Diguyur Hujan, Inti Kota Medan Kebanjiran

Metropolis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hujan deras yang mengguyur Kota Medan tadi malam, Selasa (23/11), menyebabkan sejumlah ruas jalan di inti kota tergenang air. Bahkan, rumah warga di kawasan Jalan Rahmadsyah, Jalan Puri, Jalan Sutrisno, Kecamatan Medan Area, kebanjiran hingga selutut.

Begitu juga di kawasan Jalan Wahid Hasyim, Jalan Diponegoro, Jalan Karya, dan kawasan inti kota lainnya juga mengalami hal yang sama. Tak sedikit pengendara sepeda motor, terpaksa berhenti lantaran mesin sepeda motornya padam. “Iya sepeda motor saya mogok, soalnya masuk air ke knalpot. Mesinnya enggak bisa nyala,” ujar seorang warga menyikapi hal ini, Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan, Syaiful Ramadhan mengaku prihatin, padahal semenjak dilantik sebagai Wali Kota Medan, Bobbi Nasution sudah begitu gencar menyelesaikan persoalan banjir di Kota Medan.


“Pertama kita menyampaikan keprihatinan banjir masih terjadi di Kota Medan. Terkait hal ini, kita memiliki banyak catatan, kita minta Pemko Medan segera merespon banjir ini,” ucap Syaiful tadi malam.

Politisi PKS ini mengatakan, pihaknya meminta Pemko Medan bekerja cepat dan terukur dalam menyelesaikan persoalan ini. “Dengan kondisi saat ini Pemko Medan harus kerja cepat dan terukur,” ungkapnya.

Syaiful menegaskan, Pemko perlu kerja Cepat dan terukur dikarenakan masyarakat sangat menanti apa yang menjadi janji dan terget Wali Kota Medan dalam menyelesaikan persoalan di Kota Medan seperti banjir ini. “Dengan janji menyelesaikan persoalan banjir yang menjadi program Wali Kota, Pemko Medan tentunya perlu kerja cepat dan terukur,” katanya.

Dalam persoalan perbaikan infrastruktur, Syaiful juga menyoroti soal minimnya serapan Dinas Pekerjaan Umum. “Saat ini kita tengah melakukan pembahasan R-APBD 2022, dan kita mendapatkan laporan serapan anggaran di Dinas PU hanya 27 persen dari rencana capaian 80 persen. Dengan kondisi tinggal satu bulan lagi dan kondisi kota Medan seperti sekarang ini, buruknya serapan anggaran perlu dipertanyakan,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Syaiful juga menilai banyak proyek infrastruktur yang baru dikerjakan tidak bertahan lama. Di kawasan Kecamatan Medan Amplas saat pembenahan drainase atau parit ada tembok dinding warga yang rubuh atau tumbang. “Tembok teras rumah warga ada yang rubuh, selain ada rangka cor parit tak ada sehingga pekerjaan menjadi tertunda,” katanya.

BMKG: Antisipasi Banjir dan Longsor

Berdasarkan analisa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hampir seluruh wilayah di Indonesia mengalami cuaca ekstrem, yakni hujan lebat disertai kilat dan angin kencang. Bahkan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) merupakan salah satu dari 28 provinsi yang dinyatakan berstatus waspada.

Karena itu, Prakirawan BBMKG Wilayah 1 Medan, Martha R Manurung mengimbau masyarakat Sumut antisipasi cuaca ekstrem tersebut. Jika tidak terlalu mendesak jangan melewati titik-titik rawan banjir dan longsor. “Lebih baik cari jalan alternatif lain. Terutama perjalanan jauh pada malam hari,” ujarnya kepada Sumut Pos di Medan, Selasa (23/11).

Dikatakannya, sejumlah wilayah di Sumut berpotensi hujan ringan hingga lebat disertai kilat dan angin kencang, yakni Medan, Langkat Kepulauan Nias dan sekitarnya. Kemudian, tambah Martha, Deliserdang, Karo, Serdangbedagai (Sergai), Dairi, Pakpakbharat, Batubara, Simalungun, Samosir, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Humbanghasundutan (Humbahas), dan Tapanulitengah (Tapteng).

Sedangkan suhu udara, lanjutnya, mencapai 18.0-31.0°C, dengan kelembaban udara 60-98 persen. Sementara kecepatan angin Barat Daya-Timur Laut, yakni 10-30 km/jam. “BMKG telah mengeluarkan peringatan dini per 23 November 2021, agar waspada potensi hujan lebat di wilayah lereng timur, lereng barat, pantai timur, dan pegunungan Sumut yang dapat berpotensi mengakibatkan longsor dan banjir,” pungkasnya. (bbs/dwi)

loading...