Dairi Berhasil Kembangkan Ulos Silalahi Jadi Aset Daerah

Sumatera Utara

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Dairi, berhasil mengembangkan Ulos Silalahi, hasil produksi pengrajin Ulos di Desa Silalahi, Kecamatan Silahisabungan menjadi aset daerah yang sangat berharga.

FOTO BERSAMA:. Ketua Dekranasda Kabupaten Dairi, Romy Mariani Simarmata (kanan)  berfoto bersama Lily Marpaung Sambuaga istri Wakil Menteri Perdagangan RI, usai membuka fashion show koleksi bahan Ulos hasil penenun Ulos Silalahi dari Desa Silalahi, Kecamatan Silahisabungan, di Jakarta, Sabtu (30/10).

Pujian itu disampaikan, Lily Marpaung Sambuaga, istri Wakil Menteri Perdagangan dalam sambutanya, saat membuka fashion show koleksi sejumlah busana bahan Ulos Silalahi di alun-alun Grand Indonesia Mall, Jakarta, Sabtu (30/10).


Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Dairi, Rahmatsyah Munthe, Minggu (31/10) menerangkan, kegiatan tersebut kolaborasi Dekranasda Dairi dengan perancang busana Merdi Sihombing. 

Rahmatsyah mengatakan, Lily Marpaung Sambuaga mengapresiasi Ketua Dekranasda Dairi, Romy Mariani Simarmata. Lily juga mengapresiasi karya pengrajin/penenun ulos Silalahi dari komunitas perempuan di kawasan Danau Toba.

Lily mengatakan, ulos belum sepopuler batik, maupun beberapa kain tenun daerah lain sebagai busana modern karena masih kebanyakan digemari atau dikoleksi masyarakat berdarah Sumatera Utara.

Untuk itu lanjut Lily, apa yang dilakukan Dekranasda untuk mengangkat dan mempopulerkan ulos Silalahi patut diapresiasi dan didukung bersama. 

“Kepedulian tidak hanya sebatas mempopulerkan semata, namun yang luar biasa adalah melatih para penenun untuk menggunakan pewarna alami. Ini adalah wujud kepedulian terhadap lingkungan hidup,” ujarnya.

Lily menambahkan, inisiatif program yang dilaksanakan Dekranasda Dairi ini sejalan dalam upaya mendukung pengembangan kawasan destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) Danau Toba.

Sementara itu, sebut Rahmatsyah, dalam kesempatan itu, Romy Mariani Simarmata memaparkan bahwa pengembangan kain tenun Ulos Silalahi selama ini hanya sebagai komoditas untuk acara pesta adat di suku Batak.

Saat ini, kain tenun Ulos Silalahi yang dihasilkan penenun menjadi bahan dasar untuk fashion seperti bahan untuk membuat tas, topi, pakaian, dompet serta masker. Terobosan ini tentu sangat membantu perekonomian para penenun dan para pelaku ekonomi kreatif lainnya berbahan baku Ulos Silalahi. 

“Terlebih disaat situasi Pandemi Covid-19 sejak awal tahun 2020. Penghasilan para penenun ulos sangat terganggu karena kegiatan pesta dihentikan,” ujar Romy. 

Menurutnya, hal ini terwujud berkat pembinaan yang berkelanjutan (sustainable) yang dilakukan Dekranasda kepada para puluhan perempuan pengrajin Ulos. Lewat pembinaan ini, para penenun ulos mendapatkan berbagai pelatihan dan pengetahuan baru sehingga memiliki skill dalam membuat berbagai motif.

Romy menambahkan, program ini dapat terwujud adanya komitmen Pem- kab Dairi untuk melestarikan Budaya dan melestarikan warisan leluhur pembuatan ulos secara turun temurun di Kampung Ulos, Kecamatan Silahisabungan. (rud/han)

loading...