Dua Bocah yang Mengalami Penyakit Kulit, Kondisi Haikal dan Zakira Stabil

Metropolis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kondisi 2 bocah bernama Haikal (9) dan Zakira (3), penderita penyakit kulit hingga menyebabkan cacat, kini berada dalam keadaan stabil. Kedua bocah asal Kabupaten Mandailingnatal (Madina) tersebut, masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Haji Kota Medan.

DIBAWA: Dua bocah penderita penyakit kulit saat dibawa dengan ambulans ke Rumah Sakit Haji Kota Medan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut), dr Aris Yudhariansyah mengatakan, selain dirawat, kedua bocah malang itu juga dilakukan Kondisi observasi untuk mengetahui penyebab dari penyakit yang mereka alami. Terkait kondisinya, sejauh ini dalam keadaan baik.


“Saat ini mereka sudah dirawat di Rumah Sakit Haji untuk observasi. Tapi kondisinya dalam keadaan baik dan stabil,” ungkap Aris, Selasa (6/7).

Menurut Aris, tidak ada perawatan khusus yang diberikan dalam proses kesembuhan Haikal dan Zakira. Penanganan yang diberikan, tetap dilakukan seperti terhadap penderita gangguan kulit pada umumnya.

“Untuk dokter yang menanganinya adalah dokter spesialis anak dan spesialis kulit,” imbuhnya.

Disinggung apakah penyakit kulit kedua anak itu masih bisa disembuhkan, Aris meyakini bisa sembuh. Kata dia, penyakit anak-anak itu merupakan dermatitis kongenital atau kelainan bawaan yang tergolong dapat sembuh.

“Kemungkinan sembuh ya ada. Itu kan dermatitis kongentital. Itu juga enggak parah, enggak sampai ke organ vitalnya,” jelasnya.

Sebelumnya, kedua bocah tersebut dirujuk ke Rumah Sakit Haji Kota Medan usai dijenguk Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Minggu (4/7) sore. Edy menjenguk keduanya yang tinggal sementara waktu di rumah kerabat, Jalan Karya Jaya, Kecamatan Medan Johor.

Edy menyatakan, berdasarkan penuturan orang tua si anak, mereka sudah berkali-kali berobat ke rumah sakit namun tidak sembuh juga, dan akhirnya mereka memilih jalur alternatif.

“Jadi menurut orang tuanya, sejak lahir itu sudah ada seperti bercak luka bakar dan melepuh, akhirnya hingga sampai saat ini, luka itu menyebar hinggga membuat jarinya putus,” bebernya.

Dia menyatakan, telah memerintahkan pihak Rumah Sakit Haji Kota Medan untuk membentuk tim yang dipimpin dokter spesialis anak, Inke Lubis, dan didukung oleh dokter spesialis lainnya yang akan mendiagnosis penyebab sakit anak tersebut.

“Kalau dari historis anak dan kedua orang tuanya tinggal di Madinas. Tapi, apakah penyebab faktor lingkungan dan sebagainya, ini harus diteliti dan diagnosis dulu,” jelas Edy lagi.

Sementara itu, orangtua kedua anak tersebut Khairunisa Rangkuti (Nisa) mengucapkan syukur dan berterima kasih atas perhatian Gubernur Sumut pada kedua anaknya. Diharapkan dengan perhatian Gubernur ini, harapan baru untuk solusi penyakit anaknya ini mendapatkan kesembuhan.

“Saya berterima kasih pada Pak Gubernur yang akan membawa anak-anak saya ke rumah sakit yang akan dirawat dan akan tahu penyebab sakitnya ini, dan mudah-mudahan segera sembuh,” harapnya.

Nisa mengatakan, sudah membawa anaknya berobat ke beberapa rumah sakit dan belum ada perubahan. Gejalanya penyakit pada anaknya sudah ada semenjak lahir, dan semua anggota tubuhnya masih normal. Upaya yang dilakukan mereka saat ini yakni berobat jalan serta menggunakan obat tradisional.

Diketahui, Nisa dan suaminya adalah warga Madina tepatnya di Desa Panjaringan, Kecamatan Tambangan Madina. Ayah sang anak kesehariannya adalah buruh tani dan menderes getah karet (pohon rambung). (ris/saz)

loading...