Gita KDI Nyanyi di Gedung DPR

Infotainment

Sikap politik tak selalu harus disampaikan dengan gaya tegang dan serius. Gitalis Dwi Natarina “akrab disapa Gita KDI- yang menegaskan penolakannya terhadap pembangunan gedung baru DPR, punya cara lain.

Kemarin, seorang diri, Gita mengadakan jumpa pers tentang penolakannya terhadap proyek pembangunan gedung dewan yang banyak mengudang reaksi negative dari sejumlah masyarakat tersebut. Yang berbeda, sebagai penutup, politisi perempuan PKB yang memang berlatarbelakan penyanyi dangdut ini kemudian melantunkan sebuah lagu sebagai pemanis pernyataan sikapnya.


“Saya mau menyanyi, tapi saya minta semua diam dulu ya,” kata Gita, di komplek parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin (5/4). Ruangan jumpa pers seketika senyap.

Semua diam menunggu perempuan kelahiran Garut, 10 Oktober 1985 tersebut, menyanyi.
“Hai manusia, hormati ibumu, yang melahirkan dan membesarkanmu,” nyanyi Gita. Bait demi bait syair lagu berjudul “Keramat” yang diciptakan Rhoma Irama itu terus mengalun dengan apiknya. Meski, tanpa iringan musik.
“Bila kau sayang dengan kekasih, lebih sayanglah pada ibumu, bila kau patuh pada rajamu, lebih patuhlah pada ibumu,” lanjut Gita, memancing tepuk tangan meriah dari para wartawan yang hadir. “Eh, sudah ya, ini saya mau ada rapat lagi,” pungkas anggota Komisi IX itu.

Sebelumnya, Gita sempat memaparkan panjang lebar alasannya menolak proyek gedung senilai Rp 1,1 triliun lebih tersebut. Terutama, alasan bahwa dirinya telah banyak menerima banyak keluhan dari konstituennya di Garut, Jawa Barat, dan sekitarnya. “Kebetulan ini saya baru pulang dari daerah pemilihan. Mereka tanya, “Kok DPR nggak pro rakyat sih”,” ujarnya.

Dia juga menegaskan, akan mempertahankan sikapnya tersebut apapun resikonya nanti. Bahkan, ancaman di PAW, jika nanti partainya ternyata memilih sikap berbeda. “Saya siap apapun resikonya. Saya ini seniman, bukan hanya dikenal orang sekarang saja,” tegas Gita. (dyn/jpnn)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *