Film Hollywood adalah Ekspor Terbesar AS

Metropolis
Foto: Dame Ambarita/SUMUTPOS.CO Satu malam di Hollywood ala Konsulat AS menampilkan sudut American Stars Giving Back. Tampak Konsul AS untuk Sumatera, Kathryn Crockart diampingi stafnyaDian Lumbantobing, menjelaskan tema perayaan Kemerdekaan AS, kepada awak media, Senin (23/6/2014) malam.
Foto: Dame Ambarita/SUMUTPOS.CO
Satu malam di Hollywood ala Konsulat AS menampilkan sudut American Stars Giving Back. Tampak Konsul AS untuk Sumatera, Kathryn Crockart diampingi stafnyaDian Lumbantobing, menjelaskan tema perayaan Kemerdekaan AS, kepada awak media, Senin (23/6/2014) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Malam perpisahan Kathryn Crockart di Medan setelah tiga tahun bertugas di Sumatera sebagai konsulat Amerika Serikat, dikonsep dengan tema “A Night In Hollywood (Satu Malam di Holywood)”. Untuk menguatkan tema tersebut, Kathryn menghias kediaman Konsulat dengan ruang foto dengan latar belakang huruf Hollywood yang terkenal, dipadu patung Piala Oscar.

Mengapa memilih tema Hollywood?


“Perfilman telah mengikat Indonesia dan Amerika. Banyak orang Indonesia mengenal AS melalui film Hollywood, apakah itu karakter orang Amerika, budayanya, gaya hidupnya, kebijakannya,dan lain-lain. Tema ini juga sebagai bentuk apresiasi, karena film Hollywood termasuk salahsatu ekspor terbesar AS,” kata Kathryn kepada awak media, yang menghadiri perayaan Kemerdekaan Amerika Serikat tahun 2014 sekaligus momen pisah sambut antara Konsulat AS yang lama Kathryn Crockart dengan Konsul AS untuk Sumatera berikutnya, Robert Ewing.

Kathryn mengatakan, Hollywood membantu menggambarkan berbagai wajah kehidupan Amerika, baik tentang keluarga, kerja, sejarah atau hidup keseharian, budaya, kemanusiaan, keluarga, romansa, komedi, skandal, perjuangan, perjumpaan dan perpisahan.

Tema Satu Malam di Hollywood ini, kata Kathryn merupakan lanjutan dari American Film Showcase beberapa waktu lalu, yang digelar selama seminggu dengan menayangkan film-film dokumenter produksi Amerika. Selain itu, Konsulat juga mendatangkan Richard Pierce, sutradara film dokumenter asal Amerika Serikat untuk memberi workshop bagi para pembuat film di Medan.

”Amerika Serikat juga bekerja sama dengan KPK dalam pembuatan tiga buah film pendek yang menyentuh tema korupsi,” jelasnya.

Di Amerika sendiri, film dirayakan dengan berbagai cara, seperti pesta Oscar, penyerahan berbagai award, pembuatan film pendek, pembuatan walk of fame, dan sebagainya.

Untuk melengkapi tema Satu Malam di Hollywood ini, Kathryn menghiasi kediaman Konsulat dengan membuat Wall of Fame (Galeri Kesohoran) Konsulat AS, di mana tamu bisa menandatangani bintang mereka sendiri di dinding yang telah disediakan. Juga ada sudut aneka cemilan yang biasa dikonsumsi saat menonton film di bioskop, dengan judul stan Liberty and Justice.

Dan tentunya drive in movies, yakni ruangan yang diset mirip ruang teater, yang menayangkan cuplikan-cuplikan pendek film produksi Hollywood sejak 100 tahun lalu., dengan teknologi canggih Amerika di layar lebar dalam bentuk efek khusus, film 3D dan lainnya.

Kemudian topik American Stars Giving Back, menampilkan para aktor Amerika yang berkontribusi pada komunitas global. Ada tiga bintang terkenal Hollywood yang dipilih. Yakni Leonardo de Caprio yang peduli pada pelestarian satwa harimau, termasuk di Sumatera. Kemudian Angelina Jolie yang peduli dengan nasib para pengungsi, dan menjalin kerja sama dengan Kemenlu AS menangani kejahatan seksual. Dan terakhir Matt Damon, yang peduli dengan pengadaan air bersih bagi banyak orang, termasuk di Sumatera.

”Dengan kemitraan komprehensif antara Amerika Serikat dan Indonesia, banyak hal yang bisa dicapai, seperti peningkatan pendidikan, ekonomi, dan lingkungan hidup,” kata Kahtryn kepada media. (mea)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *