Diliburkan karena PPKM Darurat, 9 Pemain PSMS Pulang Kampung

Ayam Kinantan Olahraga

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaksanaan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Medan, juga berdampak pada Klub PSMS yang meliburkan para pemain hingga 20 Juli mendatang. Dan sebagian para pemain memilih untuk pulang kampung.

LATIHAN: Para skuad PSMS Medan saat melakukan latihan sebelum pelaksanaan Pemberlakuakn Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.TRIADY/SUMUT POS.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Umum PSMS Medan, Julius Raja, mengatakan, ada sembilan pemain PSMS Medan yang berasal dari luar Kota Medan memilih pulang kampung.


Dikatakan pria yang akrab disapa King ini, empat orang masih mengurus vaksinasi dan PCR sebagai syarat, agar bisa menggunakan pesawat sebagai moda transportasi.

“Yang sudah berangkat ada lima orang yakni, Pato, Tele, Sukadana dan Elina Soka serta Sendri,” katanya seraya menyatakan empat orang lagi tengah mengurus PCR mereka.

Dkatakan King, dalam pengurusan syarat administrasi agar para pemain bisa pulang kampung, manajemen membantu para pemain untuk melakukan pengurusan PCR dan vaksinasi.

Namun, lanjut King, semua pemain yang sudah dikontrak harus tetap melakukan latihan secara mandiri dan mengirimkan bukti latihannya kepada pelatih dan di share ke grup yang sudah disediakan.

“Artinya, kita masih menunggu keputusan dari PSSI dan PT LIB terkait bergulirnya liga mengingat mereka sebagai operator liga,” pungkasnya.

Terkait kelanjutan kompetisi, sambung King, PSSI belum menetapkan jadwal rapat dengan manajemen klub peserta liga.

“Sampai sekarang kami belum dapat undangan kapan managers meeting akan dilakukan,” kata Julius Raja, Jumat (16/7).

Disebutkannya, melihat pertumbuhan kasus Covid-19 di Indonesia saat ini, kemungkinan rapat digelar secara daring.

“Atau rapat dicari tempat yang wilayahnya masih zona hijau untuk Covid-19,” katanya.

“Kita buat misalnya rapat di Palembang, Pekanbaru atau di Batam yang kasus Covid-19 rendah atau zona hijau. Disitu dibuat rapat atau mau daerah-daerah timur juga bisa dilakukan untuk managers meeting,” katanya.

Menurut King, dalam managers meeting nantinya, kali pertama yang harus dilakukan adalah menentukan model kompetisi .

“Kalau empat grup, klub Liga 2 pasti keberatan. Terus yang harus dibicarakan juga, siapa yang ditunjuk menjadi tuan rumah,” ujarnya.

“Termasuk, bagaimana tentang subsidi. Sekarang ini kabarnya untuk Liga 1 dapat hak komersial. Kenapa Liga 2 tidak dapat? Jadi jangan ada perbedaan. Kita kan klub profesional juga,”tukasnya. (rel)

loading...