GIS Ajak 30 Anak Yatim Piatu Berbelanja Baju Lebaran

Metropolis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gerakan Istiqomah Sadaqoh (GIS) yang merupakan wadah penerima dan penyalur sedekah, kembali menggelar program berbelanja baju lebaran bersama anak-anak yatim. Muhammad Exsan Al Aqraby, selaku Founder GIS mengatakan, program berbelanja baju lebaran bersama anak yatim ini merupakan program yang sudah berjalan sejak 2019.

“Alhamdulillah, untuk tahun ini bertepatan pada Bulan Ramadan, GIS kembali menggelar program berbelanja baju lebaran bersama anak yatim. Untuk tahun ini, jumlah anak yatim piatu yang mengikuti program ini mencapai 30 orang anak,” ungkap Exsan.


Dalam program ini, sebut Exsan, anak-anak yatim piatu itu diajak langsung untuk memilih pakaian yang mereka sukai, mulai dari pakaian hingga alas kakinya juga. “Karena pusat perbelanjaan terdekat adalah Ramayana, jadi kami ajak langsung ke sini,” tambah Exsan.

Setelah berbelanja, anak-anak selanjutnya diajak oleh seluruh jajaran GIS untuk berbuka puasa bersama di Rumah Makan Hasupsi yang berada tepat di depan Ramayana Teladan. Dan pemilik Rumah Makan Hasupsi merupakan pendonatur yang selalu memberikan sedekah pada kegiatan sedekah subuh GIS.

Selain memeberikan kebebasan kepada anak yatim piatu untuk memilih pakaian kesukaannya, GIS juga memberikan sedikit uang tunai sebagai uang saku lebaran kepada anak-anak yatim piatu. “Di samping program tersebut, GIS juga memiliki program lainnya dalam konsep yang sama berbagi pada setiap bulan puasa, seperti memberi sembako untuk lansia dhuafa, keluarga yang tidak mampu” tambah Yusuf Harahap, koordinator kegiatan GIS.

Dan pada akhir program di Bulan Ramadan ini, GIS akan membagikan parcel buat lebaran kepada duafa yang ada di sekitar lingkungan sekretariatan GIS, yang beralamat di Jalan Puri No. 64 Kota Matsum II Medan.

GIS yang sudah mulai ada dari tahun 2017, memiliki kegiatan yang berfokus pada sedekah. Mulai dari sedekah nasi bungkus setiap Jumat setelah sholat Jumat, sedekah subuh setiap hari sambil sholat berjamaah dan Sedekah air bersih untuk mesjid yang belom ada air bersih nya untuk berwudhu’, serta Loundry gratis untuk keperluan masjid.

“Untuk kegaitan bersedekah GIS tidak ada bekerja sama dengan panti manapun. Artinya, kita tidak memiliki ketetapan kepada satu atau dua panti saja, bisa jadi kita memberikan sedekah dengan cara mengumpulkan siapa saja yang kita anggap layak menerima. Dan untuk anak yatim, kita akan cari anak-anak ada di sekitar lingkungan ataupun anggota GIS sendiri” ucap Exsan.

Dan untuk seluruh kegiatan yang dilakukan, GIS tidak atau belum memiliki donator secara tetap, hanya dari kawan-kawan ataupun masyarakat yang ingin memberikan bantuannya agar terlaksananya kegitan yang memberikan manfaat kepada mereka yang membutuhkan. (adz)

loading...