Desember 2019, Sumut Deflasi 0,19 Persen

Ekonomi

BPS Menilai TPID dan Tim Pangan Berhasil

PADAT: Pembeli saat bertransaksi dengan pedagang bahan sembako di Pusat Pasar Medan, beberapa waktu yang lalu.
PADAT: Pembeli saat bertransaksi dengan pedagang bahan sembako di Pusat Pasar Medan, beberapa waktu yang lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Utara (Sumut) dan Tim Pangan Sumut dinilai memiliki kontribusi besar dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok saat hari besar keagamaan, yakni Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Hal itu, diungkapkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumut, Syech Suhaimi mengatakan pada Bulan Desember 2019, Sumut mengalami deflasi sebesar 0,19 persen. Angka ini termasuk kecil bila menginggat itu adalah perayaan hari besar keagamaan.


“Ini deflasi terjadi diakhir tahun, terakhir 5 tahun lalu (tahun 2014). Saya melihat cukup besar kontribusinya TIPD dan Tim Pangaman,” ungkap Syech, Senin (6/1).

Syech mengatakan dengan konsumsi tinggi pada akhir tahun, akan membuat harga jual naik. Tetapi, pada tahun 2019 ini kenaikan tidak terjadi terlalu besar bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Dari hasil kajian BPS Sumut, TPID berhasil mencegah harga naik. Suhaimi melihat, begitu ada kenaikan harga, maka tim TPID akan terus turun ke lapangan untuk menghimbau pedagang agar jangan terlampau tinggi menaikkan harga.

Syech menjelaskan Kota Medan mengalami deflasi 0,28 persen pada bulan Desember 2019 ini. Karena, terjadi penurunan indeks dari 142,29 pada bulan November 2019 menjadi 141,89 pada bulan Desember 2019.

Begitu juga, adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks empat kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,57 persen, kelompok sandang sebesar 0,45 persen.

“Kemudian, kelompok kesehatan sebesar 0,12 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 0,01 persen. Kelompok yang menunjukkan peningkatan indeks, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,23 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,04 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,48 persen,” jelas Syech.

Syech mengungkapkan kelompok lainnya memberikan andil yang sangat kecil terhadap Inflasi umum Kota Medan. Hal tersebut, berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Sumut.

“Bahwa komoditas utama penyumbang deflasi selama bulan Desember 2019 di Medan, antara lain cabai merah, cabai rawit, mobil, ikan kembung atau gembung, anggur, emas perhiasan, dan kemeja pendek katun laki-laki,” tutur Syech.

Dari 23 kota IHK di Pulau Sumatera 17 kota tercatat inflasi. Syech mengungkapkan lnflasi tertinggi di Batam sebesar 1,28 persen dengan IHK sebesar 139,73 dan terendah di Padang dan Dumai sebesar 0,07 persen dengan IHK masing-masing sebesar 142,17 dan 138,05. (gus/ram)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *