Guru TK bodhicitta Tabrak 15 Muridnya

Metropolis

Sudah 8 Bulan Bermobil, Belum Mahir Mundur

Medan-Seorang guru Taman Kanak-kanan (TK) Perguruan Buddhis Bodhicitta Jalan Selam Medan, menabrak 15 muridnya saat sedang senam di halaman sekolah, Jumat (2/3) pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Selain 15 murid itu guru yang bernama Marini (22) juga menyebabkan seorang murid SMP dan seorang guru cedera.


Pagi kemarin, sejatinya murid TK yang ditabrak itu sedang melakukan persiapan di lapangan untuk melakukan senam pagi. Saat itu kelima belas murid ini dibariskan di halaman sekolah yang berjarak sekitar 5 meter dari mobil Marini, Toyota Avanza matic dengan nomor polisi BK 1272 VQ warna silver.

Tak jauh dari lokasi itu, ada juga seorang murid SMP dan seorang guru.
Marini melihat mobil miliknya menghalangi lokasi yang digunakan untuk senam pagi. Dia pun memindahkan mobil tersebut. Maksudnya, agar senam menjadi nyaman. Sayangnya, usaha Marini malah membuat bencana.

Saat memundurkan mobil matic-nya itu, Marini tak mampu mengontrol. Mobil mundur dengan cepat. Marini tak melihat lima belas muridnya berada di belakang mobil. Prakk! Menyadari anak muridnya tertabrak, Marini kalut dan memajukan mobilnya itu.

Usaha ini ternyata tambah parah. Ada beberapa muridnya yang terlindas hingga dua kali. Tidak itu saja, murid SMP dan seorang guru yang berada di dekat lokasi ikut tersenggol dan menyebabkan luka. Mobil yang tak terkontrol itu akhirnya berhenti setelah menabrak tembok yang ada di sana.

Kejadian ini menimbulkan banyak pertanyaan. Pasalnya, Marini yang merupakan warga Tajungbalai , terbilang sering mengendari mobilnya.

Dan mobil itu pula yang menjadi kendaraannya sehari-hari berangkat mengajar dari tempat kosnya di Jalan Beo No 10 A Medan. “Baru delapan bulan yang lalu, dia (Marini, Red) mulai mengendari mobilnya,” ucap kerabat dekat Marini, Andre Tan, yang dijumpai Sumut Pos di Satlantas Polresta Medan, kemarin.

Menurut keterangan saksi mata yang ditemui oleh Sumut Pos di lokasi kejadian, peristiwa tersebut memang cukup cepat. Bahkan, saksi mata yang tak ingin disebutkan namanya itu, tidk bisa berbuat apa-apa. “Aku sudah menjerit, namun tidak didengar. Malah, maju pula itu,” sebut wanita keturunan warga Tianghoa ini.

Pengakuan Rudi Rahman, Donatur Yayasan Perguruan Bodhicitta, yang didampingi Piter Lin, Direktur Pendidikan Yayasan Bodhicitta, di Lantai II Hotel Polonia Medan, sejatinya Marini bermaksud baik. Mengenai parkir mobil di dalam halam sekolah, menurut mereka adalah sebuah kebijakan perguruan. Semua mobil termasuk mobil orangtua siswa memang dimasukkan ke dalam halaman guna menghindari penculikan yang saat ini sedang marak.

“Marini tak menyangka dirinya menabrak murid. Tak hanya itu, dia juga bolak-balik pingsan saat ditanyai soal kejadian ini,” ungkap Rudi Rahman sembari mengatakan biaya pengobatan korban semuanya ditanggung oleh pihak yayasan.

Menurut Piter Lin untuk sanksi bagi Marini pihak yayasan menyerahkan sepenuh pada kepolisian. “Setiap orang berani mempertanggung jawabkan perbuatannya. Jika memang bersalah, kita serahkan kepada pihak kepolisian,” tegasnya.

Saat ditanya mengenai status Marini, Piter Lin menerangkan bahwa yang bersangkutan guru pengajar di sekolah tersebut. “Yang bersangkutan bukan guru tetap. Untuk menjadi guru tetap harus melalui beberapa tahapan,” ungkapnya.

Sementara itu, sebanyak sembilan murid perguruan Bodhicitta yang menjadi korban tabrakan sang guru telah diperbolehkan pulang oleh pihak RS Colombia Asia. Sedangkan tujuh murid lainnya masih mendapat perawatan insentif.

Wakapolresta Medan, AKBP Pranoyo, saat mengunjungi RS Colombia Asia mengatakan, hingga saat ini tak ada siswa yang meninggal dunia seperti isu yang yang berkembang di kalangan kawan-kawan media. Lebih lanjut, ditambahkannya, semua korban hanya mengalami luka-luka saja. “Kecelakaan disebabkan oleh kelalaian pihak guru saat mengendarai mobil dan menghantam murid yang sedang melakukan senam pagi,” katanya di RS Colombia Asia usai mengunjungi para siswa.

Wali Kota Minta Penanganan Serius Terhadap Korban

Menyikapi insiden kecelakaan yang terjadi, Wali Kota Medan Rahudman Harahap memastikan langkah pertama yang dilakukan, yakni bagaimana anak-anak bisa ditangani dengan sebaik-baiknya.

“Dari pengecekan yang saya lakukan terkait penanganan yang dilakukan pihak rumah sakit terhadap korban kecelakaan, ternyata seluruh korban telah ditangani dengan baik,” kata Rahudman di Rumah Sakit Colombia Asia.

Selain ingin mengetahui sejauh mana kondisi para korban, peninjauan itu juga dilakukan Rahudman melihat  bagaimana penanganan maupun perawatan yang telah diberikan pihak rumah sakit  terhadap korban. Hal itu dilakukan agar  luka-luka yang dialami para korban secepatnya disembuhkan.

Sedangkan untuk peristiwa kecelakaan yang terjadi, Rahudman menjelaskan kasus ini telah ditangani oleh pihak berwajib. Dengan kejadian ini, Rahudman mengingatkan kepada semua inntansi, khususnya sekolah supaya ke depan untuk lebih mengutamakan keamanan dan ketertiban, terutama letak kenderaan agar tidak parkir sembarangan baik itu di dalam maupun luar sekolah.

“Saya mendengar  kecelakaan ini terjadi karena guru yang sedang memundurkan mobilnya, mungkin gugup sehingga kecelakaan terjadi. Saya berharap kecelakaan seperti ini tidak terulang kembali,” harapnya.

Rahudman mengaku  miris dengan kecelakaan yang terjadi. “Seluruh orangtua korban untuk bersabar menghadapi cobaan ini. Sedangkan kepada dokter yang menangani para korban agar benar-benanr memberikan perawatan terbaik.

Kepada pihak sekolah, kita berharap bisa memberikan penjelasan yang sejelas-jelasnya  terkait dengan kecelakaan terjadi, terutama kepada pihak kepolisian sehingga  kejadian ini lebih jelas. Untuk pihak rumah sakit, kita juga berharap agar para korban ditangani oleh dokter-dokter spesialis,” ungkapnya. (jon/gus/uma/adl/mag-11)

loading...

3 thoughts on “Guru TK bodhicitta Tabrak 15 Muridnya

  1. tuhan akan selalu memberkati dan jg akan memberikan yg terbaik,lain x hti”

  2. Ya mungkin dah nasibnya Marini.,tapi kasian banget ama anak2 TK yg terluka…
    Hendak bermaksud baik agar anak2 didiknya nyaman senam malah dapat musibah…
    lagi sialnya kali…, Saya yakin Marininya pun pasti sedih banget dgn kejadian ini.
    Ini suatu pembelajaran ke semua sekolah2 agar jgn satukan tempat parkir dengan lapangan untuk olahraga..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *