
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Pemkab Tapanuli Utara (Taput), Maju Tampubolon digerebek berduaan dengan Yusraini boru Hutabarat, di kamar nomor 103 Sukma City Hotel, Jl. Sisingamangaraja, Rabu (4/6) sekira pukul 20.30 WIB. Yusraini saat ini masih berstatus istri orang.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Pemkab Tapanuli Utara (Taput), Maju Tampubolon digerebek berduaan dengan Yusraini boru Hutabarat, di kamar nomor 103 Sukma City Hotel, Jl. Sisingamangaraja, Rabu (4/6) sekira pukul 20.30 WIB. Alhasil, mantan Camat Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara itu pun diarak ke Polsek Medan Kota oleh Antonius Nababan (34), suami Yusraini.
Kejadian itu diteruskan Antonius dengan membuat laporan yang tertuang dalam LP/946/K/VI/2014/SU/POLRESTA MEDAN/SEK M. KOTA.
“Awalnya aku melihat SMS mesra di handphone istriku. Kala itu istriku sedang tidur. Sejak saat itu aku curiga dan mulai menyelidiki. Terlebih ketika aku tau kalau pria yang mengirim pesan nakal itu berstatus pariban istriku,” ungkap Antonius di Polsek Medan Kota.
“Ada 3 SMS saya lihat. Di antaranya ‘Apa Kabar Pak, Hub Aku Plis’ kemudian SMS kedua bertuliskan, ‘Lama-lama Aku Tidak Mengerti lihat Abang, Tega Abang Buat Aku Seperti Ini’ dan SMS ketiga bertuliskan ‘Lagi Rapat Ma, Nanti Ya’. Sebegai suami saya jelas curiga,” kenang Antonius.
Lebih lanjut, ia mengaku makin curiga kala wanita yang dinikahinya 10 tahun lalu itu, berkeras untuk pergi seorang diri ke Medan untuk berobat di kawasan Jl. Sei Mencirim, atas sakit di lutut sebelah kanan yang dideritanya sejak beberapa tahun lalu. Oleh karena permintaan itu pula, dengan berat hati ayah 2 anak itu menyetujui.
Keberangkatan sang istri dari rumah mereka di GS V Kelurahan Minas Barat, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak Provinsi Riau, menuju Medan dengan tujuan berobat itu, diakui Antonius juga difasilitasinya dengan transportasi udara (pesawat).
“Saat keberangkatannya itu, terlebih dulu saya stan-bykan teman-teman dan kerabat saya untuk membuntutinya. Bahkan, di beberapa kota yang saya yakini akan menjadi tempat persinggahannya, seperti Rantauprapat dan Siantar,”ungkap Antonius mengakhiri.
Sementara itu, salah seorang kerabat Antonius yang enggan identitasnya dipublikasikan menyebut, mereka membuntuti pasangan diduga selingkuh itu, mulai dari Kualanamu International Airport. Kala itu, Maju menjemput Yusraini dengan mengendarai mobil Kijang Inova warna hitam plat merah BB 155 B.
Namun, diakui pria yang mengaku tinggal di kawasan Jl. Krakatau, Kec. Medan Timur itu, pihaknya sempat kehilangan jejak pasangan diduga selingkuhan itu. “Kami hampir pasrah, namun itulah Tuhan menunjukkan. Kami melihat lagi mobil itu lewat di Jl. SM Raja tepatnya di depan Yuki Simpang Raya. Saat itulah kami membuntuti lagi, hingga kami lihat mobil itu berhenti di depan hotel Sukma,” ungkapnya.
Dikatakan pria berjaket coklat itu, pihaknya sengaja menunggu keduanya masuk ke dalam hotel. Beberapa menit setelah pasangan itu masuk, pihaknya lantas meminta bantuan ke Polsek Medan Kota untuk menggerebek pasangan diduga selingkuh yang masing-masing sudah memiliki keluarga itu.
“Begitu kami ketuk pintu, agak lama mereka membukanya. Sepertinya mereka sudah tau. Setelah pintu dibuka, memang mereka didapati sudah berpakaian. Untuk proses lebih lanjut, kami boyong mereka ke Polsek Medan Kota,” tandas pria berambut cepak itu mengakhiri.
Sementara itu, Maju Tampubolon yang ditemui di kantor polisi membantah telah selingkuh dengan Yusraini.” Aku ke Medan hanya urusan kerja saja ke Pemprovsu, tidak ada niat macam-macam. Dia itu paribanku, dia sering curhat kepadaku mengenai sakitnya, makanya aku kasihan,” ucapnya di ruang penyidik.
Ditanya mengapa nginap satu kamar? Pria berkulit hitam itu berdalih sudah sangat akrab hingga tak canggung lagi nginap satu kamar. “Kami satu kamar, dan tidak melakukan apa-apa. Kami jumpa karena ketepatan saya ke Medan, itu saja,” elaknya.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Medan Kota AKP Faidir Chaniago yang dikonfirmasi mengatakan, sejauh ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan untuk membuktikan perselingkuhan keduanya.
“Waktu ditangkap, keduanya berpakaian lengkap. Selain itu, mereka sudah dewasa. Namun, kita masih memintai keterangan dari keduanya dan saksi pelapor,”terang Faidir.
Karena belum dapat membuktikan perselingkuhan tersebut, Maju Tampubolon dan Yusraini tidak dimasukkan ke sel dan berada di ruang penyidik. “Belum ada bukti selingkuhnya, kan tidak mungkin ditahan. Apalagi dia seorang kadis, dilapornya pulak nanti kami. Intinya mereka kita periksa selama 1×24 jam,”pungkasnya.
Sementara itu, Yusraini yang ditemui di sela-sela pemeriksaan mengaku, selama ini ia dan suaminya sudah sering bertengkar. Selain tak punya pekerjaan tetap, suaminya juga ditudingnya ringan tangan. “Aku tidak ada selingkuh. Aku ke Medan untuk check-up kakiku ke dokter dan kebetulan paribanku (Maju-red) juga ke Medan sehingga kami barengan naik mobilnya,” ujar wanita bertubuh kurus itu.
“Suamiku itu tak punya kerja. Sementara kebutuhan kami banyak, belum lagi soal biaya perobatanku. Karena itulah aku sering curhat dengan paribanku. Untuk menambahi uang kami, aku jual tandan sawit kecil-kecilan. Begitulah terus, karena kami sering ribut, makanya keluargaku jadi tidak suka melihatnya. Jadi yang namanya selingkuh tidak ada, kami hanya cerita di dalam kamar itu,” bebernya. (gib/deo)

