Dua Pencuri Rumah Mewah di Tasbih Ditangkap

Hukum & Kriminal
Dua unit rumah mewah di kompleks Taman Setia Budi Indah (Tasbih) Medan disatroni maling, Rabu (13/8). Kedua rumah tersebut yakni milik Mahyuzar (55) yang terletak di Blok YY No 28A dan rumah Subajib (36) yang terletak di Blok YY no 64. Bagian belakang kedua rumah tersebut saling berdempet sehingga membuat maling tersebut mudah memasuki keduanya.
Dua unit rumah mewah di kompleks Taman Setia Budi Indah (Tasbih) Medan disatroni maling, Rabu (13/8). Kedua rumah tersebut yakni milik Mahyuzar (55) yang terletak di Blok YY No 28A dan rumah Subajib (36) yang terletak di Blok YY no 64.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua dari lima tersangka pencuri yang menyatroni 2 rumah mewah di Taman Setia Budi Indah, Blok YY, ditangkap polisi, Kamis (14/8) malam.

Penangkapan itu berawal saat seorang petugas Polsek Sunggal menaruh curiga dengan mobil Pajero Sport warna putih yang melintasi di Jl Nibung Raya Medan. Polisi kemudian mengikuti mobil tersebut sampai mobil berhenti di depan satu rumah warga di Jl Karya Medan.


Saat dikuntit polisi melakukan kontak dengan petugas yang melakukan penyelidikan untuk memastikan nomor plat polisinya. Ternyata nomornya sama dengan mobil Mitsubishi Pajero warna putih BK 505 IA yang hilang di depan garasi milik Mahyuzar (55), di Jl Karya Medan, Kamis (14/8) sore.

Polisi kemudian menghubungi beberapa petugas untuk membantu melakukan penggerebekan. Saat mobil tersebut tengah terparkir dan sopirnya masuk ke dalam rumah tersebut tak lama kemudian petugas mlakukan penggerebekan. Lima pria yang berada di dalam rumah berusaha melarikan diri. Namun, dua pelaku berhasil dibekuk polisi.

Kapolsek Sunggal, Kompol Eko Hartanto mengatakan, saat ini polisi masih melakukan pendalaman. “Masih kita dalami. Belum bisa kita ekspose,” ucapnya.

Wakil Kepala Keamanan Komplek Perumahan Tasbi, Indrianto, mengaku pascakejadian ini pihaknya akan memperketat penjagaan dengan melakukan pemeriksaan terhadap setiap pengunjung yang masuk maupun yang keluar.

Disinggung sudah berapa kali terjadi perampokan atau pencurian di perumahan mewah tersebut, untuk data kriminalitas di komplek ini ada. “Akan tetapi, datanya dengan pimpinan dan kebetulan sedang berada di luar,” ujarnya singkat.

Amatan wartawan, penjagaan pintu utama itu memang banyak disiagakan petugas satpam. Namun, prosedur yang terpampang di pintu masuk dan keluar hanya menjadi ikon saja. Di mana, prosedur masuk dan keluar Komplek Tasbi yaitu warga menunjukkan kartu tanda pengenal, wajib melapor ke pos satpam dan menyebutkan tujuan, alamat rumah tujuan serta meninggalkan KTP atau identitas lain saat masuk ke komplek.

Namun, operasionalnya hanya dilakukan beberapa petugas satpam terhadap beberapa kendaraan terutama roda empat. Untuk kendaraan roda empat yang tergolong mewah maupun tak mewah, petugas membiarkannya saja masuk. Sedangkan kendaraan yang membawa barang baru diberhentikan.

Untuk pengendara roda dua yang terus hilir-mudik komplek tak satupun diperiksa petugas. Para pengendara sepeda motor tersebut terlihat bebas keluar masuk. (ind/ris/smg)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *