Dipecat dari Kepolisian, Jadi Pencuri di Hotel

Hukum & Kriminal
fOTO: M Idris/pPM Aiptu Hotmangasi Hutasoit diperiksa di ruang penyidik Polsek Medan Baru, karena mencuri di hotel.
fOTO: M Idris/pPM
Aiptu Hotmangasi Hutasoit diperiksa di ruang penyidik Polsek Medan Baru, karena mencuri di hotel.

MEDAN, sumutpos.co – Sanksi pemecatan dari kepolisian tak membuat Aiptu Hotmangasi Hutasoit alias Soit (27) jera berbuat kejahatan. Usai ketangkap membongkar rumah Kepala Detasemen (Kaden) Gegana Brimobdasu Kompol Irwan Jaya, di Kompleks Mako Brimobdasu, Mantan personel Sabhara Polres Samosir itu ketangkap lagi dalam kasus pencurian di kamar hotel.

Warga Jalan Sei Serayu Kec. Medan Selayang ini diringkus personel Polsek Medan Baru dari kediamannya, Rabu (4/6) lalu. Soit terlibat kasus pencurian di kamar 07 Hotel Labuhan Raya, Jalan Gajah Mada No. 44 Kec. Medan Baru, Senin (2/6) lalu sekira pukul 15.30.


Dalam kasus ini, Soit mencuri barang berharga milik dr Muhammad Adib Mahara yang diletakkan di dalam kamar hotel itu.

Minggu (1/6) malam, korban yang tak dapat pintu rumah kos terpaksa menginap di Hotel Labuhan Raya. Keesokan harinya, Senin (2/6) siang, korban yang sedang mengambil program S2 Kedokteran USU ini meninggalkan kamar hotel itu untuk menuju Kampus USU di Jalan dr Mansyur. Namun, korban meninggalkan barang berharganya seperti laptop, ijazah, dokumen penting dan lainnya di dalam tas.

Sekira pukul 15.30 korban kembali ke kamar hotel. Alangkah terkejutnya Adib ketika mengetahui laptop di dalam tasnya sudah hilang. Dokter itu pun bingung dan menanyakan kepada pegawai hotel. Akan tetapi, pegawai hotel tidak mengetahui sama sekali dan menyarankan membuat pengaduan di kantor polisi.

Petugas Polsek Medan Baru yang mendapat laporan langsung menuju lokasi dan melakukan olah TKP. Alhasil, petugas mencurigai pelakunya adalah penghuni kamar kos yang berada persis di sebelahnya. Kecurigaan semakin menguat karena ada lubang di balik kaca yang memungkinkan tubuh orang dewasa bisa masuk.

Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Alexander Piliang mengatakan, menurut pengakuan pelaku, dia mencuri bersama dengan seorang temannya yang biasa dipanggil Bowo. Modus mereka berpura-pura menyewa kamar hotel persis di sebelah kamar korban. Setelah korban keluar dari kamarnya untuk pergi sejenak, pelaku langsung beraksi.

“Pelaku mengambil laptop merk HP beserta charger, ijazah kedokteran milik korban, dokumen-dokumen penting dan lainnya. Dari pelaku hanya disita ijazah dan dokumen penting milik korban, sementara laptop yang dicurinya telah dijual temannya,” sebut Alex.

Menurut Alex, pelaku merupakan spesialis pencuri di kamar hotel kelas melati. Terbukti ada seorang korban lainnya yang melapor di Polsek Medan Baru karena kehilangan handphone dan KTP lantaran dicuri pelaku ketika menginap di kamar 308 Hotel Cahaya Bulan, kawasan dekat Kampung Kubur.

“Pelaku juga pernah ditahan di sini (Polsek Medan Baru) karena tertangkap tangan personil Brimobdasu mencuri di rumah Kaden Gegana Brimobdasu, Kompol Irwan Jaya,” ungkapnya sembari mengatakan, pelaku dijerat Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman 5 tahun kurungan penjara.

Alex menambahkan, saat ini kasusnya masih dikembangkan guna menangkap temannya yang disebut-sebut Bowo. “Kita juga sedang menelusuri keberadaan laptop milik korbannya,” tukas Alex.

Kapolres Samosir, AKBP Andry Setiawan yang dikonfirmasi via seluler mengakui bahwa Soit merupakan mantan anggota Sabhara. Namun, kata Andry, Soit telah dipecat sejak 3 bulan yang lalu setelah sidang kode etik. “Dia sudah disersi dan dipecat karena terlibat kasus pencurian serta jarang masuk bekerja,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Devi, korban pencurian dari Soit yang dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi menyebut, bahwa Soit memang sebagai pelakunya. “Saya tahunya dari Reza, kawannya Soit di Kampung Kubur. Reza menceritakan bahwa dia diajak Soit untuk beraksi. Namun, Reza menolak lantaran kenal sama saya. Dari situlah terungkap bahwa si Soit pelakunya. Tapi saya enggak bisa berbuat apa-apa karena tidak ada bukti yang kuat. Cuma Tuhan menunjukkan jalan hingga si Soit ditangkap,” ungkapnya.

Terpisah, tersangka yang diwawancarai enggan berkomentar. Soit sempat menarik nafas beberapa kali ketika ditanya. Tetapi pria yang memiliki tinggi sekitar 170 cm ini tak juga membuka mulut.

Iptu Alexander yang geram langsung memintanya untuk bicara. Namun, kata-kata yang dilontarkan Soit membantah bahwa dirinya telah mencuri. “Aku enggak mencuri komandan,” ucapnya.

Ketika ditanya Alex dimana keberadaan laptop milik sang dokter, Soit mengaku digadaikan sama seorang wanita bernama Amelia (25) penduduk Jalan STM.

Tak berapa lama, Amelia alias Lia pun dihadirkan. Lia mengakui laptop itu telah digadaikan Soit kepada dirinya sebesar Rp500 ribu untuk modal bermain judi. Namun, setelah selesai bermain judi ditebus Soit kembali. “Setelah itu saya tidak tahu laptop itu digadaikan atau dijualnya ke mana,” ucap Lia.

Mendengar penjelasan itu, Alex langsung meminta tersangka untuk berbicara jujur. Akan tetapi, tersangka tak kunjung mengaku. “Laptopnya udah enggak sama aku lagi. Dijual sama si Bowo tapi aku enggak tahu di mana dijualnya,” kata Soit.

Karena tersangka terus memberikan keterangan berbelit-belit, Alex pun menyarankan agar dijebloskan ke dalam sel tahanan. (mag-8/smg/bd)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *