Dari Pengajian ke Ranah Politik

Sahur Bersama

Jelang berakhirnya Ramadan, tim Sumut Pos sahur bersama staf khusus Menteri Koordiantor (Menko) Perekonomian, Ir H Abdullah Rasyid ME. Berlokasi di Jalan Laksana, tim disambut dengan hangat oleh sejumlah kader Partai Amanat nasional (PAN).

TANPA KELUARGA: Staf Khusus Menko Perekonomian, Abdulah Rasyid, saat sahur, kemarin.//aminoer rasyid/sumut pos
TANPA KELUARGA: Staf Khusus Menko Perekonomian, Abdulah Rasyid, saat sahur, kemarin.//aminoer rasyid/sumut pos

Ya, di sebuah rumah yang kerap digunakan sebagai tempat pengkaderan dan sosialisasi anggota PAN, tak heran lokasi tersebut begitu ramai untuk langsung mempersilahkan tim, ikut bergabung  di tengah-tengah mereka.


Sebuah percakapan mengalir sedikit demi sedikit layaknya mukaddimah atau pembuka dalam sebuah pertemuan. Dari saling sapa hingga perkenalan di ruang tamu mengawali perkenalan tim Sumut Pos dengan Abdullah Rasyid atau yang akrab disapa Rasyid ini.

Pembicaraan pembuka masih bersinggungan dengan masalah politik. Wajar saja, mengingat Rasyid merupakan salahsatu calon yang diusung partai berlambang matahari ini untuk bersaing di Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut 1. Dalam kesempatan itu Rasyid bercerita sedikit tentang pengalamannya dari seorang aktivis hingga menjabat sebagai staf khusus di Menko.

“Waktu kuliah di USU, Saya pernah menjabat sebagai Ketua Senat, dan mulai aktif di berbagai organisasi. Baik dari perkenalan dengan Pak Hatta Radjasa di sebuah pengajian tauhid, hingga akhirnya saya dipercaya beliau menjadi staf khususnya,” kenang Rasyid.

Pria asli kelahiran di Medan ini juga mengaku, lebih banyak menghabiskan waktunya di Jakarta karena kesibukan pekerjaan. Tapi tak jarang juga Rasyid ke kota kelahirannya, Medan, untuk urusan partai apalagi jelang pemilihan umum yang semakin dekat.

Tetap saja, bagi seorang dengan tanggung jawab kerja yang cukup besar, dan harus menghabiskan banyak waktu di luar lingkungan keluarga, menjadi sebuah konsekuensi dalam kehidupannya. “Ya kadang putri saya malah heran kalau melihat saya itu ikut bareng bersama mereka,”kekeh pria yang terlahir dari keluarga Polri ini.

Sembari menikmati santap sahur ditemani sebuah teh manis hangat, Rasyid coba mengenang awal pertemuannya dengan  sang isteri tercinta Dwita Novitriani.

Siapa sangka, ternyata wanita yang dinikahi Rasyid dan telah mempersembahkan seorang putri di tengah-tengah keluarga mereka adalah seorang Putri Jambi tahun 1992.

“Kenalnya dari masa orientasi waktu kami masih kuliah di USU. Saya ketua senat dan dia mahasiswa baru, ya jadilah,” kekeh Rasyid.
“Dia anak tentara, saya anak polis. Klop lah,” tambah ayah dari Munirah Khansa Huaida ini.
Sebenarnya, masih banyak lagi pembahasan yang ingin diperbincangkan pagi itu. Hanya saja karena keterbatasan waktu mengharuskan tim Sumut Pos beranjak sila dari rumah yang memiliki banyak fungsi bagi kader-kader setia PAN itu. (tim)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *