Site icon SumutPos

Akhir Tahun Ini, Krisis Gas Industri Sumut Teratasi

Foto: Istimewa Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Sudirman Said dan Direktur Energi Baru Pertamina Yenni Andayani serta Plt sekdaprovsu Hasiholan Silaen, meresmikan proyek pipa gas Arun-Belawan,  di PLN Pembangkitan Sumut sektor Pembangkitan Belawan, Jl Sicanang No. 1 Belawan, Kamis (11/12/2014) lalu.
Foto: Istimewa
Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Sudirman Said dan Direktur Energi Baru Pertamina Yenni Andayani serta Plt sekdaprovsu Hasiholan Silaen, meresmikan proyek pipa gas Arun-Belawan,
di PLN Pembangkitan Sumut sektor Pembangkitan Belawan, Jl Sicanang No. 1 Belawan, Kamis (11/12/2014) lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tahun ini, krisis gas di wilayah Sumut dan Aceh, khususnya untuk KIM dan KEK Sei Mangkei, akan teratasi. Pasalnya, PT Pertagas, anak perusahaan Pertamina, menjanjikan gas Arun yang diperuntukkan bagi Kawasan Industri Medan (KIM) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei sudah bisa beroperasi di kuartal keempat tahun ini. ”Operasional gas Arun bisa teraliri pada Oktober mendatang, yang awalnya direncanakan pada Juni. Kebutuhan gas untuk KEK Sei Mangkei sebesar 75 MMSCFD. Dari jumlah itu, 40 MMSCFD untuk kebutuhan KEK Sei Mangkei dan selebihnya untuk keperluan listrik di kawasan itu juga,” kata Direktur Enegeri Baru dan Terbarukan PT Pertamina (Persero), Yenni Andayani, saat melakukan audiensi kepada Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H Gatot Pujo Nugroho di rumah dinas Gubsu Jalan Sudirman 41, Kamis (21/5).
Yenni Andayani didampingi oleh SVP Gas dan Power Djohardi Angga Kusumah, Vice President Gas dan power Commersialization, Ginanjar, dan Presiden Direktur, Jugi Prajogio. Gubsu didampingi Plh Sekda, Sabrina, Kepala Bappeda Sumut, Arsyad Lubis, Kepala Dinas Pertambangan Edy Salim.
Tahun yang akan datang, lanjutnya, kebutuhan gas untuk industri di Sumut sebesar 200 MMSCFD. Sedangkan tahun ini sekitar 85 MMSCFD berasal dari PLT Gas dari Sicanang dan 25 MMSCFDPN Gas. Jadi ada sekitar 110 MMSCFD.
Kaya Yenni, gas yang akan masuk ke kawasan industri itu nantinya merupakan gas dari Arun yang pipanya ditarik dari Belawan. “Jadi masih khususs untu KIM dan KEK Sei Mangkei, dengan pipa antara 250 sampai 300 mm. Untuk pipa ke arah KIM kuartal ke 4 sudah bisa beroperasi,” katanya.
Untuk itu, ia berharap kerjasama dengan pemerintah daerah seperti pembebasan lahan yang sudah rampung.
Direktur Operasi PT Pertagas mengatakan, saat ini dikerjakan ruas pipa terusan dari Pipa Arun-Belawan hingga ke Kawasan Industri Medan dan KEK Sei Mangkei. Pipa sepanjang 156 kilometer (km) ini ditargetkan rampung pada Juni tahun ini. Selanjutnya pipa akan diperpanjang hingga mencapai Kuala Tanjung. Namun belum diketahui berapa volume gas yang akan di pasok ke industri di Sumut. Hanya saja Pertagas mengestimasi bahwa kebutuhan gas untuk industri di Sumut mencapai hingga 250 mmscfd. Sedangkan untuk kebutuhan PLN, Pertagas menyebutkan jumlah yang akan dipasok sebesar 98 MMSCFD PLTGU Belawan.
Mendengar hal itu, Gubsu menekankan agar Pertagas merealisasikan segera gas untuk kebutuhan industri, baik untuk KIM dan KEK Sei Mangkei. Selama ini, katanya, pasokan gas Arun sudah masuk ke PLN. Maka untuk industri bisa disegerakan juga. Karena ,kata Gubsu, krisis gas yang terjadi di industri Sumut sudah lama dirasakan kalangan industri.
“Memang energi gas sudah lama krisis di Sumut. Itu kita prihatinlah. Kekurangan pasokan gas membuat pertumbuhan industri kita lamban. Padahal dari sisi potensi, kita memiliki banyak potensi industri. Namun saya yakin, pemerintah pusat akan terus memihak kita, dan kita siap mendukung terhadap semua industri yang mau digarap investor di Sumut ini,” kata Gubsu.
Mengenai kendala pembebasan lahan, Pemprovsu sudah menyelesaikan pembebasan lahan, tinggal menunggu pembiayaan yang dilakukan oleh PT Pertamina.
Dalam pertemuan itu, Gubsu berharap agar PT Pertamina juga membersihkan bangunan-bangunan yang sudah berdiri di areal pipa. Proses pembangunan pipa yang sudah diselesaikan sampai saat ini sudah 68%.
Dalam waktu dekat, Pemprovsu sebagai fasilitator juga akan membahas menyosialisasikan soal harga gas yang sampai saat ini belum menemukan harga kesepakatan. PT Pertagas beranggapan bahwa harga yang ditawarkan sudah murah sedangkan bagi pelaku industri harga tersebut terlampau mahal.
“Pemprovsu berharap ada kepastian untuk berapa besarnya pasokan untuk Sumut. Kalau tahun ini ada 200 MMSCFD, tahun depan berapa untuk Sumut? Kalau dari Pemprovsu sih maunya secepatnya,” ujar Gubsu. (rel/mea)

Exit mobile version