Diterjang Angin Puting Beliung dan Hujan Es, 48 Rumah di Tigalingga Rusak Parah

Sumatera Utara

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 48 rumah warga tiga desa di Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi, rusak diterjang angin puting beliung serta hujan es, Senin (1/3) sore. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun kerugian ditaksir sampai ratusan juta rupiah.

MENINJAU: Camat Tigalingga, Timbul Tamba dan Kapolsek Tigalingga AKP SP Siringoringo saat meninjau para korban angin puting beliung dan hujan es yang merusak rumah warga tiga Desa di Kecamatan Tigalingga, Kabuoaten Dairi.

Camat Tigalingga, Timbul Tamba dikonfirmasi, Selasa (2/3) membenarkan bencana alam tersebut. Timbul menerangkan, ke-48 bangunan yang rusak tersebut terdapat di tiga desa, yakni Desa Tigalingga, Desa Lau Bagot serta Desa Lau Sireme.


Dari 48 bangunan rusak, 46 rumah warga, 1 gereja GPDI serta Kantor Camat Tigalingga. Sebanyak 20 bangunan rumah warga serta Kantor Camat Tigalingga mengalami rusak berat, dan 28 lainya hanya mengalami rusak ringan. “Kerusakan bangunan rumah rata-rata pada atap,” ucapnya.

Camat mengatakan, selain merusak bangunan. Bencana alam itu turut merusak tanaman perkebunan warga seperti pohon durian, pinang serta merobohkan tiang listrik. Akibat tiang listrik tumbang, arus listrik di Desa Lau Molgap dan Lau Pakpak padam.

Posisi tiang listrik tumbang berada di Dusun Barisan Tigor, Desa Tigalingga. Sekarang pihak PLN sudah melakukan perbaikan tiang yang tumbang dimaksud, kata Timbul. Camat menuturkan, kejadian itu sudah dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Pemerintah kecamatan dan BPBD saat ini sedang melakukan pendataan terhadap para korban. Ditanya soal bantuan?, Timbul menyebut, masih dilakukan pendataan. Kemungkinan bila nantinya ada bantuan, akan diberikan setelah selesai didata, katanya.

Untuk dapur umum juga belum tersedia. Sementara itu, para korban kini terpaksa mengungsi kerumah saudara maupun tetangga yang rumahnya tidak ikut rusak dalam musibah itu. Bilamana korban tidak memiliki saudara, rumah dinas Camat disiapkan menampung para korban, ungkap Timbul Tamba.

Terpisah, Kepala BPBD, Sahala Tua Manik memaparkan, jumlah kerugian masih pendataan. Sesuai koordinasi dengan camat, kepala desa dapur umum tidak dibuka, karena korban ditampung di rumah keluarga masing- masing. Bantuan stimulan akan segera disalurkan berupa seng, tenda, pakaian sekolah dan lainnya, ucap Sahala Tua Manik. (rud/han)

loading...