Site icon SumutPos

Percepat Pembangunan Jalur Evakuasi Erupsi Sinabung

Foto: Solideo/Sumut Pos
Bupati Karo Terkelin Brahmana meninjau lokasi pembangunan infrastruktur jalur evakuasi bagi warga Desa Batukarang dan Rimo Kayu.

KABANJAHE, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Terkelin Brahmana meninjau lokasi pembangunan infrastruktur jalur evakuasi bagi warga Desa Batukarang dan Rimo Kayu, Kecamatan Payung, Tanah Karo Senin (21/8) pagi. Percepatan pengerjaan jalan dan jembatan ini sangat dibutuhkan warga sebagai akses menyelamatkan diri saat gunung Sinabung meletus atau erupsi dahsyat.

Apalagi sampai hari ini, gunung api Sinabung masih berstatus awas level IV. Selain jalur evakuasi, jalan tersebut juga berguna untuk meningkatkan perekonomian warga kedua desa.

Kedatangan Tarkelin didampingi Kadis PU Paten Purba, Plt Bappeda Abel Tarigan dan Plt BPMD Nasib Sianturi, disambut Kepala Desa Batukarang Roin Bangun dan Camat Payung Jepta Tarigan serta puluhan warga.

Dalam sambutannya, Kades Batukarang mengapresiasi kunjugan orang nomor satu di Kabanjahe tersebut, demi mendukung percepatan pembangunan jalur evakuasi.  “Jalur ini sangat dibutuhkan warga dua desa yang sewaktu-waktu nyawanya terancam jika gunung Sinabung meletus,” Roin.

Roin menyampaikan dukunganya dengan upaya pembangunan jalur evakuasi tersebut, karena juga masuk dalam visi misi waktu dia kampanye Pilkades. “Saya sudah berjanji pada warga akan melobi pemerintah untuk membangun jalur evakuasi ini,” kata Kades.

Sementara, Tarkkelin meminta Kades Batukarang, Camat Munthe dan Camat Payung kembali menggelar rapat untuk membahas jangka panjang pembangunan dan pembukaan jalur tersebut. Karena saat ini, jalan yang baru dibuka dari Desa Batukarang menuju Kuta Suah Kecamatan Munthe baru selebar 7-8 meter. Padahal, untuk kepentingan jangka panjang, jalur ini seharusnya dibuka seluas 12 meter.

“Memang jalan yang akan dibangun hanya selebar 4,5 meter, tapi untuk jangka panjang 10-20 tahun ke depan pembukaan jalan ini sangat dibutuhkan. Jadi saat akan ada pelebaran jalan, kita tidak kesusahan lagi. Karena itu segera gelar rapat untuk membahas soal lahan warga desa maupun membahas cara pelepasannya,” pesan Terkelin.

Winnar Ginting, seorang pekerja dari salah satu perusahaan PT. Sakarnas yang mengerjakan pekerjaan proyek itu, kepada Tarkelin mengutarakan, panjang jalan yang akan dibangun dari arah desa batukarang sampai jembatan pertama adalah 285 meter. Selanjutnya dibangun jembtan pertama dengan panjang 12 meter dengan lebar 5 meter.

Kemudian dari jembatan pertama dibangun lagi jalan sepanjang 286 meter, baru dibangun jembatan kedua dengan kedalam 50 meter jurang, yang akan dibangun untuk menghubungkan Dsa Kuta Suah Kecamatan Munthe, dengan Desa Batukarang Kecamatan Payung, dimana panjang jembatan 24 meter dengan lebar 4, 5 meter,” ucap Winnar Ginting.

Terpisah, kontraktor yang mewakili PT. Sakarnas Teo Ginting mengamini dan membenarkan ucapan yang disampaikan oleh Winnar Ginting. “Apa yang dikatakan oleh Winnar Ginting telah sesuai dengan surat perintah kontrak kerja yang saya terima selaku mewakili perusahan,” kata Teo Gintng.

Merespon yang diharapkan Bupati Karo Tarkelin, agar jalan dilebarkan lagi, selaku kontraktor, dia mengaku siap menjalankan perintah tersebut. “Jika  pembangunan jalan akan diperlebar dengan 12 meter, asalkan sesuai dengan ketentuan dan dicantumkan kembali dalam perubahan SPK (Surat perjanjian Kontrak) yang saya terima,” kata Teo Ginting.

Kepala PU Paten Purba mengatakan, pembangunan jalan dan jembatan jalur evakuasi tersebut bersumber dari APBD Karo. “Dengan total dana digelontorkan kalau tidak silap berkisar Rp2 miliar lebih,” katanya. (deo/yaa)

 

 

 

Exit mobile version