Farmasi USU, PT Akar Rimba, dan PT MMP Ramu Produk, Ikan Gabus, Meniran, dan Temulawak Melawan Corona

Iptek Pendidikan Sumatera Utara
FOTO BERSAMA: Dari kiri ke kanan, Direktur PT MMP, Sutristo, Ketua Peneliti Riset, Imam Bagus Sumantri, Peneliti Farmasi USU, Lia Laila, Wakil Direktur PT AR, Asep Aripin, James Riady, peternak ikan gabus, dan Scientific Affairs Manager PT MMP, Guntur Berlian.
FOTO BERSAMA: Dari kiri ke kanan, Direktur PT MMP, Sutristo, Ketua Peneliti Riset, Imam Bagus Sumantri, Peneliti Farmasi USU, Lia Laila, Wakil Direktur PT AR, Asep Aripin, James Riady, peternak ikan gabus, dan Scientific Affairs Manager PT MMP, Guntur Berlian.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Berbagai produk yang digadang-gadang bisa melawan virus corona, silih berganti beredar di kalangan publik, di tengah pandemi Covid-19. Setelah minyak kayu putih, teranyar adalah produk farmakologis kombinasi tiga bahan alam, yang diketahui memiliki aktivitas farmakologi potensial sebagai bahan tunggal dalam meningkatkan sistem imun terhadap infeksi Covid-19.

Adalah Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (FF USU), bekerja sama dengan PT Akar Rimba (AR) dan PT Mega Medica Pharmaceuticals (MMP), yang tengah mengembangkan riset kombinasi produk alam pencegah Covid-19. Riset ini terpilih sebagai salahsatu proposal yang lolos tahapan seleksi program Kementrian Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Inovasi Nasional.


“Produk alam pencegah virus corona ini berbahan dari Channa striata, Phyllanthus niruri, dan Curcuma xanthorrhiza. Sedang dikembangkan untuk produk imunomodulator dan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh,” kata Scientific Affairs Manager PT MMP, Guntur Berlian, didampingi Ketua Peneliti Riset Pengembangan Produk, Imam Bagus Sumantri SFarm MSi Apt kepada wartawan di Medan, Minggu (12/7).

Guntur mengatakan, hasil seleksi pengajuan proposal riset diumumkan tanggal 6 Juli lalu. Dari 902 proposal yang masuk, terpilih 139 proposal termasuk 30 riset penelitian pencegahan, yang akan dikembangkan sebagai bentuk hilirisasi hasil penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan (litbangjirap). Hasil penelitianselanjutnya akan dimanfaatkan masyarakat untuk penanggulangan Covid-19.

Menurut Guntur, penelitian untuk mengetahui manfaat farmakologis kombinasi tiga bahan alam tersebut, yang selama inidiketahui memiliki aktivitas farmakologi potensial sebagai bahan tunggal dalam meningkatkan sistem imun terhadap infeksi Covid-19. “Tingginya kadar protein, terutama albumin pada ikan gabus, dibutuhkan untuk aktivasi makrofag. Di sisi lain, senyawa filantin dan kurkumin pada meniran dan temulawak, mampu meningkatkan fungsi makrofag serta meningkatkan sintesis antibodi di dalam sistem imun,” sebutnya.

Ketua Peneliti Riset Pengembangan Produk, Imam Bagus Sumantri, menuturkan riset bersama yang dilakukan berjudul ‘Pengembangan Sediaan Kapsul Kombinasi Ekstrak Ikan Gabus, Meniran dan Temulawak sebagai Immunomodulator Pencegahan Covid-19’. Produk dari riset yang dihasilkan sangat potensial sebagai suplemen harian untuk menjaga kekebalan tubuh selama pandemi Covid-19 berlangsung.

Untuk itu, pihaknya akan menguji secara menyeluruh, kombinasi pengaruh ikan gabus, meniran, dan temulawak dalam mengaktivasi makrofag, sel T dan sel B untuk mencegah penularan Covid-19. Selain itu mengakselerasi pemulihan klinis, dan menekan masa rawat pasien penderita virus corona.

“Dengan dukungan alur penelitian yang baik, tim peneliti yang kompeten, dan kolaborasi strategis dengan pihak mitra industri dalam mengembangkan ketersediaan obat yang berkualitas dan terkontrol, penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan produk yang menjanjikan untuk pencegahan Covid-19,” kata Imam Bagus.

Direktur PT MMP, Sutristo, mengaku bangga dengan keberhasilan FF USU, PT MMP dan PT AR. Menurutnya ini prestasi yang sangat luar biasa. “Ini karya anak Medan. Banyak hasil alam dari Sumatera Utara yang berpotensi diolah menjadi obat namun belum banyak diriset. Oleh karena itu, kolaborasi ini menjadi sangat penting agar produk hasil riset dapat digunakan oleh masyarakat terutama pasien Covid-19”, kata Sutristo.

Diutarakannya, pandemi Covid-19 menjadi trigger banyak negara untuk inovasi mengembangkan berbagai obat, vaksin, alat pelindung diri, sanitizer dan supplemen meningkatkan imun tubuh. Indonesia memiliki 30.000 spesies tumbuhan maupun sumber daya laut, harusnya dapat menjadi pengekspor produk obat herbal terbesar di dunia.

Namun faktanya, sekitar 9.600 spesies tanaman dan hewan yang diketahui memiliki khasiat obat belum dimanfaatkan secara optimal sebagai obat herbal. Penelitian obat asli Indonesia perlu terus didorong agar bisa mandiri dalam penyediaan obat dari bahan alam.

“Ikan gabus banyak digunakan para praktisi kesehatan sebagai terapi ajuvan untuk penderita terindikasi hipoalbuminemia, luka bakar, dan diet setelah operasi. Ekstrak ikan gabus secara nyata dapat meningkatkan kadar albumin, dan mempercepat proses penyembuhan luka,” paparnya.

Ia menambahkan, ikan gabus juga sumber albumin yang potensial. Formulasi kombinasi ekstrak ikan gabus, temulawak dan meniran adalah kombinasi sinergis untuk mempercepat penyembuhan pasien Covid-19. “Kombinasi ini memiliki khasiat untuk menaikkan kadar albumin, mencegah inflamasi dan koagulasi yang sering ditemukan pada pasien Covid-19. Mudah-mudahan riset ini berjalan dengan cepat dan lancar atas dukungan semua pihak dan dapat dilanjutkan riset-riset lainnya,” tandas Sutristo. (ris)

loading...