Gara-gara Rebutan Lahan, 2 OKP Bentrok di Selesai Langkat

Sumatera Utara

LANGKAT, SUMTPOS.CO – Dua kelompok organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) terlibat bentrok di Dusun Batugajah, Desa Mancang, Selesai, Langkat, akhir pekan lalu. Bentrokan diduga dipicu karena uang kutipan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) di Pabrik Kelapa Sawit PT Sawit Permai Abadi. Akibatnya, satu orang mengalami luka serius. Kedua kelompok OKP yang terlibat bentrok ini adalah, Pemuda Pancasila (PP) dengan Forum Komunikasi Putra-putri Purnawiran Indonesia FKPPI).

Ilustrasi

Seorang yang mengalami luka serius dari kubu PP. Adalah, Juni Perangin-angin alias Topan (40) warga Dusun III, Desa Nambiki, Selesai.


Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai, AKP Yayang Rizki Pratama, kedua belah pihak saling buat laporan polisi usai aksi premanisme tersebut.

Menurut dia, korban yang jatuh tidak hanya dari kubu PP saja. “Dua-duanya ada korban. Yang satu penganiayaan, Pasal 170. Masih dimintai keterangan saksi-saksi,” kata dia, Minggu (1/11).

Sementara laporan dari kubu FKPPI, kata Kasat, di Polsek Selesai. Sejauh ini, sambung dia, penyidik Satreskrim Polres Binjai sudah memintai keterangan terhadap empat saksi.

“Saling pukul, gaya preman, ngadu juga,” kata mantan Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan ini.

Informasi diperoleh, bentrok antar OKP terjadi disebabkan adanya perebutan lahan pengutipan.

Santer kabarnya, lahan yang diributi dikuasai oleh PP.

Namun oleh FKPPI, diduga tidak mau hanya menjadi penonton saja. Singkat cerita, kelompok FKPPI di bawah komando Junaidi diduga ingin meminta sedikit hasil dari pengutipan tersebut.

Tak ayal, PP yang diduga merasa berkuasa, tidak melayani permintaan dari FKPPI. Bentrok pun tak terhindarkan.

Korban Juni alias Topan mengalami luka robek di tangan kiri yang diduga akibat dari senjata tajam. Korban pun dilarikan ke Rumah Sakit Delia di Selesai untuk mendapat perawatan medis.

Bentrokan tersebut mengundang perhatian masyarakat yang mengakibatkan personel dari Polsek Selesai terjun ke TKP. Suasana yang keruh mengakibatkan polisi meletuskan tembakan ke udara untuk melerai kedua belah pihak. Akhirnya, kelompok Junaidi dari FKPPI mundur meninggalkan tempat kejadian perkara. (ted/azw)

loading...