Febuari 2022, Unimed Mulai PTM

Metropolis Pendidikan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Universitas Negeri Medan (Unimed) tengah mempersiapkan pelaksanaan Perkuliahan Tatap Muka (PTM) yang rencananya akan dimulai pada Febuari 2022. Berdasarkan instruksi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan-Riset Dikti, PTM akan dilaksanakan dengan sejumlah persyaratan, diantaranya persetujuan dari orangtua.

Rektor Unimed Dr Syamsul Gultom mengatakan, pelaksanaan PTM ini dengan memberlakukan mahasiswa yang hadir 50 persen. Menurutnya, infrastrukturn


yang mendukung protokol kesehatan juga sedang dipersiapkan oleh pihak Unimed. “Kemudian, kita lakukan jumlah mahasiswa yang hadir 50 persen. Ini sedang kita tata dan mahasiswa sedang kita vaksin,” kata Syamsul Gultom kepada wartawan, Minggu (17/10).

Syamsul menjelaskan, untuk mahasiswa Unimed yang divaksin jumlahnya masih sedikit. Namun, untuk dosen dan pegawai hampir 100 persen. “Mahasiswa masih sedikit, tapi dosen hampir semua dan pegawai hampir semua,” tutur Syamsul.

Syamsul pun menjelaskan alasan, mengapa PTM di Unimed baru akan digelar pada tahun depan. “Karena, Februari 2022 itu sudah masuk semester genap dan agar persiapan yang dilakukan cukup matang. Kita juga menunggu arahan kembali dari Dirjen atau Kementerian,” tandas Syamsul.

Disdik Segera Evaluasi PTM

Sementara, PTM terbatas untuk tingkat SMP di Kota Medan telah berjalan selama sepekan. Karenanya, Disdik Kota Medan akan segera melakukan evaluasi. Kepada Sumut Pos, Plt Kadisdik Medan Topan OP Ginting mengatakan, selama sepekan ini pihaknya terus memantau berjalannya PTMT di sekolah-sekolah.

“Secara keseluruhan PTM terbatas di Medan berjalan baik. Tentu masih ada kekurangan-kekurangan. Kita juga sudah memberikan teguran kepada sekolah-sekolah yang belum maksimal dalam menerapkan prokes, dan itu sudah dibenahi oleh pihak sekolah,” ucap Topan kepada Sumut Pos, Minggu (17/10).

Meskipun begitu, kata Topan, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap laporan-laporan yang masuk selama PTMT SMP di Kota Medan berjalan sejak 11 Oktober hingga 16 Oktober yang lalu. “Bila ada yang harus dibenahi, pasti akan langsung kita benahi. Ini segera akan kita evaluasi apa-apa saja yang harus dibenahi,” ujarnya.

Mantan Camat Medan Tuntungan ini menegaskan, tidak ada alasan bagi pihak sekolah untuk tidak mematuhi aturan yang berlaku selama PTM Terbatas di Kota Medan. Mulai dari penerapan prokes seperti menyiapkan sarana cuci tangan, mewajibkan pemakaian masker, mengatur jumlah siswa yang menggelar PTMT di dalam kelas, hingga lama waktu belajar di dalam kelas dalam sehari. “Kami terus mengingatkan setiap sekolah untuk taat aturan. Bila tidak, pasti akan ada teguran dan evaluasi dari kami,” katanya.

Terkait kapan siswa SD boleh mengikuti PTM Terbatas? Topan mengatakan belum mendapatkan istruksi terkait hal itu. “Fokus kita masih mengevaluasi PTMT selama seminggu ini dan mengawasi jalannya PTMT yang akan terus berlanjut,” jawabnya.

Dalam waktu dekat, terang Topan, pihaknya di Dinas Pendidikan Kota Medan akan mengumpulkan data-data yang ada terkait PTMT yang sedang berlangsung di Kota Medan. Termasuk soal data berapa banyak siswa yang masih belum mengikuti PTMT, baik karena belum mendapatkan izin dari orangtua maupun karena belum mendapatkan vaksinasi Covid-19.

“Itu datanya sedang dikumpulkan. Kebetulan saya baru pulang dari luar kota, kami baru saja mengadakan pertemuan dengan Kementerian Pendidikan. Mulai besok (hari ini) akan saya minta data-data terkait PTMT selama satu minggu yang telah berjalan,” terangnya.

Begitu juga dengan jumlah vaksinasi SMP di Kota Medan, Topan mengaku akan segera meminta data terkait. Namun per hari Kamis (14/10) lalu, jelas Topan, sudah ada sekitar 80.000 dari sekitar 105.000 siswa yang sudah divaksin. “Seharusnya per Sabtu (16/10) kemarin sudah sekitar 90.000 ribu siswa, karena per hari kan 5.000 siswa yang divaksin. Artinya, harusnya sudah sekitar 85 persen yang divaksin per hari Sabtu kemarin,” pungkasnya. (gus/map)

loading...