Di Sumut: Angka Sembuh Kejar Positif, Nasional: Kasus Baru Covid Tembus Rekor

Sumatera Utara

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penambahan kasus baru pasien Covid-19 yang sembuh di Sumatera Utara (Sumut), terus mengejar angka terkonfirmasi positif. Setiap harinya, penambahan kasus sembuh tersebut terpaut tidak terlalu jauh dengan positif. Sebaliknya, secara nasional kasus baru Covid-19 tembus rekor hingga ribuan per hari.

dr Aris  Yudhariansyah MM.
dr Aris Yudhariansyah MM.

Perkembangan data terbaru Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, kasus sembuh bertambah 80 orang, Kamis (3/12). Dengan penambahan tersebut, kini akumulasinya menjadi 13.166 orang. Sedangkan kasus positif bertambah 86 orang, sehingga menjadi 15.845 orang.


Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah MM, menyebutkan penambahan 80 orang yang sembuh tersebut berasal dari kabupaten/kota. Antara lain, Deliserdang 53 orang, Labuhanbatu 15 orang, Medan 4 orang, Samosir 2 orang, Pematangsiantar, Binjai, Langkat, Simalungun, Asahan, Labuhanbatu Utara masing-masing 1 orang.

“Secara perlahan, angka kesembuhan Covid-19 terus mengejar jumlah kasus positif. Hari ini (kemarin, red) bertambah 80 orang, sementara hari sebelumnya 77 orang. Artinya, ada penambahan jumlah yang sembuh tetapi tidak signifikan,” ujar Aris, Kamis (3/12).

Penambahan kasus positif 86 orang mengalami penurunan 2 poin dibandingkan hari sebelumnya yang berjumlah 88 orang. Penambahan kasus baru positif tersebut berasal dari 15 kabupaten/kota. “Medan (46 orang), Deliserdang (12 orang), Tapanuli Tengah (6 orang), Serdang Bedagai (5 orang), Pematangsiantar (3 orang), Langkat (3 orang), Tebingtinggi (2 orang), Karo (2 orang), Tanjungbalai (1 orang), Binjai (1 orang), Simalungun (1 orang), Dairi (1 orang), Samosir (1 orang), Batubara (1 orang) dan Labuhanbatu Utara (1 orang),” papar Aris.

Terkait angka kematian Covid-19, Aris menyebutkan, kembali bertambah sebanyak 4 orang dari Deliserdang dan totalnya menjadi 623 orang. Sedangkan terhadap kasus suspek, juga bertambah yaitu 8 kasus sehingga jumlahnya menjadi 581 orang.

Perkembangan Covid-19 yang begitu dinamis dan masih berlangsung saat ini tetap membutuhkan kewaspadaan serta konsistensi masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Sebagaimana semboyan 3M, menggunakan masker, menjaga jarak dan hindari kerumunan, serta mencuci tangan dengan air, harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan pernah abai terhadap disiplin protokol kesehatan, sebab tidak menutup kemungkinan terjadinya lonjakan kembali angka penderita Covid-19 positif,” tandasnya.

Nasional Tembus Rekor

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut, dalam beberapa hari terakhir terjadi rekor penambahan kasus Covid-19. Setiap harinya, kasus virus corona bertambah hingga ribuan. Bahkan, pada hari ini penambahan kasus Covid-19 melebihi 8.000.

Wiku menyayangkan hal ini dan menyebut bahwa rekor penambahan kasus Covid-19 tak bisa ditoleransi. “Sebelumnya kita belum pernah mencapai angka diatas 5.000 untuk angka positif harian. Sayangnya penambahan kasus positif harian terus meningkat, bahkan per hari ini menembus lebih dari 8.000 kasus,” kata Wiku dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (3/12).

“Ini adalah angka yang sangat besar dan tidak bisa ditolerir,” tuturnya.

Menurut Wiku, terus meningkatnya penambahan kasus Covid-19 menandakan bahwa masyarakat kian mengabaikan protokol kesehatan. Kelalaian ini pun berdampak sangat fatal. Oleh karenanya, Wiku meminta masyarakat untuk kembali menerapkan disiplin protokol kesehatan. Ia mewanti-wanti agar jangan sampai penambahan kasus harian Covid-19 semakin tak terkendali.

“Jangan menunggu kasus harian semakin tidak terkendali untuk dapat disiplin terhadap diri sendiri. Target ini tidak akan menjadi sulit jika semua orang sadar betul bahwa kita tidak sedang dalam keadaan yang baik-baik saja,” ujarnya.

Wiku yakin, baik Satgas maupun masyarakat tidak ingin terus menerus berada dalam situasi sulit akibat pandemi. Oleh karenanya, ia meminta seluruh pihak untuk bekerja sama. Menurut Wiku, tidak sulit untuk menerapkan protokol kesehatan yakni dengan mencuci tangan secara teratur, memakai masker dengan benar, dan menjaga jarak. Langkah kecil ini, kata dia, akan sangat berdampak bagi kehidupan banyak umat.

“Tidak ada yang tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Oleh karena itu seluruh lapisan masyarakat harus mau bekerja sama dan bergotong-royong demi meningkatkan penanganan Covid-19 di Indonesia,” katanya.

Diberitakan, Indonesia kembali mencatat rekor penambahan harian kasus positif Covid-19. Berdasarkan data pemerintah hingga Kamis (3/12), ada penambahan 8.369 kasus Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Angka tersebut merupakan penambahan paling tinggi sejak kasus pertama Covid-19 diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret lalu. Penambahan 8.369 orang ini merupakan hasil dari pemeriksaan terhadap 62.397 spesimen.

Dalam jangka waktu yang sama, ada 45.479 orang yang diambil sampelnya dalam satu hari untuk menjalani pemeriksaan spesimen. Dengan demikian, jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia kini sebanyak 557.877 orang. Informasi tersebut disampaikan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melalui data yang disiarkan kepada wartawan, Kamis sore. (ris/kps)

loading...