Empat Investor Siapkan Rp1,5 Triliun untuk Danau Toba

Sumatera Utara
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS_ Luasnya danau toba di lihat dari puncak Hutaginjang Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Selasa (22/3)
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS_ Luasnya danau toba di lihat dari puncak Hutaginjang Muara, Kabupaten Tapanuli Utara.

SUMUTPOS.CO  — PESONA Danau Toba benar-benar mampu menyedot minat para investor. Buktinya, empat perusahaan lokal siap menginvestasikan Rp1 triliun hingga Rp1,5 triliun untuk pengembangan kawasan wisata Danau Toba.

Investasi ini akan diarahkan untuk pembangunan infrastruktur penunjang di salah satu destinasi wisata prioritas yang ditetapkan pemerintah tersebut. “Ada empat investor yang minat, dan mereka akan masuk ke pengembangan kawasan. Kebutuhan investasi untuk pengembangan kawasan sekitar Rp1 triliun hingga Rp1,5 triliun, dan mereka komit,” kata Direktur Dadan Otorita Danau Toba, Ari Prasetyo baru-baru ini.


Ari mengungkapkan, investor-investor tersebut kemungkinan digabung dan membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV) baru untuk mengelola kawasan wisata Danau Toba. Pada JV ini, investor-investor tersebut akan menyuntikkan modal yang selanjutnya digunakan untuk membangun infrastruktur dan fasilitas penunjang kawasan wisata Toba.

Dia menjelaskan, kebutuhan investasi infrastruktur untuk kawasan Toba sekitar Rp1 triliun hingga Rp1,5 triliun. “Ini kebutuhan untuk pembangunan investasi infrastruktur di dalam kawasan. Kalau pemerintah akan lebih banyak menggarap infrastruktur di luar kawasan, seperti jalan tol, bandara, dan akses menuju kawasan,” terang dia.

Ari menambahkan, pihaknya lebih mengutamakan peran swasta dalam membangun infrastruktur di dalam kawasan, agar skema bisnisnya tidak campur aduk. “Mereka komit di proyek ini. Nanti detail skema bisnisnya dibicarakan pada saat masterplan-nya sudah jadi,” tutur dia.

Ari menjelaskan, saat ini, pihaknya fokus dalam pembuatan masterplan pengembangan kawasan wisata Toba. “Mudah-mudahan selesai sampai pertengahan atau akhir tahun depan. Kemudian kita akan mulai jualan dan harapannya di tahun berikutnya kita bisa mulai membangun infrastruktur dan fasilitas secara paralel,” jelas dia.

Strategi pembangunan secara paralel, menurut dia, penting dilakukan karena masing-masing pembangunan membutuhkan waktu yang cukup lama, sekitar 3 tahun. (bbs/adz)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *