Gelontorkan Anggaran Rp64 Miliar, Jalan Rusak Menuju Bahorok dan Bukit Lawang Akhirnya Diperbaiki

MEDAN – Harapan masyarakat Langkat untuk menikmati akses jalan yang lebih baik menuju Kecamatan Bahorok dan kawasan wisata Bukit Lawang akhirnya mulai terwujud. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengalokasikan anggaran sebesar Rp64,2 miliar untuk memperbaiki tiga ruas jalan provinsi yang selama ini menjadi keluhan warga sekaligus jalur strategis menuju destinasi wisata unggulan tersebut.

Perbaikan infrastruktur itu menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diusung Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dalam rangka mempercepat pembangunan dan meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Kepala Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya (BMBKCK) Sumut, Chandra Dalimunthe, mengatakan ketiga ruas jalan yang akan ditangani saat ini masih dalam tahap proses tender dan ditargetkan mulai dikerjakan tahun ini.

“Yang pasti bahwa tahun ini kerusakan pada tiga ruas jalan tersebut kita tangani. Tiga ruas jalan ini masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat Pak Gubernur Bobby,” kata Chandra, Jumat (5/6/2026).

Adapun tiga ruas jalan yang akan ditingkatkan meliputi ruas Simpang Marike–Timbang Lawang sepanjang 5,7 kilometer dengan nilai anggaran Rp34,2 miliar, ruas Kuala–Simpang Marike sepanjang 3 kilometer senilai Rp18 miliar, serta ruas Tanjung Selamat–Simpang 3 Namu Unggas sepanjang 2 kilometer dengan anggaran Rp12 miliar.

Menurut Chandra, pembangunan tersebut tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi jalan yang rusak, tetapi juga memperlancar mobilitas masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Lebih dari itu, akses yang lebih baik menuju Bahorok diyakini akan memberi dampak signifikan terhadap sektor pariwisata. Pasalnya, kawasan tersebut merupakan pintu masuk menuju Bukit Lawang, destinasi ekowisata terkenal yang menjadi habitat orangutan Sumatera dan selama ini banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Perbaikan jalan ini juga menjadi jawaban atas aspirasi masyarakat yang selama ini menginginkan akses menuju Bahorok dan Bukit Lawang lebih baik,” ujarnya.

Chandra mengungkapkan, usulan perbaikan jalan tersebut sebenarnya telah lama menjadi perhatian pemerintah provinsi. Namun pelaksanaannya sempat tertunda karena pemerintah harus memprioritaskan penanganan berbagai bencana yang terjadi di sejumlah daerah serta menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

“Karena sebelumnya fokus pada penanganan bencana dan juga keterbatasan anggaran, maka tahun ini dijadwalkan untuk penanganannya,” jelasnya.

Saat ini, proses pengadaan dan tender proyek masih berlangsung. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berharap seluruh tahapan administrasi dapat segera rampung sehingga pekerjaan fisik di lapangan dapat dimulai dalam waktu dekat.

Pembangunan tiga ruas jalan tersebut juga menjadi bagian dari program Infrastruktur Terintegrasi yang digagas Pemprov Sumut untuk mempercepat pemerataan pembangunan di berbagai kabupaten dan kota.

Menurut Chandra, tahun 2026 ditetapkan sebagai momentum percepatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Sumatera Utara guna meningkatkan konektivitas, memperkuat ekonomi daerah, serta mendukung sektor pariwisata.

“Karena itulah tahun 2026 menjadi tahun akselerasi bagi pembangunan jalan maupun jembatan di Sumatera Utara,” pungkasnya. (san/ila)

MEDAN – Harapan masyarakat Langkat untuk menikmati akses jalan yang lebih baik menuju Kecamatan Bahorok dan kawasan wisata Bukit Lawang akhirnya mulai terwujud. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengalokasikan anggaran sebesar Rp64,2 miliar untuk memperbaiki tiga ruas jalan provinsi yang selama ini menjadi keluhan warga sekaligus jalur strategis menuju destinasi wisata unggulan tersebut.

Perbaikan infrastruktur itu menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diusung Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dalam rangka mempercepat pembangunan dan meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Kepala Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya (BMBKCK) Sumut, Chandra Dalimunthe, mengatakan ketiga ruas jalan yang akan ditangani saat ini masih dalam tahap proses tender dan ditargetkan mulai dikerjakan tahun ini.

“Yang pasti bahwa tahun ini kerusakan pada tiga ruas jalan tersebut kita tangani. Tiga ruas jalan ini masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat Pak Gubernur Bobby,” kata Chandra, Jumat (5/6/2026).

Adapun tiga ruas jalan yang akan ditingkatkan meliputi ruas Simpang Marike–Timbang Lawang sepanjang 5,7 kilometer dengan nilai anggaran Rp34,2 miliar, ruas Kuala–Simpang Marike sepanjang 3 kilometer senilai Rp18 miliar, serta ruas Tanjung Selamat–Simpang 3 Namu Unggas sepanjang 2 kilometer dengan anggaran Rp12 miliar.

Menurut Chandra, pembangunan tersebut tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi jalan yang rusak, tetapi juga memperlancar mobilitas masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Lebih dari itu, akses yang lebih baik menuju Bahorok diyakini akan memberi dampak signifikan terhadap sektor pariwisata. Pasalnya, kawasan tersebut merupakan pintu masuk menuju Bukit Lawang, destinasi ekowisata terkenal yang menjadi habitat orangutan Sumatera dan selama ini banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Perbaikan jalan ini juga menjadi jawaban atas aspirasi masyarakat yang selama ini menginginkan akses menuju Bahorok dan Bukit Lawang lebih baik,” ujarnya.

Chandra mengungkapkan, usulan perbaikan jalan tersebut sebenarnya telah lama menjadi perhatian pemerintah provinsi. Namun pelaksanaannya sempat tertunda karena pemerintah harus memprioritaskan penanganan berbagai bencana yang terjadi di sejumlah daerah serta menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

“Karena sebelumnya fokus pada penanganan bencana dan juga keterbatasan anggaran, maka tahun ini dijadwalkan untuk penanganannya,” jelasnya.

Saat ini, proses pengadaan dan tender proyek masih berlangsung. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berharap seluruh tahapan administrasi dapat segera rampung sehingga pekerjaan fisik di lapangan dapat dimulai dalam waktu dekat.

Pembangunan tiga ruas jalan tersebut juga menjadi bagian dari program Infrastruktur Terintegrasi yang digagas Pemprov Sumut untuk mempercepat pemerataan pembangunan di berbagai kabupaten dan kota.

Menurut Chandra, tahun 2026 ditetapkan sebagai momentum percepatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Sumatera Utara guna meningkatkan konektivitas, memperkuat ekonomi daerah, serta mendukung sektor pariwisata.

“Karena itulah tahun 2026 menjadi tahun akselerasi bagi pembangunan jalan maupun jembatan di Sumatera Utara,” pungkasnya. (san/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru