DPW Pujakesuma Sumut Gelar Rapat Konsultasi

Medan Society

Suroan di Padepokan Agung Tunggal Roso Nuswantoro Berlangsung Hikmat

DPW Pujakesuma Sumut bersama Ketua DPD Pujakesuma kabupaten maupun kota se-Sumut menggelar rapat konsultasi dan silaturahmi di Hotel Saudara Syariah Jalan Ringroad Medan, Sabtu (26/11).


Rapat ini dibuka Ketua Harian DPP Pujakesuma Sumut H Suherdi SSos diisi dengan penyampaian materi diantaranya Dr Budi MA yang juga Sekjen DPP Pujakesuma.

Dalam rapat dipandu Pembantu Rektor III Universitas Darma Agung Drs Sutarto MSi, mengemuka berbagai tanggapan, harapan dan saran dari pimpinan Pujakesuma di kabupaten/kota seperti H Suryanto (Langkat), H Endang (Asahan), Sabari (Sergai), Supratikno (Medan).

Budi menjelaskan tentang sejarah dan peadaban masyarakat Jawa di Sumut dalam empat gelombang sebelum kemerdekaan, masa kolonial, masa kemerdekaan dan masa pembangunan. Dr Budi menjelaskan untuk membangun keluarga Pujakseuma ke depan, program pemberdayaan eko-nomi bagi warganya menjadi prioritas utama disamping pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi mereka yang putus sekolah.

Ketua Harian DPP Pujakesuma, H Suherdi SSos menjelaskan rasa bangga terhadap pengurus DPW Pujakesuma Sumut dan DPD Pujakesuma se-Sumut yang dapat melaksanakan rapat konsultasi dan suroan. Ia berharap, dari rapat konsultasi lahir program kerja yang secara real dapat dilaksanakan oleh anggota masyarakat di setiap kabupaten/kota dalam rangka peningkatan kesejahteraan warganya. Sekaligus mampu bersaing di bidang pendidikan, politik maupun perekonomian.

Sedangkan Ketua DPW Pujakesuma Sumut, Kol Inf Ahwan Ismadi SPdI MH mengutarakan, pihaknya mengutamakan urug rembuk dengan pola bottom up sehingga dapat mengetahui perkembangan di daerah. ‘’Saatnya kita guyub dan saling kenal sehingga satu bahasa untuk mengurusi masyarakat Jawa yang lebih sejahtera dan miliki masa depan,’’ kata Ahwan.

Dari rapat konsultasi dan kegiatan suroan, akan disusun menjadi program kerja DPW Pujakesuma Sumut lima tahun ke depan yang dimantapkan da-lam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) dibawah kepemimpinan Ketua Umum DPP Pujakesuma H Suratman SP pada pertengahan Desember 2011.
Acara Suroa.

Usai melaksanakan rapat konsultasi, keluarga besar Pujakesuma di Sumut menggelar kegiatan suroan menyambut Ta-hun Baru Islam 1433 Hijriah di pusat kebudayaan dan kesenian Jawa, Padepokan Agung Tunggal Roso Nuswantoro, Jalan Sedap Malam Patumbak, Sabtu (26/11) malam.

Suroan ini dihadiri Ketua DPP Pujakesuma H Suratman SP, Ketua DPW Pujakesuma Sumut Kol Inf Ahwan Ismadi SPdI MH, Ketua DPW Wanita Pujakesuma Sumut Hj Chairiah Sujono Giatmo, Ketua DPW GM Pujakesuma Sumut Agus Baktiono, Ketua Umum PB Satgas Joko Tingkir Sumut Sukirmanto SH dan Ketua DPD Pujakesuma kabupaten/kota se-Sumut.

Hadir juga Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumut Prof Dr Asmuni, Anggota DPD RI Parlindungan Purba SH MM, tokoh pendidikan Dr Robert Valentino Tarigan, Ketua Yayasan Pres-tasi Lansia Sumut H sanggup Purba, Ketua Panitia Ir Zahir MAP dan undangan lain.

Acara diisi dengan acara sandara tari Jawa Gambiong dan Hanuman dibawah pimpinan R Mulyono, seni kerawitan campur sari dan penampilan wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Wahyu Kamulyan Sejati dipimpin Ki Dalang Sunardi.

Suroan 1 Muharram 1433 Hijriah yang dipandu Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumut Raden Mas Adi SS dan Saumin berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Suroan diisi dengan acara makan ambengan diawali dengan pembacaan Al-Quran dan doa bersama. Dalam kesempatan ini dilaksanakan pemotongan nasi tumpeng yang dilakukan Ketua DPP Pujakesuma, Ketua DPW Pujakesuma Sumut, Ketua DPW Wanita Pujakesuma, Ketua GM Pujakesuma dan Ketua Panitia Suroan.

Ketua Panitia Suroan, Ir Zahir MAP mengutarakan makna suroan Tahun Baru 1433 Hijriah sebagai momentum kembali hijriah dalam berbagai aspek kehidupan. Ia meminta warga Jawa semakin berpegang teguh pada Al-Quran dan Al-Hadist sebagai pedoman hidup. Dalam kesempatan ini, Zahir mengatakan, terima kasih atas berbagai dukungan masyarakat Jawa sehingga acara suroan yang dipersiapkan dalam beberapa hari dapat berlangsung dengan hikmat.

Ketua Umum Padepokan Agung AKBP Purn Rusbandi mengatakan, Padepokan Agung didirikan pada tahun 2007 di atas tanah seluas satu hektar dipersembahkan untuk kepentingan kebudayaan dan kesenian Pujakesuma sekaligus sebagai tempat pembelajaran dan pertemuan silaturahmi masyarakat Jawa yang tergabung di dalam organisasi Pujakesuma. ‘’Padepokan ini masih belum selesai, diharapkan penyelesaiannya tidak terlalu lama lagi,” katanya. (*)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *