DPD Ikanas Sumut Resmi Dilantik, Jangan Dibawa untuk Kepentingan Pemilu

Metropolis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewan Pengurus Daerah Ikatan Keluarga Nasution Dohot Anak Boruna (DPD Ikanas) Sumatera Utara (Sumut) Periode 2021-2025 resmi dilantik. Pelantikan berlangsung di Ballroom Tiara Hotel and Convention Centre, Kota Medan, Sabtu (5/6) lalu.

PELANTIKAN: Suasana Pelantikan DPD Ikanas Sumut yang berlangsung di Kota Medan, Sabtu (5/6).

“Ada 2 sesi pelantikan DPD Ikanas Sumut, serta sesi peletakan batu pertama Komplek Mandailing Centre. Di samping itu, kami juga mengimbau agar seluruh hadirin tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 sesuai yang telah kami terapkan,” ungkap Ketua Panitia Pelantikan Abdul Aziz Nasution, dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/6).


Selanjutnya, Ketua DPP Ikanas H Saipullah Nasution, secara langsung melantik pengurus yang diikuti penyerahan pataka secara simbolis kepada Ketua DPD Ikanas Sumut terpilih, H Amarullah Nasution.

Dalam sambutannya, Amarullah mengucapkan terima kasih atas semua dukungan masyarakat Nasution, dengan mempercayakannya untuk duduk kembali sebagai ketua. Seperti diketahui, Amarullah merupakan Ketua DPD Ikanas Sumut periode sebelumnya.

“Saya ucapkan terima kasih atas semua dukungan yang telah diberikan kepada saya. Kepada DPP Ikanas juga saya ucapkan terima kasih, telah datang jauh dari Jakarta. Begitu juga dengan unsur pengurus yang baru dilantik dan jajaran panitia kegiatan yang telah bekerja keras menyelenggarakan acara ini,” tuturnya.

Dia menekankan, peran Ikanas sebagai wadah untuk silaturahim sesama masyarakat Nasution khususnya, dan masyarakat Mandailing secara umum. Amarullah berharap, seluruh lapisan masyarakat Mandailing dapat memanfaatkan keberadaan Ikanas untuk merajut kekeluargaan, khususnya yang berdomisili di luar Mandailingnatal (Madina).

“Ikanas ini organisasi sosial untuk menjalin silaturahim dari sesama kita Nasution dan Mandailing. Yang disebut dengan Mandailing ini juga jangan kita persempit. Orang Mandailing bukan hanya yang lahir dan besar di Mandailing, tapi siapapun yang masih memiliki ikatan dan keturunan dengan Mandailing, maka dia orang Mandailing,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, dia menyampaikan, telah menghibahkan tanah seluas 5000 meter persegi yang berada di Komplek Pesantren Darul Quran, Yayasan Islamic Centre Darul Quran Jendral Besar H AH Nasution, Jalan Pasar 1, Dusun 1, Desa Amplas, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang.

Tanah hibah yang diberikan oleh Amarullah tersebut, direncanakan akan dibangun Komplek Mandailing Centre. Hal ini menjadi fokus utamanya selama menjadi ketua, di samping juga akan membangun Tugu Jendral Besar AH Nasution.

“Kita sedang merintis pembangunan Tugu Jendral Besar AH Nasution dan Mandailing Centre yang akan dilaksanakan peletakan batu pertamanya hari ini (Sabtu) juga. Semoga dengan adanya lahan tersebut, menjadi motivasi bagi kita semua untuk mensukseskan pembangunan yang direncanakan ini,” paparnya.

Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan Rencana Pembangunan Komplek Mandailing Centre dari Tim Pembangunan, yang disampaikan Imsar Muda Nasution.

“Mandailing Centre ini dibangun sebagai tempat revitalisasi kebudayaan Mandiling. Saat ini sudah banyak anak-anak kita, terkhusus yang berada di tanah rantau, tidak lagi mengetahui budaya Mandailing. Dengan adanya Mandailing Centre ini, bisa mendukung kebudayaan Mandailing tetap terjaga. Kita juga berupaya menjadikan Mandailing Centre sebagai museum ke depannya,” ujarnya.

Dia memaparkan, akan ada beberapa bangunan yang dibangun di komplek tersebut, yakni replika bagas godang, sopo godang, sopo jago, sopo eme, gordang sambilan, aula, musala, serta playground.

Ihwal pembangunan ini, disambut baik oleh Ketua Dewan Hatobangon DPD Ikanas Sumut, H Pandapotan Nasution. Dalam sambutannya, dia mengapresiasi langkah DPD Ikanas Sumut, yang berupaya menjaga kelestarian budaya Mandiling. Dia menyebutkan, ini merupakan langkah nyata dari keseriusan DPD Ikanas Sumut untuk lebih baik ke depan.

Dia juga menyebutkan, Ikanas berbeda dengan organisasi lainnya. Pandapotan menggambarkan beberapa organisasi didasari oleh kesamaan ideologi, agama, serta tujuan. Namun, Ikanas ini hadir dikarenakan adanya ikatan darah sesama marga Nasution.

Sebelum menutup sambutannya, Pandapotan berpesan, agar Ikanas tidak dibawa ke dalam ranah politik. Menurutnya, Ikanas hadir sebagai wadah kekeluargaan, bukan untuk kepentingan segelintir orang demi meraih kekuasaan.

“Ikanas ini jangan dibawa untuk kepentingan Pemilu. Masyarakat Nasution ini ada di semua partai politik. Maka, jangan lagi Ikanas dibawa-bawa ke sana. Jika Ikanas ini dibawa ke ranah politik, maka di situlah kehancuran Ikanas ini,” tegasnya.

Ketua DPP Ikanas, H Syaifullah Nasution, mengamini apa yang disebutkan oleh Pandapotan. Dalam sambutannya, dia mengingatkan agar Ikanas jangan digembosi untuk kepentingan politik. Menurutnya, Ikanas lebih besar dari sekadar kepentingan politik.

“Ikanas ini besar, maka jangan kita kerdilkan, jangan kita gembosi untuk kepentingan politik dan segelintir orang. Kita harus solid, tidak mudah goyah karena ada perkara kecil. Kita ini hadir untuk memberikan dampak kepada banyak orang. Kita harus pahami kalau Nasution ini sudah mendunia. Tapi apa yang telah kita perbuat untuk pembangunan daerah kita sendiri? Seharusnya itu menjadi poin penting,” sebutnya.

Acara tersebut ditutup dengan manortor dengan mengundang unsur Dewan Hatobangon, Dewan Penasehat, DPP Ikanas, serta DPD Ikanas Sumut ke atas panggung.

Seperti diketahui, setelah acara berakhir, rombongan tersebut bertolak menuju lokasi Komplek Mandailing Centre untuk melaksanakan prosesi peletakan batu pertama. Syaifullah mengatakan, di antara sejumlah DPD Ikanas Provinsi se-Indonesia baru DPD Ikanas Sumut yang berani pertama mendirikan bagas godang, sopo godang, dan sejumlah perangkat seni budaya di dalam wadah Mandailing Centre.

“DPD Ikanas Sumut, akar rumput Ikanas se-Indonesia. DPP Ikanas wajib turut mensukseskan pendirian Mandailing Centre ini. Ini yang perlu dijadikan pusat, dipagodang (dibesarkan),” pungkas Syaifullah, usai meletakkan batu pertama pendirian Mandailing Centre. (gus/saz)

loading...