‘GusMan’ Janjikan CU Nelayan

Metropolis

MEDAN-Tingkat kesejahteraan masyarakat pesisir akan menjadi perhatian pasangan Gus Irawan-Soekirman (GusMan). Jika terpilih, ‘GusMan’ akan memfasilitasi pembentukan Credit  Union untuk membantu nelayan dalam mengatasi permodalan.

NELAYAN: Soekirman melihat-lihat kehidupan nelayan  kesulitan mendapatkan hasil tangkapan dari laut belakangan. ‘GusMan’ akan coba menawarkan program CU.  //sumut pos
NELAYAN: Soekirman melihat-lihat kehidupan nelayan yang kesulitan mendapatkan hasil tangkapan dari laut belakangan. ‘GusMan’ akan coba menawarkan program CU. //sumut pos

“Nelayan tidak punya agunan yang bisa diserahkan kepada bank. Tidak ada yang bankable. Kalau petani masih punya sertifikat tanah. Ketika macat, ada pegangan bank. Kalau nelayan, tidak bisa. Solusinya adalah Credit Union,” kata cawagubsu nomor urut 1, Soekirman, dalam perbincangan dengan wartawan di Medan, Jumat (1/2).


Menurut Soekirman, untuk menggerakan roda perekonomian, pemerintah seharusnya memberikan pancing, bukan umpan. Dengan CU, lanjutnya, masyarakat akan menyadari kekuatannya.

“CU berusaha untuk mengubah mentalitas masyarakat bawah yang seringkali kurang percaya diri. Dengan menjadi anggota CU, kita yakin kita mampu menolong diri sendiri dengan kekuatan kita sendiri secara bersama-sama,” kata Soekirman yang berpasangan dengan cagubsu Gus Irawan.

Menurutnya, CU merupakan suatu terobosan untuk membantu masyarakat kecil dalam mengatasi permodalan dengan kekuatannya sendiri. Oleh karena itu, pendekatan CU langsung pada pemecahan masalah yang paling dalam yakni merombak ketergantungan menjadi kemandirian. Ditegaskannya, bila GusMan dipercaya masyarakat untuk memimpin Sumut, pemerintah mendatang akan mendorong dan memfasilitasi terbentuknya CU di pesisir.

“Kalau CU, banyak LSM punya kemampuan itu. Pemerintah nanti hanya mempertemukan dan memfasilitasi,” sebut wakil bupati Serdang Bedagai ini.
Soekirman kemudian mencontohkan bagaimana sebuah LSM lokal, yakni Yayasan Bitra (Bina Keterampilan Pedesaan) Indonesia, berhasil mendampingi CU Amarta, di Desa Air Hitam, Kecamatan Kualuh Leidong, Labuhanbatu Utara. Sekarang CU Amarta yang telah berubah menjadi koperasi telah membesar dengan aset mencapai Rp.1,5 miliar dan jumlah anggota 400 orang.

“Saya takjub ketika beberapa waktu lalu datang kesana, dimana mereka secara sukarela membeli satu ekor lembu. Ini menunjukkkan bahwa mereka yang terisolir, bisa mumpuni. Jadi CU sangat cocok,” kata pendiri Bitra Indonesia ini. Dia berharap masyarakat pesisir juga bisa mandiri tanpa ada sepeser pun bantuan pemerintah. (adv)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *