Erupsi Gunung Semeru Tewaskan 14 Orang

Nasional

SUMUTPOS.CO – Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Sabtu sore (4/12). Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu menyemburkan material vulkanik. Guguran awan panas dan lahar menyelimuti dan menimbun desa-desa di sekitarnya, bahkan akses jalan terputus. Sedangkan belasan orang meninggal dunia dan puluhan warga mengalami luka bakar. Jumlah korban diperkirakan bertambah. Sebab, hingga pukul 20.30 tadi malam, pendataan masih berlangsung.

EVAKUASI: TIM Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama warga mengevakuasi jenazah korban erupsi gunung Semeru di Desa Kajar Kuning dan Curah Kobokan, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Minggu (5/12).

Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati Masdar dalam konferensi pers virtual bersama BNPB, Minggu (5/12)menerangkan, kondisi terparah berada di kawasan Curah Kobokan.


Sebab, endapan lumpur yang tinggi membuat kendaraan sulit mengevakuasi korban. ’’Lumpurnya setinggi lutut. Tadi ada 10 orang yang belum bisa dievakuasi. Kami meminta bantuan komunitas jip,’’ terangnya.

Dia juga meminta BNPB mengirim helikopter untuk mengevakuasi para korban yang terjebak lahar panas. ’’Tolong Pak Kepala BNPB, ini keluarga korban menangis semua, tolong segera kirim helikopter,’’ pinta Indah.

Kabid Kedaruratan Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Lumajang Joko Sambang mengatakan, Dusun Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, menjadi salah satu desa yang terdampak paling parah. Sebab, abu vulkanis menutupi hampir semua kawasan tersebut. Dusun yang berjarak sekitar 2 kilometer dari Sungai Rejali tersebut tertimbun abu vulkanis. Ketebalan abu vulkanis di dusun tersebut bahkan mencapai 2 meter. Akses ke dusun lain terputus. “Sementara ini belum terdeteksi berapa jumlah warga yang terluka. Tetapi, ada tiga warga yang kulitnya terkena lahar panas. Mereka sopir dari luar desa,’’ ujar Sekretaris Desa Sumberwuluh Samsul Arifin.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, total korban meninggal dunia akibat erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur menjadi 14 orang per Minggu (5/12) pukul 17.30 WIB.

Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan jumlah korban tersebut mengalami penambahan satu orang dari sebelumnya. “Jumlah korban bertambah 1 orang dari rilis sebelumnya. di posisi 13 orang dan saat ini di posisi 14 orang,” kata Abdul dalam konferensi pers, Minggu (5/12).

Abdul merinci dari 14 orang itu terdiri dari dua warga Desa Supiturang, lima warga Desa Curah Kobokan, dan dua warga Desa Sumber Wuluh. Sementara itu, lima orang lainnya belum teridentifikasi identitasnya.”Lima jasad ada di RS Bhayangkara belum teridentifikasi indentitasnya,” ucapnya.

Sementara itu, korban luka berat berjumlah 35 orang. Saat ini, kata dia, delapan orang sudah dilarikan ke RS Haryoto, 16 orang ke RSUD Pasuruan dan delapan orang ke Puskesmas Penanggal. Kemudian, erupsi Gunung Semeru juga menyebabkan 21 orang luka ringan. Sehingga jika ditotalkan, korban keseluruhan yang luka-luka berjumlah 56 orang.

“Angka ini berkurang dari rilis tadi siang sejumlah 69 orang. artinya 56 orang ini adalah hasil dari informasi langsung dari olah BNPB Suharyanto yang saat ini sedang di lapangan,” ucapnya.

Muhari menyampaikan, mengenai sebaran awas panas guguran juga berdampak pada dua kecamatan, antara lain Kecamatan Pronojiwo pada Desa Pronojiwo, Oro-oro Ombo, Sumberurip, serta Dusun Curah Kobokan di Desa Supiturang serta Kecamatan Candipuro pada Dusun Kamarkajang di Desa Sumberwuluh dan Desa Sumbermujur.

Selain itu terdapat delapan kecamatan dan beberapa desa yang terdampak abu vulkanik, meliputi Kecamatan Ampelgading pada Desa Argoyuwono; Kecamatan Tirtoyudo pada Desa Purwodadi dan Desa Gadungsari; Kecamatan Pagelaran pada Desam Clumprit; Kecamatan Wajak pada Desa Bambang; Kecamatan Kepanjen pada Desa Panggungrejo dan Mojosari;

Kecamatan Dampit pada Kelurahan Dampit; Kecamatan Bantur pada Desa Bantur dan Rejosari; Kecamatan Turen pada Desa Talok. “BPBD Kabupaten Lumajang juga melaporkan terdapat 902 warga mengungsi yang tersebar di beberapa titik kecamatan,” ucap Muhari.

Kejadian sebaran awan panas guguran Gunung Semeru juga menyebabkan beberapa rumah warga tertutup material vulkanik, serta jembatan Gladak Perak di Curah Kobokan yang menjadi akses penghubung Lumajang dan Malang terputus. BPBD Kabupaten Lumajang menggunakan alat berat wheel loader untuk membuka akses jalan curah kobokan, serta melakukan pendataan lanjutan terkait kerugian materil lainnya akibat peristiwa ini.

Berdasarkan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), lanjut Muhari, saat ini Gunung Semeru masih dalam status level II atau waspada. Berdasarkan pemantauan kondisi udara melalui radar Accuweather Udara, mencapai tingkat polusi tinggi dan berdampak negatif terhadap kelompok yang masuk dalam kategori rentan, yaitu lansia, ibu hamil, disabilitas serta anak-anak. “Pantauan secara visual juga menunjukkan awas panas guguran telah berhenti dikarenakan kondisi hujan di sekitar puncak kubah lava Gunung Semeru,” ungkap Muhari.

Oleh karena itu, BPBD terus melakukan koordinasi bersama perangkat desa setempat dan Pos Pengamat Gunung Api (PPGA) terkait pemutakhiran aktivitas Gunung Semeru “BPBD Kabupaten Lumajang mengimbau masyarakat setempat untuk tidak melakukan aktivitas di Daerah Aliras Sungai (DAS) Mujur di Curah Kobokan dan DAS lainnya maupun beberapa tempat yang dimungkinkan menjadi tempat aliran guguran awan panas,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan, tim pertama dari BNPB bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah berangkat menuju Lumajang via darat. Mereka membawa logistik-logistik serta kebutuhan peralatan seperti tenda, matras, dan selimut.

Berdasar data yang dihimpun tim Pusat Krisis Kemenkes, sebagian korban menderita luka bakar. Karena itulah, Kemenkes memaksimalkan pengiriman kebutuhan obat-obatan untuk luka bakar serta masker dan sarung tangan. “K ami juga pada kesempatan pertama ke Lumajang untuk memastikan tahap-tahap penanganan pengungsi,” jelas Suharyanto.

BPNB pun telah berkoordinasi dengan panglima TNI untuk menurunkan personel bantuan serta peralatan untuk kebutuhan pengungsian.Permintaan Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati Masdar agar BNPB mengirim helikopter juga disanggupi. “Kami siapkan dua helikopter kalau jalur darat tidak bisa. Keselamatan warga adalah prioritas utama,” tegasnya.

Sebanyak 46 prajurit Lapangan Udara Abdulrachman Saleh, diturunkan ke lokasi bencana alam erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang dan Malang Jawa Timur, Minggu (5/12). TNI AU langsung bergerak cepat membantu warga yang terdampak erupsi gunung Semeru.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah mengatakan, TNI AU mengirimkan puluhan prajurit yang terdiri dari unsur Paskhas untuk SAR, Kesehatan, Potdirga, Intel dan penerangan ke lokasi bencana.

“Misi prajurit TNI AU yang dipimpin Kadispotdirga Lanud Abdulrachman Saleh adalah menyerahkan bantuan sembako ke posko utama yang ada di pendopo Bupati Lumajang dan mendirikan tenda posko tanggap darurat di desa terdampak Sumber Wuluh, Lumajang,” kata Gilang dalam keterangannya, Minggu (5/12).

Gilang menambahkan, pergerakan prajurit di darat juga didukung kendaraan truk logistik dan peralatan SAR, Ambulance kesehatan dan motor kawal. Saat ini beberapa Alusista TNI AU juga sudah bergerak ke Lanud Abdulrachman Saleh Malang.

Satu pesawat helikopter EC-120 Colibri yang langsung dipimpin Komandan Lanud Abdulrachman Saleh Malang Marsma TNI Zulfahmi melaksanakan assesment pemantauan lokasi terdampak erupsi dari udara.

Sementara satu Helikopter AS-332 Super Puma bergerak dari Lanud Iswahjudi menuju Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. Selain itu juga disiagakan helikopter di Lanud Atang Sendjaja Bogor dan satu pesawat C-130 Hercules di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta.

Jokowi Minta Jajarannya Gerak Cepat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajarannya bergerak cepat melakukan langkah-langkah tanggap darurat dalam bencana alam erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu, 4 Desember 2021. Sampai saat ini, Jokowi terus memonitor situasi penanganan erupsi tersebut. Hal ini disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno yang memberikan keterangan mewakili Presiden Joko Widodo, Minggu (5/12).

“Bapak Presiden sudah memerintahkan kepada Kepala BNPB, kepada Kepala Basarnas, Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan juga kepada Panglima TNI, Kapolri, Gubernur, dan Bupati untuk segera melakukan tindakan secepat mungkin, melakukan langkah-langkah tanggap darurat, mencari dan menemukan korban, memberikan perawatan kepada korban yang luka-luka, dan melakukan penanganan dampak bencana,” kata Pratikno dalam keterangannya.

Di samping itu, Presiden juga memerintahkan agar bantuan pelayanan kesehatan, penyediaan logistik kebutuhan dasar pengungsi, serta perbaikan infrastruktur dapat diselesaikan dalam waktu yang sangat singkat.

Pemerintah juga mengimbau kepada masyarakat untuk mengikuti arahan petugas di lapangan dan selalu meningkatkan kewaspadaan. Apalagi Indonesia memang berada di wilayah cincin api atau ring of fire yang rawan terhadap aktivitas alam seperti erupsi gunung berapi semacam ini.

“Kepada kepala daerah dan pejabat pemerintah untuk selalu waspada dan mengajak masyarakat untuk selalu siaga dan waspada, saling bekerja sama untuk mengantisipasi datangnya bencana semacam ini,” ungkapnya

Atas nama Presiden, Wakil Presiden, pemerintah, dan seluruh rakyat Indonesia, Pratikno juga menyampaikan duka yang sangat mendalam atas korban yang meninggal dan korban luka-luka.”Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah Swt, selalu memberikan pertolongan dan perlindungan kepada para korban dan juga kepada kita semuanya, serta memudahkan kita dalam menghadapi setiap tantangan,” pungkasnya. (jpg)

loading...