Gudang Ali Opek Bertahun-tahun Beroperasi, Polres Binjai Tutup Mata

Hukum & Kriminal Metropolis
Foto: Bambang/PM Penggerebekan pupuk oplosan milik Ali Opek di Binjai, oleh aparat Mabes Polri di bawah pimpinan AKBP Sandy Nugroho, Jumat (19/6/2015).
Foto: Bambang/PM
Penggerebekan pupuk oplosan milik Ali Opek di Binjai, oleh aparat Mabes Polri di bawah pimpinan AKBP Sandy Nugroho, Jumat (19/6/2015).

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Meski gudang tempat pengoplosan pupuk subsidi ke non subsidi milik Ali Susanto alias Ali Opek sudah bertahun-tahun beroperasi, tapi penegak hukum khususnya Polres Binjai seolah tutup mata. Unit Intelkam yang seyogyanya bertugas mengumpulkan data-data pun tak berdaya. Polisi seolah sengaja membiarkan aktifitas ilegal di gudang bercat biru langit yang juga jadi kantor DPD salah satu ormas kepemudaan ini.

Beberapa sumber terpercaya meyakini polisi sudah mengetahui keberadaan gudang itu. Sebab selama ini beberapa oknum sering hilir mudik di sana untuk manarik upeti. “Siapa bilang mereka (penegak hukum-red) tidak tahu. Mereka taulah, tapi pura-pura gak tahu,” terang para sumber, Selasa (23/6) siang. Memang ada beberapa kali dilakukan pengerebekan oleh Poldasu. Sayangnya, penggerebekan itu seolah sudah ‘diatur’ hingga hasilnya selalu nihil.


Padahal, tak lama setelah digerebek, aktifitas pengoplosan di gudang Jalan Sukarno Hatta, Kelurahan Tenggurono, Kecamatan Binjai Timur itu terus berjalan. Hal ini pula yang diduga memaksa Subdit Tipiter Bareskrim Mabes Polri diam-diam turun ke Binjai untuk menyelidiki gudang ilegal yang dikomandoi pria berinisial J selaku kaki tangan Ali Opek itu. Saat melakukan penggerebekan, hasilnya menakjubkan, Subdit Tipiter Bareskrim Mabes Polri yang dipimpin AKBP Sandy Nugroho berhasil menemukan 40 ton pupuk subsidi yang sudah dioplos di sana.

Selain itu, petugas juga mengamankan lima orang tersangka termasuk J yang juga menjabat sebagai ketua DPD ormas kepemudaan ini. Meski pihak Polres Binjai tak dilibatkan dalam penggerebekan, tapi kelima anggota Ali Opek diserahkan ke sana. “Entahpun itu nantinya hanya gertak sajanya,” duga sumber. Sebab, berdasarkan keterangan beberapa sumber di lapangan,selama ini Ali Opek cukup terkenal di kalangan oknum penegak hukum. Sehingga, dirinya tidak takut dengan yang namanya bertentangan hukum meski telah merugikan negara khusunya petani.

“Berapa kali ganti kapolres, tapi gak pernahkan ada pengerebekan,” sebut sumber. Anehnya lagi, pihak Polres Binjai yang ditanya juga menutup diri mengenai perkembangan kasus ini. “Yang nanganinya mabes, perkaranya dilimpahkan ke Poldasu, jadi cek aja ke humas Polda. Trims,” terang Kapolres Binjai AKBP Mulya Hakim melalui Kasubag Humas AKP E Sembiring ketika dihubungi kru koran ini.

Disinggung kembali, apakah pihak Polres Binjai tidak ada melakukan koordinasi dengan pihak mabes guna mengetahui sejauh mana kasus yang ditangani, mengingat lokasi pengerebekan di wilayah hukumnya. Sayangnya, seolah tidak ingin menjawab pertanyaan wartawan tak kunjung dijawab. Demikian juga Kapolres Binjai AKBP Mulya Hakim enggan dikonfirmasi seputar kasus ini. (bam/deo)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *