Edy: Beliau Tak Ingin Kita Jadi Bangsa Hatoban

Politik Sumatera Utara
Cagubsu Edy Rahmayadi meletakkan karangan bunga di atas Makam Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII, Kamis (22/3) kemarin.

SUMUTPOS.CO – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut nomor urut 1, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) membuktikan kalau mereka memiliki pribadi yang nasionalis, religius dan bermartabat. Setelah Musa Rajekshah yang biasa disapa Ijeck berziarah ke makam Pahlawan Raja Sisingamangaraja XII, kemarin (22/3) giliran Edy Rahmayadi yang berziarah ke komplek pemakaman di Soposurung, Balige, Toba Samosir.

Didampingi istri Nawal Lubis, Edy memasuki pekarangan pemakaman dengan mengenakan ulos dan melepas alas kaki.  Di pemakaman Raja Sisingamangaraja XII ini, Edy mengucapkan horas seraya meletakan karangan bunga di atas pusara sang Pahlawan. Di pemakaman ini Edy Rahmayadi disambut Amang Sinambela yang merupakan keturunan langsung Sisingamangaraja. Tak berselang lama, Sinambela pun mengajak Edy dan rombongan masuk ke komplek makam.


“Kehadiran kita dalam rangka ziarah sebagai wujud penghormatan dan penghargaan atas jasa Pahlawan kita Raja Sisingamangaraja XII. Karena sebagai bangsa yang besar,  sudah sepatutnya kita menghargai jasa-jasa mereka para pahlawan kita,” kata Edy usai berziarah.

“Patut dicatat, Raja Sisingamangaraja XII berjuang juga karena tidak ingin martabat kita diinjak-injak. Beliau tidak ingin kita jadi bangsa hatoban (pembantu/budak, red),” tegasnya.

Sementara itu Nawal Lubis, mengaku sudah dua kali mengunjungi makam Raja Sisingamangaraja XII bersama sang suami Edy Rahmayadi. “Saya sudah dua kali sama bapak kemari. Pertama saat bapak Pangdam I/BB,” ujarnya.

Seperti diketahui, Raja Sisingamangaraja XII dikenal karena keberanian dan kesaktiannya pada saat melawan penjajah Belanda selama 30 tahun. Beliau gugur di Dairi pada 17 Juni 1907, bersama putranya Patuan Nagari dan Patuan Anggi yang juga di makamkan bersisian dengan Sisingamangaraja XII.

Di lokasi komplek makam Sisingamarngaraja XII, kita akan menemukan banyak terdapat rumah adat. Suasana yang teduh karena membuat mamam ini selalu tampak asri. Karena sesungguhnya kompleks makam ini merupakan Taman Makam Nasional dan dibiayai pemerintah maka para pengunjug tidak di pungut biaya untuk datang ke lokasi ini. (rel/adz)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *