Daihatsu Siap Produksi Mobil K-Car

Metropolis

Januari-Juni, Xenia Laku 2.843 Unit di Medan

MEDAN- Menyusul pertumbuhan mobil compact (K-car) –kapasitas 5 tempat duduk—di Jepang, dengan market share per Mei 2012 mencapai 37 persen, sejumlah merek otomotif di Jepang mulai masuk ke pasar mobil compact.


DAIHATSU: Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra (tengah), Kadiv Marketing PT Astra Internasional Henfrayadi Lastiyoso (kanan),  Kadiv Domestik Marketing, Rio Sanggau (kiri)//Dame/sumut pos
DAIHATSU: Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra (tengah), Kadiv Marketing PT Astra Internasional Henfrayadi Lastiyoso (kanan), dan Kadiv Domestik Marketing, Rio Sanggau (kiri)//Dame/sumut pos

“Di Jepang, Daihatsu menempatkan tiga produk K-Car unggulannya, yaitu Daihatsu Tanto, Mira E:s, dan Move yang menduduki 3 besar, dengan market share sebesar 34,7 persen dari pasar K-car. Artinya, saat ini Daihatsu menempati posisi pertama dalam kategori K-Car di Jepang. Melihat tren ini, Daihatsu bersiap memproduksi, memasarkan, dan menjadi pemain utama compact car diIndonesia,” kata Amelia Tjandra, Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor (ADM), pada acara Daihatsu Media Forum di JW Marriot Medan, Jumat (3/8).

Karena K-Car tergolong kendaraan jenis Low Cost Green Car (LCGC), maka Astra Daihatsu Motor tengah menanti kebijakan pemerintah mengenai LCGC. “Kalau kebijakannya sudah keluar, maka kami siap memproduksinya,” ujar Amelia.

Adapun keunggulan mobil-mobil K-Car antara lain irit BBM, ramah lingkungan, sementara tenaga mesin cukup handal. “Di Jepang, pemilik mobil K-Car mendapatkan berbagai kemudahan, seperti pajak yang lebih ringan, tiket jalan tol yang lebih murah, dan berbagai efisiensi lainnya,” ungkapnya. Nantinya, disain K-Car akan disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan warga Indonesia.

Di Jepang, negara asal Daihatsu, posisi pangsa pasar Daihatsu juga naik ke peringkat tiga setelah Toyota dan Honda selama tiga tahun terakhir. Per Mei 2012, Daihatsu menguasai 12,8 persen pasar otomotif di Jepang. Dan, produk mobil Daihatsu di Jepang yang laris adalah K-Car berkapasitas lima penumpang.

Pangsa K-Car di Jepang terus naik selama tiga tahun terakhir. Per Mei 2012, volume penjualannya mencapai 902.233 unit (36,9 persen), sementara non K-Car sebesar 1.541.678 unit (63,1 persen).

Untuk pasar otomotif nasional, merek Daihatsu saat ini semakin melesat. Daihatsu berhasil mempertahankan pangsa pasar di posisi kedua setelah Toyota selama tiga tahun terakhir. “Toyota menguasai 38,1 persen pangsa pasar Januari-Mei 2012, sementara Daihatsu per Mei 2012 kini menguasai 15,4 persen pangsa pasar. Dibandingkan pada tahun 2007, di mana Daihatsu masih berada di posisi empat dengan pangsa pasar 12 persen, di bawah Toyota, Mitsubishi, Suzuki, maka ini termasuk kenaikan rangking yang cukup drastis,” kata Hendrayadi Lastiyoso, Marketing Division Head PT Asta International Tbk.

Untuk pasar otomotif global sendiri, di negara maju terus mengalami penurunan 5 tahun terakhir (Amerika turun 18 persen, Eropa barat turun 15 persen). Uniknya, pasar otomotif di negara berkembang justru tumbuh positif. Saat ini, pasar ASEAN naik 40 persen, Cina naik tinggi 111 persen, India naik 65 persen.

Untuk pasar Sumut, sejak Januari-Juni, Astra Daihatsu Motor berhasil menjual produk unggulannya, yakni Daihatsu Xenia sebanyak 2.843 unit dengan market share sebesar 40 persen, disusuk Gran Max Pick Up sebanyak 1.134 unit atau 27,8 persen, kemudian Terios sebanyak 3.6 unit atau 14.3 persen, Gran Max bus sebanyak 221 unit, Luxio 56 unit, dan Sirion 40 unit. (mea)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *