Infrastruktur dua unit jembatan juga putus dan alat mesin penggiling milik warga berikut rumah dan mobil yang ikut hanyut tenggelam ke danau,” kata Kapolres Samosir AKBP Yogie Hardiman.

Adapun Identitas korban bencana tanah longsor yakni, Jeklin Siboro dimana rumah dan mobilnya serta penggilingan jagung mengalami kerugian mencapai Rp700 juta, dan Juwita Br Sagala mengalami kerugian 400 juta diantaranya rumah dan mobil pick up.

Meski tidak ada korban jiwa, Yogie meminta agar warga di sekitaran lokasi tetap siaga dan berhati-hati melihat belum adanya penanganan dari BPBD Samosir terhadap bencana alam tersebut. “Kita khawatirkan kejadian yang sama terjadi lagi bila tidak segera dilakukan penanggulangan,” ujarnya.

Sampai saat ini, tidak adanya akses jalan yang bisa dilewati kendaraan jenis roda dua maupun roda empat ke lokasi bencana. Yogie beserta rombongan hanya bisa berjalan kaki untuk menemui warga terdampak longsor. “Akses jalan putus total, tadi kita melaluinya dengan jalan kaki mengantarkan bantuan sembako bagi warga agar bisa dipakai sementara untuk keperluan mereka sehari-hari,” ucap Yogie.

Diduga, tanah longsor ini terjadi akibat curah hujan tinggi.”Kita berharap segera dinas terkait baik PUPR maupun BPBD memperbaiki ruas jalan dan jembatan yang hancur. Tembok penahan tanah juga bisa dibangun dengan cepat guna menghindari longsor lanjutan,” harap Yogie.

Jalinsum Sungai Bandar Durian Banjir

Satuan Lalu Lintas Polres Labuhanbatu gerak cepat menanggulangi kemacetan lalulintas dampak banjir yang melanda Jalinsum Kelurahan Bandar Durian Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Km 253-254 Medan-Rantauprapat, Rabu malam (3/5).

Curah hujan yang cukup tinggi sejak pada pukul 20.00 WIB hingga 24.00 WIB, mengakibatkan Sungai Bandar Durian meluap dan menggenangi badan jalan melebihi setinggi satu meter. Sehingga, jalan lintas sumatera tidak bisa dilewati oleh kendaraan.

Sebagian kendaraan truk yang memaksa melintasi banjir akhirnya mengalami mogok. Petugas Kepolisian yang berada di lokasi berusaha membantu evakuasi kendaraan untuk memperlancar arus lalulintas.

Guna mengantisipasi kemacatan arus lalulintas, personel Polres Labuhanbatu berjibaku mengatur kendaraan agar tetap berada di posisi aman.

Personel Sat Lantas Polres Labuhanbatu juga membantu mengevakuasi kendaaran dengan mendorong secara manual, dan menggunakan alat berat untuk menolong kendaraan melintasi banjir. “Kondisi air di lokasi banjir sudah berangsur surut hingga setinggi ±30 cm,” ujar Kasat Lantas AKP M Ainul Yaqin.

Kasat Lantas dan Personel Sat Lantas masih berada di lokasi banjir untuk melaksanakan penguraian kepadatan agar arus lalulintas kembali normal. (fdh/ant/ila)

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Bencana tanah longsor menerjang Dusun III, Desa Siboro, Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir, Rabu (3/5) dini hari sekira pukul 01.00 WIB.

Longsor yang terjadi di Tulas Desa Siboro Kecamatan Sianjurmulamula Kabupaten Samosir yang mengakibatkan dua unit rumah penduduk sekitar rusak parah dan dua mobil tenggelam ke Danau Toba.

Akibat peristiwa alam tersebut, sejumlah infrastruktur termasuk dua rumah dan dua mobil milik warga rusak dan tenggelam ke perairan Danau Toba,” ujar Kapolres samosir AKBP Yogie Hardiman, yang datang meninjau langsung lokasi bencana alam.

Kapolres juga mengatakan, bahwa kejadian bencana alam tanah tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun ditemukan luas lahan longsor mencapai ± 50 Meter dan 2 buah jembatan penghubung pemukiman warga rusak serta tenggelamnya ke Danau Toba

“Ada total empat keluarga terdampak bencana alam ini. Infrastruktur dua unit jembatan juga putus dan alat mesin penggiling milik warga berikut rumah dan mobil yang ikut hanyut tenggelam ke danau,” kata Kapolres Samosir AKBP Yogie Hardiman.

Adapun Identitas korban bencana tanah longsor yakni, Jeklin Siboro dimana rumah dan mobilnya serta penggilingan jagung mengalami kerugian mencapai Rp700 juta, dan Juwita Br Sagala mengalami kerugian 400 juta diantaranya rumah dan mobil pick up.

Meski tidak ada korban jiwa, Yogie meminta agar warga di sekitaran lokasi tetap siaga dan berhati-hati melihat belum adanya penanganan dari BPBD Samosir terhadap bencana alam tersebut. “Kita khawatirkan kejadian yang sama terjadi lagi bila tidak segera dilakukan penanggulangan,” ujarnya.

Sampai saat ini, tidak adanya akses jalan yang bisa dilewati kendaraan jenis roda dua maupun roda empat ke lokasi bencana. Yogie beserta rombongan hanya bisa berjalan kaki untuk menemui warga terdampak longsor. “Akses jalan putus total, tadi kita melaluinya dengan jalan kaki mengantarkan bantuan sembako bagi warga agar bisa dipakai sementara untuk keperluan mereka sehari-hari,” ucap Yogie.

Diduga, tanah longsor ini terjadi akibat curah hujan tinggi.”Kita berharap segera dinas terkait baik PUPR maupun BPBD memperbaiki ruas jalan dan jembatan yang hancur. Tembok penahan tanah juga bisa dibangun dengan cepat guna menghindari longsor lanjutan,” harap Yogie.

Jalinsum Sungai Bandar Durian Banjir

Satuan Lalu Lintas Polres Labuhanbatu gerak cepat menanggulangi kemacetan lalulintas dampak banjir yang melanda Jalinsum Kelurahan Bandar Durian Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Km 253-254 Medan-Rantauprapat, Rabu malam (3/5).

Curah hujan yang cukup tinggi sejak pada pukul 20.00 WIB hingga 24.00 WIB, mengakibatkan Sungai Bandar Durian meluap dan menggenangi badan jalan melebihi setinggi satu meter. Sehingga, jalan lintas sumatera tidak bisa dilewati oleh kendaraan.

Sebagian kendaraan truk yang memaksa melintasi banjir akhirnya mengalami mogok. Petugas Kepolisian yang berada di lokasi berusaha membantu evakuasi kendaraan untuk memperlancar arus lalulintas.

Guna mengantisipasi kemacatan arus lalulintas, personel Polres Labuhanbatu berjibaku mengatur kendaraan agar tetap berada di posisi aman.

Personel Sat Lantas Polres Labuhanbatu juga membantu mengevakuasi kendaaran dengan mendorong secara manual, dan menggunakan alat berat untuk menolong kendaraan melintasi banjir. “Kondisi air di lokasi banjir sudah berangsur surut hingga setinggi ±30 cm,” ujar Kasat Lantas AKP M Ainul Yaqin.

Kasat Lantas dan Personel Sat Lantas masih berada di lokasi banjir untuk melaksanakan penguraian kepadatan agar arus lalulintas kembali normal. (fdh/ant/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru