Daya Beli Anjlok, Stok Ikan Melimpah Dipasaran

Ekonomi Metropolis
IKAN: Sejumlah nelayan memilah ikan untuk dijual di tempat pelelangan ikan (TPI) Bagan Deli, Medan Belawan, Kamis (17/4) lalu. TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
IKAN: Sejumlah nelayan memilah ikan untuk dijual di tempat pelelangan ikan (TPI) Bagan Deli, Medan Belawan, Kamis (17/4) lalu. TRIADI WIBOWO/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pandemi Covid-19 membawa dampak yang luas bagi kehidupan masyarakat. Tak terkecuali para nelayan di kawasan Utara Kota Medan. Mereka mengeluhkan sepinya pembeli, sementara hasil tangakapan mereka cukup melimpah. Kondisi ini disebabkan daya beli masyarakat anjlok atau menurun.

Kepala 6Dinas Pertanian dan Perikanan (DPP) Kota Medan, Ikhsar Risyad Marbun mengakui, para nelayan saat ini mengeluhkan sepinya pembeli ikan hasil tangkapan mereka. Alhasil, ikan-ikan yang ditangkap tak laku dijual di pasaran, padahal stok tangkapan ikan sendiri cukup melimpah seperti biasanya.


“Menangkap ikan itu tak ada masalah, karena Covid-19 ini tidak membuat para nelayan dilarang untuk tetap melaut. Mereka bisa tetap melaut untuk mencari ikan seperti biasanya. Hanya saja, permintaan di pasar memang menurun. Jadinya, stok ikan cukup banyak tapi pembeli justru sepi, permintaan pasar rendah,” kata Ikhsar Risyad Marbun, kepada Sumut Pos, Senin (4/5).

Dikatakan Ikhsar, hal itu terjadi karena memang turunnya daya beli dari masyarakat akibat dampak sosial dari Covid-19 yang melanda saat ini. “Nelayan mau melaut, tapi mungkin mereka takut ikannya tidak tertampung di pasaran karena stok ikan yang masih banyak,” katanya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Medan, Emilia Lubis juga membenarkan hal tersebut. Menurutnya, saat ini pasokan ikan di pasaran lebih dari cukup, bahkan berlebih. Hal itu disebabkan, jumlah pembeli ikan di Kota Medan yang menurun secara signifikan.

“Berlebih karena jumlah pembeli yang menurun drastis. Pasokan ikan normal, tapi pembelinya yang sepi. Saya sendiri sudah cek ke beberapa pasar dan tempat pelelangan ikan di sekitar Kota Medan baru-baru ini, tapi nyatanya memang semua mengaku sepi pembeli, akibatnya stok ikan justru berlebih,” terangnya.

Dijelaskannya, hal itu terjadi karena menurunnya daya beli masyarakat termasuk masyarakat Kota Medan sebagai pangsa pasar terbesar komoditi ikan di Sumatera Utara. Daya beli itu sendiri menurun tidak terlepas dari merebaknya wabah Covid 19 di Kota Medan yang membuat lemahnya perekonomian di berbagai lini.

“Akibatnya, daya beli dipasar anjlok. Dan tak hanya komoditi ikan, pasar berbagai komoditi bahan pangan lainnya juga ikut turun. Padahal biasanya di bulan Ramadhan apalagi menjelang lebaran, permintaan kebutuhan pangan di pasar itu meningkat. Tapi kali ini berbeda, permintaan justru menurun. Itu ya jelas, semua karena faktor daya beli masyarakat yang sedang turun,” tutupnya. (map)

loading...