Debat Publik Pamungkas, Ijeck Dampingi Bobby-Aulia

Metropolis Politik

MEDAN, SUMUTPOS.CO — Kehadiran Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara, Musa Rajekshah menambah semangat dan dukungan moral bagi calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution dan Aulia Rachman di Gtand Aston City Hall Medan, Sabtu (5/12/2020).

Pantauan wartawan, pria yang akrab disapa Ijeck terlihat mendampingi Bobby-Aulia keluar dari pintu lift lantai I, menuju grand ballroom, lokasi debat publik pamungkas Pilkada Medan 2020.


Keluar dari pintu lift, Bobby Nasution dan Aulia Rachman mempersilakan Ijeck keluar terlebih dahulu sebagai tanda menghormati ketua DPD Partai Golkar Sumut itu.

Namun sebaliknya, Ijeck ternyata lebih menghormati paslon nomor urut 2 tersebut.

Memakai kemeja putih dipadukan celana panjang hitam, Ijeck saat keluar dari pintu lift, mempersilakan pasangan Bobby-Aulia keluar dahulu dari pintu lift.

“Silakan, calon wali kota dan wakil wali kota dahululah,” kata Ijeck.

Kehadiran Ijeck mendampingi Bobby-Aulia mengikuti debat terakhir itu bukan tanpa alasan. Sebab, keduanya sama-sama memiliki itikad kuat menjadikan Kota Medan yang religius.

Salah satu buktinya, bila dipercaya memimpin Kota Medan, pasangan Bobby-Aulia akan menginisiasi terbitnya Peraturan Walikota (Perwal) tentang wajib belajar Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) yang perdanya sudah diterbitkan DPRD Medan 2014 lalu. Paling tidak, dengan adanya perwal itu maka akan mewajibkan murid SD untuk bisa membaca Alquran.

“Perdanya telah terbit 6 tahun yang lalu. Tapi sampai saat ini perwalnya yang menjadi petunjuk teknis pelaksanaannya belum ada,” kata Bobby.

Inisiasi penerbitan perwal itu bukan tanpa alasan. Mengingat, generasi muda mengalami krisis moral dan pendidikan agama sangat berperan penting untuk mengatasi masalah tersebut. Selain itu, pasangan Bobby-Aulia juga akan merealisasikan pembangunan Islamic Centre

Adapun Bobby rencana kembangkan luas lokasi Islamic Centre dari 22 hektare menjadi 100 hektare bila terpilih menjadi wali Kota Medan. Rencana pengembangan Islamic Center itu setelah Bobby Nasution menerima aspirasi dari masyarakat. Sejak 15 tahun lalu diwacanakan akan dibangun, namun hingga kini proyek tersebut belum dimulai.

Sekadar informasi, pada 2017 lalu lahan seluas 22 hektare telah dibebaskan, namun setelah Bobby menerima masukan dari masyarakat, luas lokasinya hendaknya diluaskan hingga 100 hektar.

“Sejak awal saya sudah punya konsern terkait Islamic Centre. Rencana dibangun sudah 15 tahun, tapi belum terealisasi. Insya Allah nanti kita akan lanjutkan. Bahkan kita akan tambah luas lokasinya hingga 100 hektare. Nanti kalau dapat lahannya 100 hektare baru kita buat desainnya. Itu tadi kemauan masyarakat. Karena bakal bisa dijadikan sumber perekonomian dan objek wisata baru di Medan,” ungkap Bobby. (rel)

loading...