Eks Gafatar asal Medan Kembali ke Pelukan Keluarga

Metropolis
Foto: DANIL SIREGAR/SUMUT POS Warga eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) Asal Sumatera Utara tiba di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (30/3). Sebanyak 303 orang warga eks Gafatar asal Sumut yang dipulangkan akan menjalani pembinaan selama sepuluh hari di tempat penampungan sementara sebelum dikembalikan ke daerah asalnya di Sumut.
Foto: DANIL SIREGAR/SUMUT POS
Warga eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) Asal Sumatera Utara tiba di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (30/3). Sebanyak 303 orang warga eks Gafatar asal Sumut yang dipulangkan akan menjalani pembinaan selama sepuluh hari di tempat penampungan sementara sebelum dikembalikan ke daerah asalnya di Sumut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 33 kepala keluarga yang terdiri dari 127 jiwa mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) asal Kota Medan dikembalikan kepada keluarganya masing-masing, Sabtu (9/4) di halaman Kantor Wali Kota Medan.

Masyarakat korban konflik diharap kembali berbaur dan menjalani kehidupan  normal di tengah masyarakat tempat tinggal mereka  sebelumnya.


Mereka sebelumnya dijemput dari enam titik penampungan, yakni SPN Sampali sebanyak 35 orang, Lantamal I Belawan 39 orang, Yon Arhanudse 3 orang, Yon Kavaleri 6 Serbu 31 orang, Brimob Binjai 6 orang dan Yon Armed 13 orang menggunakan bus. Acara penyerahan tersebut turut dihadiri Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan Drs H Palit Muda Harahap, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Armansyah S Lubis, Kabag Kesra M Raja Nasution, dan sejumlah camat di Kota Medan.

“Saudara kita ini dijemput dari 6 titik penampungan kemudian dikembalikan kepada keluarganya untuk menjalani kehidupan ditengah-tengah masyarakat, dan Pemerintah Kota Medan memfasilitasi sampai mereka benar-benar berada di keluarganya,” ujar Kepala Badan Kesbang Polinmas Ceko Wakhda Ritonga.

Menurutnya, keberadaan warga tersebut nantinya akan dibimbing dan diberikan sosialisasi baik itu dari tokoh masyarakat, tokoh agama dan camat setempat.

“Peran FKUB dan MUI juga akan kita libatkan agar keberadan mereka  bisa berbaur dan berinteraksi dengan masyarakat seperti bagaimana biasanya selama ini,” ujar Ceko.

“Jadi kita berusaha untuk meminimalisir agar apabila ada masyarakat yang tidak menerima mereka di tengah kehidupan  bermasyarakat,“ tambahnya. Masih kata Ceko, pendataan bagi seluruh warga korban konflik itu sudah ada. Pemko sendiri juga siap memfasilitasi bila tidak ada pihak keluarga yang menjemput mereka.

“Para saudara kita ini sudah ada alamat yang akan dituju dan keluarganya yang menjemput, apabila ada keluarga yang tidak bisa menjemputnya, pemerintah Kota Medan akan memfasilitasi untuk mengantarnya sampai ketempat keluarganya,” pungkasnya.  Waki Walikota Medan Akhyar Nasution sebelumnya mengatakan, terkait bantuan ekonomi bagi masyarakat korban tersebut tengah dibicarakan pihaknya. “Ada. Semuanya lagi kita persiapkan,” ujarnya.

Akhyar mengatakan, berkenaan fasilitas pekerjaan maupun tali asih tersebut nantinya disesuaikan dengan kebutuhan. “Nanti apa keinginan mereka akan coba kita layani. Karenakan beragam pula keahlian yang mereka miliki, jadi biar kita serahkan kepada keluarga mereka dulu, setelah itu bisa kita arahkan bidang keahlian mereka masing-masing apabila mau kembali bekerja,” jelasnya. (prn/deo)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *